Perdarahan Saat Hamil Muda, Apa Penyebabnya?

Perdarahan saat hamil muda

GoDok- Perdarahan saat hamil muda- Bagi wanita muda yang baru menjalani masa kehamilan, momen ini tentunya akan menjadi kenangan manis tersendiri. Bagaimana tidak! Sebab untuk pertama kalinya, Anda akan merasakan perubahan pada bentuk fisik akibat pertumbuhan dan perkembangan si jabang bayi. Eits, tapi bagaimana bila tiba-tiba Anda menemukan flek darah? Apakah hal ini berbahaya? Apa penyebabnya?

Cari tahu jawabannya lewat penjelasan mengenai penyebab perdarahan saat hamil muda berikut ini!

1. Akibat hubungan seks

Perdarahan saat hamil muda bisa saja disebabkan oleh hubungan seks. Lho, kok bisa? Jarang yang mengetahui bahwa penetrasi penis bisa saja menekan bagian leher rahim. Dampaknya, ibu hamil rentan mengalami perdarahan ringan. Tenang! Jika keluarnya darah tidak disertai dengan rasa sakit, maka kondisi ibu dan janin sama-sama aman.

2. Proses implantasi

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan implantasi? Singkatnya, istilah ini mengacu pada proses menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim. Nah, selama proses ini, umum sekali bagi wanita untuk mengalami perdarahan yang berlangsung selama 1-2 hari.

3. Penyesuaian serviks

Demi memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi si jabang bayi, tubuh akan melakukan berbagai penyesuian -salah satunya adalah dengan meningkatkan aliran darah di dalam rahim. Akibatnya, leher rahim bisa saja saling bergesekan hingga memicu perdarahan.

4. Faktor hormonal

Jarang yang mengetahui bahwa perubahan kondisi hormonal dalam tubuh ibu hamil bisa saja memicu timbulnya perdarahan. Karenanya, jangan langsung cemas dan berprasangka yang tidak-tidak, ya Bunda!

5. Infeksi vagina

Perdarahan saat hamil muda juga bisa diakibatkan oleh infeksi bakteri Vaginosis yang umumnya menyerang leher rahim. Waspada! Jika tidak mendapatkan penanganan medis dengan segera, infeksi dapat menyebar ke bagian lain dan membahayakan kondisi ibu serta janin yang dikandungnya.

6. Fibroid rahim

Sejak awal masa kehamilan, rahim akan ditumbuhi jaringan fibroid; yang seiring dengan berjalannya waktu akan semakin mengecil dan hilang dengan sendirinya. Tapi, dalam beberapa kasus, fibroid bisa saja malah membesar. Inilah yang akhirnya memicu timbulnya perdarahan, mulai dari yang ringan sampai berat.

7. Kehamilan ektopik

Seperti yang telah Anda ketahui, kehamilan ektopik merupakan kondisi di mana sel telur yang telah dibuahi malah tumbuh di saluran tuba falopi, bukannya rahim. Selain memicu perdarahan, kondisi ini juga dipercaya dapat mengancam nyawa. Mengapa? Sebab, seiring dengan semakin membesarnya embrio, maka semakin berisiko pula ibu mengalami komplikasi internal.

8. Solusio plasenta

Terakhir, perdarahan saat hamil muda bisa disebabkan oleh solusio plasenta. Faktanya, solusio plasenta merupakan kondisi di mana plasenta sudah mulai memisahkan diri dari dinding rahim. Jika tidak ditangani dengan segera, anomalitas ini dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi yang dikandung. Mengerikan!

Itu tadi beberapa penyebab perdarahan saat hamil muda. Ingat, ya Bunda! Selalu konsultasikan kesehatan Anda dan si jabang bayi agar proses kelahiran nanti dapat berjalan dengan lancar!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.