Peran Penting Kakak dalam Membentuk Kepribadian Adik

GoDok – Duh, senangnya jika melihat saudara kandung yang akrab satu sama lainnya. Apalagi jika Anda melihat hubungan mesra kakak-adik para artis tanah air, seperti Nadine Chandrawinata dan adik kembarnya -Marchell dan Mischa-, Nana & Naysilla Mirdad, serta artis mancanegara seperti Gigi & Bella Hadid. Wah, Anda tentu makin ingin si kecil dan kakaknya punya hubungan yang akrab. Sayangnya, kadang anak-anak Anda justru bertingkah sebaliknya dan bertengkar satu sama lain. Akibatnya, Anda kemudian akan berpikir bahwa membiarkan mereka bermain bersama merupakan hal yang buruk. Eits, tunggu dulu. Pertengkaran kecil di antara saudara yang masih kecil tidak bisa menjadi alasan untuk menghalangi mereka bergaul satu sama lain, lho.

Malah sebenarnya, hubungan kakak-adik memainkan peran penting dalam proses pembentukan kepribadian si adik. Sebab, si kakak akan menjadi teman pertama yang dimiliki oleh adik sehingga apapun yang ia lakukan, pasti akan ditiru oleh adiknya. Nah, kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan bersama inilah yang dapat menjadi sarana belajar bagi keduanya. Yuk, cermati apa saja yang dapat mereka pelajari dari interaksi anatara keduanya berikut ini :

1. Bertengkar

Tidak perlu terlalu khawatir jika melihat anak-anak Anda sering bertengkar karena masalah sepele. Sebab, melalui pertengkaran, ternyata baik kakak maupun adik akan belajar untuk :

a. Saling menghormati

Ketika melihat anak bertengkar memperebutkan mainan, Anda bisa menasihati keduanya. Jangan selalu meminta kakak untuk mengalah kepada adik, berikan pula nasihat kepada adik untuk menghormati benda-benda kepunyaan kakaknya dan tidak merebut apapun yang  terlebih dahulu telah diambil oleh kakak. Ajarilah mereka kenyataan bahwa meskipun umurnya lebih muda, bukan berarti adik bisa mendapatkan semua yang dia inginkan. Dengan cara ini, si adik dapat lebih menghormati si kakak, begitu pula sebaliknya.

(Baca: Si Kecil Manja? Yuk, Latih Kemandiriannya!)

b. Bersabar

Agar si kakak dan adik tidak bertengkar dalam memperebutkan mainan, Anda bisa mengatur agar mereka memainkannya secara bergilir. Agar adil, berikan pula batasan waktu yang sama untuk kakak dan adik dalam memainkannya. Peraturan tersebut akan mengajarkan keduanya untuk bersabar dalam menunggu giliran.

c. Mencari solusi

Anda jangan terlalu cepat memisahkan atau melerai ketika kakak dan adik bertengkar. Berikan waktu untuk mereka mengatasi masalahnya karena dibalik pertengkaran, mereka akan belajar untuk bernegosiasi dan mencari solusi dari permasalahan yang ada. Cukup berikan petunjuk apabila diminta dan biarkan mereka belajar juga untuk mengakui kesalahan dan memaafkan.

2. Meniru

Jangan lupa, seorang adik akan kerap meniru apapun yang dilakukan oleh kakaknya. Apabila si kakak gemar memanjat pohon atau melompat-lompat di atas tempat tidur, maka kemungkinan besar si adik akan turut melakukan hal-hal tersebut. Kebiasaan ini merupakan hal yang bagus lho, untuk perkembangan si adik. Sebab, dengan meniru kakaknya, si adik dapat belajar mengenai kegiatan atau aktivitas baru yang mungkin belum pernah dia lakukan sebelumnya.

(Baca: Keturunan Menentukan Kecerdasan, Mitos atau Fakta?)

3. Menjaga kakak yang sakit

Bila kondisi memungkinan, Anda bisa meminta si adik untuk menjaga kakaknya yang sedang sakit. Melihat kakaknya dalam keadaan lemah dan tidak seceria biasanya, akan membuat si adik belajar berempati. Perhatikan pula sikap si adik. Jika ia tidak peduli dengan larangan Anda untuk tidak berdekatan dengan kakak karena bisa tertular, itu sebenarnya merupakan cara dia untuk menunjukan rasa khawatir kepada kakaknya. meskipun ketika dekat dengan kakak yang dilakukannya hanya bermain, tidur-tiduran atau malah terus-menerus mengajak kakak berbicara. Apalagi jika ia juga melihat Anda sibuk merawat kakaknya dan harus bermain sendiri, duh pasti rasa empati langsung tumbuh.

(Baca: Anak Nakal? Jangan Hukum Ia dengan Kekerasan Fisik!)

Bunda, meskipun kakak dapat menjadi contoh bagi si adik, namun Anda tidak boleh menomorduakan perasaan kakak dengan selalu memintanya untuk mengalah atau menyalahkannya ketika si adik menangis. Jika pertengkaran anak-anak Anda sudah kelewat batas, jangan terbawa emosi sesaat ya. Tetaplah bersikap adil dan tanyakan pada mereka mengenai masalah apa yang sedang diributkan. Jadilah mediator dalam situasi ini dan jangan menunjukkan keberpihakkan pada salah satu anak. Pastikan pula mereka tetap menghormati dan menghargai satu sama lain dengan menyuruh mereka saling meminta maaf dan berpelukan. Jika ingin menghukum mereka, pastikan baik si adik maupun kakaknya benar-benar mengerti alasan Anda  menghukum mereka. Dengan cara ini, mereka dapat belajar mengenai kesalahan masing-masing dan tetap percaya kepada Anda.

Semoga bermanfaat!