Penyakit Polio; Apakah Itu? Kenali di Sini!

penyakit polio

Penyakit polio adalah penyakit yang menyerang sistem saraf. Tidak jarang, penderitanya mengalami kelumpuhan permanen hingga kematian. Yang penting Anda ketahui adalah penyakit polio ini sangatlah menular karena disebabkan oleh virus yang menyerang saraf.

Go Dok-  Bagi Anda yang sudah memiliki keturunan, Anda tentu sering disarankan oleh dokter untuk melakukan imunisasi polio bagi si kecil. Sebenarnya, apakah penyakit polio tersebut?

Berikut pemaparan Go Dok mengenai penyakit polio yang menyerang sistem saraf!

Penyakit polio adalah penyakit yang menyerang sistem saraf. Tidak jarang, penderitanya mengalami kelumpuhan permanen hingga kematian. Yang penting Anda ketahui adalah penyakit polio ini sangatlah menular karena disebabkan oleh virus yang menyerang saraf. Biasanya, anak di bawah 5 tahun lebih mudah terkontaminasi virus tersebut.

Bagaimana virus polio dapat menular? Virus polio terkenal sangat berbahaya dan mudah menular. Namun, penularannya paling mudah melalui kontak benda yang terinfeksi oleh kotoran yang terinfeksi. Bahkan, virus polio juga dapat berpindah melalui bersin atau batuk. Hal tersebut dikarenakan, virus polio tinggal di dalam tenggorokan.

Lantas bagaimana cara mendeteksi gejala penyakit polio tersebut? Jika polio tersebut tidak menyebabkan kelumpuhan, atau disebut polio non-paralisis, gejalanya lebih mirip orang flu yang berlangsung selama 10 hari. Misalnya seperti munculnya demam, radang tenggorokan, sakit kepala dan pusing, muntah, hingga meningitis.

Sementara itu, meski hanya satu persen kasuspenyakit  polio yang kemudian berujung pada kasus kelumpuhan, polio paralisis memiliki gejalanya sendiri. Jenis polio ini menyerang kelumpuhan pada tulang belakang, batang otak, atau keduanya. Penderita polio paralisis biasanya mengalami gejala mirip non-paralisis pada seminggu pertama. Namun, kemudian beberapa gejala tambahan baru akan muncul setelahnya, seperti:

  1. Kehilangan reflex.
  2. Mengalami kekejangan dan linu pada otot.
  3. Mengalami kelumpuhan secara mendadak, baik temporer atau permanen.
  4. Anggota badan terkulai lemas, terkadang hanya sebagian sisi saja.
  5. Bentuk anggota badan yang menjadi tidak beraturan, terutama bagian pinggul, pergelangan, dan kaki.

Kemungkinan berkembangnya penyakit polio menjadi kelumpuhan permanen memang hanya kurang dari 1 persen dari seluruh kasusnya. Sementara itu, 5-10 persen kasus polio paralisis dapat membahayakan otot yang membantu Anda bernapas sehingga bisa menyebabkan kematian. Jika Anda mulai mengalami beberapa gejala di atas, ada baiknya Anda segera mendatangi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Biasanya, diagnosa secara medis untuk penyakit polio dapat dilakukan melalui tinjauan fisik, seperti pemeriksaan reflex, kekakuan punggung dan leher, atau seberapa sulit Anda untuk mengangkat kepala ketika berbaring menghadap bawah. Jika diperlukan, akan ada test laboratorium untuk memeriksa berdasarkan sampel yang diambil dari tenggorokan, kotoran, dan cairan tulang belakang untuk mendeteksi keberadaan virus polio.

Sebenarnya tidak ada obat untuk mengobati polio selain tindakan pencegahan dengan pemberian vaksin. Namun, untuk perawatan bagi penderita polio, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk:

  1. Beristirahat di kasur.
  2. Mengonsumsi obat pereda rasa sakit.
  3. Mengonsumsi obat antikejang untuk meredakan otot.
  4. Antibiotik untuk infeksi saluran pencernaan.
  5. Alat bantu pernapasan.
  6. Terapi fisik untuk mengurangi rasa sakit di otot.
  7. Terapi fisik untuk pernapasan dan menguatkan paru-paru.

Jika Anda sering berpergian ke luar negeri dan bertemu dengan banyak orang, ada baiknya Anda mengimunisasi diri dengan vaksin untuk menghindari terpapar penyakit menular seperti polio.  Selain itu, biasakan hidup bersih dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih. Pastikan juga higienitas makanan dan minuman, terutama air minum yang bisa jadi terkontaminasi virus polio.

Itu tadi penjelasan mengenai penyakit polio. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

NA/PJ/MA

Referensi