Penyakit Limfadenitis; Peradangan pada Kelenjar Getah Bening

Penyakit limfadenitis

Penyakit limfadenitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ tubuh, yaitu kelenjar getah bening. Kelenjar ini biasanya terletak pada beberapa bagian tubuh, seperti leher, ketiak, dan selangkangan.

Go Dok- Pernahkah Anda mendengar mengenai penyakit limfadenitis? Jika tidak, mungkin Anda pernah mendengar penyakit peradangan atau infeksi kelenjar getah bening? Nah, keduanya adalah satu penyakit yang sama. Seperti apakah penyakit limfadenitis tersebut?

Mari mengenali penyakit limfadenitis lebih dalam melalui pemaparan dari Go Dok berikut ini!

Limfadenitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ tubuh, yaitu kelenjar getah bening. Kelenjar ini biasanya terletak pada beberapa bagian tubuh, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Kelenjar getah bening terhubung dengan pembuluh limfatik yang membawa limfa, yaitu cairan berwarna bening yang mengandung sel darah putih serta pembuangan jaringan-jaringan yang mati.

Limfa tersebut merupakan tempat berkumpul sel-sel yang akan melawan penyakit dan benda asing yang masuk ke tubuh. Ketika Anda sedang sakit, kelenjar getah bening tersebut akan mengirim sel-sel yang akan melawan penyakit sehingga kelenjar tersebut menjadi membengkak dan terasa sakit. Kondisi pembengkakan kelenjar getah bening tersebut lah yang disebut sebagai limfadenitis.

Selain itu, penyakit  limfadenitis bisa disebabkan oleh adanya infeksi akibat bakteri atau luka, bahkan virus dan benda asing lainnya. Biasanya, bakteri yang sering ditemukan adalah strepcoccal dan staphylococcal. Pada anak-anak, penyakit tonsillitis atau bakteri penyebab radang tenggorokan juga sering menjadi penyebab limfadenitis pada bagian leher.

Sebenarnya, seperti apakah gejala penyakit limfadenitis yang terlihat? Yang paling mudah terlihat adalah:

  1. Pembengkakan, penderita peradangan kelenjar getah bening akan mengalami bagian leher yang membengkak dan membesar, seperti di bagian leher,  ketiak, dan selangkangan. Bagian yang membengkak tersebut akan terasa sakit ketika disentuh oleh dokter.
  2.  Kulit memerah, jika bagian limfadenitis tersebut berkaitan dengan luka yang terinfeksi, kulit di sekitar kelenjar akan memerah dan menghangat ketika disentuh.
  3. Berkeringat pada saat di malam hari.
  4. Gejala pernapasan atas, seperti demam, hidung yang berair, atau tenggorokan yang meradang.

Untuk dapat mendiagnosa penyakit limfadenitis tersebut, dokter biasanya akan menjalani beberapa tes, misalnya tes laboratorium. Dari hasil tes tersebut, akan dilihat tingginya jumlah sel darah putih dan keberadaan bakteri yang bisa menyebabkan limfadenitis. Selain itu, tidak menutup kemungkinan dokter akan menyarankan X-ray atau CT scans untuk memeriksa adakah tumor atau sumber infeksi lainnya.

Jika peradangan kelenjar getah bening tersebut sudah semakin parah, ada kemungkinan pula dokter akan menempuh jalur biopsi. Biopsi kelenjar getah bening merupakan sebuah prosedur singkat di mana dokter akan mengangkat sedikit jaringan kelenjar limfa. Dari sampel tersebut, biasanya akan terdeteksi apakah terdapat peradangan pada kelenjar limfa.

Apa yang harus dilakukan ketika terserang penyakit limfadenitis?

Pengobatannya bergantung dengan penyebab penyakit imfadenitis itu sendiri, apakah disebabkan oleh bakteri atau virus. Jika penderita juga mengidap limfangitis, maka penderita akan diobati dengan antibiotik. Antibiotik tersebut biasanya juga akan bantu tubuh memerangi infeksi yang disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening tersebut.

Jika rasa sakit terasa mengganggu, dokter biasanya menyarankan untuk mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Anda juga bisa mengompres bagian yang bengkak untuk meredakan rasa bengkak itu sendiri. Agar terhindar dari limfadenitis tersebut, Anda bisa membiasakan pola hidup yang sehat untuk menghindari adanya bakteri dan virus yang akan menginfeksi tubuh.

Itu tadi pemaparan mengenai penyakit limfadenitis yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan kesehatan? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ pada aplikasi Go Dok untuk tanya jawab dengan Dokter pilihan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.

NA/PJ/MA

Referensi