Penjelasan Mengenai Bahaya dan Gejala Flu Singapura

bahaya dan gejala flu singapura

Bahaya dan gejala flu singapura- Lebih dikenal luas dengan nama Hand Foot and Mouth Disease (HFMD), penyakit ini merupakan infeksi yang umum menjangkiti anak-anak di usia 2 bulan hingga 5 tahun.

GoDokTahun 2008 silam, kawasan Asia Tenggara dikejutkan oleh suatu wabah yang menjangkiti anak-anak di negara Cina dan Singapura. Sebenarnya bukan wabah itu sendiri yang membuat terkejut, melainkan angka kematiannya yang cukup tinggi dalam waktu singkat. Berawal dari bulan Maret di tahun itu, di mana 25.000 kasus dilaporkan dan 42 anak meninggal. Wabah ini berlanjut dengan 2.600 kasus di Singapura dan 2.300 kasus di Vietnam.

Jika dilihat dari sejarahnya, penyakit ini memang sudah menjangkiti wilayah Asia sejak tahun 1997. Meskipun hingga saat ini Tiongkok menjadi negara yang penduduknya terjangkit paling banyak, namun di Indonesia penyakit ini dikenal dengan nama Flu Singapura. Pengamanan ketat yang dilakukan oleh pemerintah dalam mencegah penyakit ini memasuki teritori Indonesia memang masuk akal. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat mengakibatkan kematian pada anak.

Simak penjelasan mengenai bahaya dan gejala flu singapura berikut ini!

Apa itu Flu Singapura?

Sebelum membahas mengenai bahaya dan gejala flu singapura, sebaiknya Anda kenali dulu penjelasan mengenai flu singapura itu sendiri. Lebih dikenal luas dengan nama Hand Foot and Mouth Disease (HFMD), penyakit ini merupakan infeksi yang umum menjangkiti anak-anak di usia 2 bulan hingga 5 tahun. Orang dewasa umumnya telah kebal dengan virus dari genus Enterovirus yang menyebabkan penyakit ini. Secara luas, HFMD disebabkan oleh virus coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus, dan virus dari genus Enterovirus lainnya. Jika diurut berdasarkan tingkat keparahannya, penyebab paling ringan Flu Singapura adalah virus Coxsackie A16, sedangkan penyebab yang paling memberatkan adalah Enterovirus 71. Tidak man-main, virus yang disebut terakhir ini dapat menimbulkan komplikasi yang berujung pada kematian.

Apa bahaya utama flu singapura?

Yang menakutkan dari virus ini, selain kemungkinannya dalam menyebabkan kematian, adalah penyebaran dan penularannya yang sangat mudah. Layaknya virus flu dan cacar air, penularan Flu Singapura dapat terjadi dengan terkena cairan bersin atau batuk si penderita. Tak hanya itu, virus dapat pula menular melalui air liur, feses, air seni, dan nanah dari lepuhan yang muncul. Kesemua cairan tersebut dapat saja menempel pada pakaian dan benda-benda yang disentuh penderita, sehingga pengawasan penuh diperlukan agar penukaran dapat dihindari. Hal ini menyebabkan penderita HFMD tidak dianjurkan untuk beraktivitas di luar rumah dan di tempat-tempat umum. Terlebih lagi, vaksin dari penyakit ini pun belum juga ditemukan.

Apa saja gejalanya dari flu singapuraa?

Gejala dari Flu Singapura akan mulai terlihat sekitar 3 hingga 7 hari setelah infeksi virus terjadi. Periode ini dikenal sebagai periode inkubasi, dan akan bertahan hingga penderita benar-benar sembuh. Berikut adalah gejala yang akan muncul pada anak Anda selama periode inkubasi :

  1. Demam tinggi.
  2. Nafsu makan menurun.
  3. Sakit tenggorokan.
  4. Sakit kepala.
  5. Terdapat lepuhan kulit berwarna merah yang terasa sakit pada bagian mulut.
  6. Muncul ruam-ruam merah di area tangan dan telapak kaki.

Perlu diingat bahwa demam dan sakit tenggorokan merupakan dua gejala yang muncul paling awal. Gejala lain seperti ruam dan lepuhan biasanya akan muncul belakangan, sekitar dua hari setelah terjadi demam. Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda di atas, segera bawa ke dokter, ahli medis, atau klinik terdekat untuk penanganan yang sesuai.

Nah, itu tadi penyebab dan gejala Flu Singapura yang perlu Anda ketahui sekaligus waspadai. Janga lengah, Bunda! Keselamatan si kecil tergantung pada perhatian Anda kepadanya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.