Penjelasan Lengkap Mengenai Penyakit Gondongan

penyakit gondongan

Penyakit gondongan disebabkan oleh infeksi virus ringan dari keluarga paramyxovirus. Infeksi virus inilah yang kemudian memicu pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar parotis (ludah), yang biasanya terlihat pada sudut rahang atau di bagian bawah telinga.

Go DokPernah mendengar istilah gondongan? Penyakit yang satu ini cukup umum di Indonesia, dan tak jarang menyerang orang-orang terdekat Anda. Bagi Anda yang memiliki buah hati berumur di bawah 10 tahun, tentu harus lebih berhati-hati. Pasalnya, penyakit gondongan seringkali lebih memilih menyerang anak pada usia tersebut. Hal ini dikarenakan mereka yang berusia di bawah 10 tahun belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna untuk mengatasi virus gondongan.

Nah, untuk mengantisipasi kedatangannya, akan lebih baik jika Anda memahami serba-serbi penyakit gondongan terlebih dahulu.

Apa itu penyakit gondongan?

Gondongan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ringan dari keluarga paramyxovirus. Infeksi virus inilah yang kemudian memicu pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar parotis (ludah), yang biasanya terlihat pada sudut rahang atau di bagian bawah telinga.

Dr. Sukamto Koesno, SpPD K-AI, seorang spesialis penyakit di RS Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa virus penyebab gondongan biasanya membutuhkan masa inkubasi selama 12 -24 hari. Setelah melewati masa inkubasi, biasanya penderita gondongan akan menderita demam tinggi  selama 1 -2 hari, sebelum gejalanya menurun.

Apa saja gejalanya?

Gejala yang muncul pada penderita gondongan sangatlah beragam. Namun, tetap terdapat beberapa gejala umum yang dapat diwaspadai, seperti:

  • Adanya pembesaran kelenjar, alias pembengkakan pada leher, rahang, atau bawah telinga
  • Rahang terasa kaku
  • Timbul rasa nyeri saat menelan makanan atau minuman
  • Demam tinggi (38 – 40°C)
  • Nyeri otot
  • Pusing
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Hilangnya nafsu makan

Jika si kecil atau kerabat terdekat terbukti menunjukkan beberapa atau banyak gejala di atas, maka segeralah berkonsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Bisakah gondongan menular?

Jawabannya, tentu saja bisa. Masa penularan virus penyakit gondongan (dari penderita) adalah 9 hari setelah gejalanya muncul. Virus ini menular lewat muntahan, percikan ludah, dan urin penderita. Karenanya, pasien gondongan harus selalu menjaga kebersihan demi mencegah penularan ke orang-orang di sekitarnya.

Adakah pertolongan pertama yang memungkinkan?

Tentu saja hal paling baik adalah dengan memeriksakan penderita sesegera mungkin ke dokter atau rumah sakit terdekat. Namun, hal tersebut juga harus dibarengi dengan penerapan beberapa langkah tanggap agar pemulihan berjalan lancar. Langkah tanggap yang dimaksud meliputi pemberian air putih, beristirahat dengan cukup, dan mandi menggunakan air hangat guna menurunkan demam. Hindari pula makanan yang bercita rasa asam atau bertekstur keras. Mengapa? Karena dua hal tersebut terbukti dapat merangsang produksi air liur.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika Anda belum sempat membawa penderita ke dokter? Maka, segera berikan parasetamol sebagai langkah pertolongan darurat guna menurunkan demam.

Praktikkan cara ini untuk mencegah penularan gondong!

Sebenarnya, penyakit gondongan dapat dicegah sejak dini dengan mendapatkan vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella). Vaksin ini bekerja dengan cara membentuk kekebalan tubuh agar kebal terhadap  virus penyebab gondongan.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika buah hati terlanjur menderita gondongan? Maka, segera batasi kontak langsung antara penderita dengan lingkungan luar; setidaknya selama 9 hari sejak timbulnya pembengkakan, atau hingga gejala gondongan menghilang sepenuhnya. Selain itu, hindarilah penggunaan peralatan makan yang sama dengan penderita, dan cuci tangan Anda setiap kali habis melakukan kontak langsung  dengan mereka.

Nah, itu dia serba-serbi penyakit gondongan yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Atasi permasalahan kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya jawab seputar penanganannya dengan Tim Dokter Go Dok. Download aplikasinya di sini.