Penis Patah Karena Terlalu Semangat Bercinta, Bisakah?

penis patah
Faktanya, penis bisa patah jika terdorong atau menabrak sesuatu yang solid -dalam kebanyakan kasus karena penis menabrak tulang kemaluan (perineum).

GoDok- Penis patah-  terdengar konyol memang. Namun, nyatanya hal ini pernah menimpa seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat. Tragedi yang juga terangkum dalam New England Journal of Medicine ini berawal dari ketidaksengajaan si pria malang yang ‘menabrakkan’ penisnya ke tulang kemaluan pasangannya. Alhasil, ia mendengar bunyi ‘keretak’ yang diikuti dengan keluarnya darah dari ujung batang kemaluannya. Mengerikan, bukan?

Mungkin Anda bertanya-tanya, “Bukankan penis tidak bertulang? Lantas, kenapa bisa patah?”. Nah, demi menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya Anda menyimak penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini:

Mengapa penis patah bisa terjadi?

Meskipun penis tidak bertulang, namun bukan berarti organ tubuh yang satu ini tidak bisa patah, lho! Faktanya, penis bisa patah jika terdorong atau menabrak sesuatu yang solid -dalam kebanyak kasus karena penis menabrak tulang kemaluan (perineum).

Lengkapnya, trauma yang terjadi pada penis ini dapat memicu robeknya tunica albuginea –selaput yang membungkus corpus cavernosum (bagian dari penis yang membesar ketika ereksi). Nah, ketika penis menegang, selaput tunica albuginea akan meregang dan menipis hingga 10 kali lipat dari kondisi normal. Karenanya tidak heran ketika terbentur sesuatu yang keras, selaput ini dapat robek dan memicu timbulnya pendarahan, bengkak, serta rasa nyeri dan terbakar yang amat sangat.

Hindari hal ini jika tidak ingin penis patah

Dear para pria, berikut beberapa gejala penis patah yang membutuhkan penanganan medis segera:

  1. Terdengar suara ‘keretak’ dari penis diiringi dengan munculnya pendarahan
  2. Penis tidak akan mampu ereksi
  3. Warna penis berubah menjadi ungu atau kehitaman

Jangan salah! Ternyata, terdapat beberapa hal yang bisa membuat penis patah, lho! Apa saja? Berikut daftar lengkapnya:

  • Posisi seks woman on top

Terdengar aneh; namun faktanya, posisi woman on top bisa membuat penis patah. Alasannya karena dalam posisi ini, wanita biasanya menumpukkan seluruh beban tubuhnya pada penis pria. Jika tidak pandai dalam mengatur gerakan tubuhnya, maka bisa saja si wanita kemudian tanpa sadar menekuk penis pasangannya.

Jangan salah kaprah! Bukan berarti pasangan suami-istri tidak bisa lagi mencoba posisi woman on top, lho! Hanya saja mulai dari sekarang para istri harus lebih cerdik dalam mengalihkan titik tumpu badannya. Alih-alih memusatkannya di penis, istri dapat membuat tumpuan di kedua belah lutut yang ditekuk di samping tubuh sang suami. Dengan begini, bukan saja nikmat yang didapat, namun pasangan suami-istri pun akan terhindar dari cedera seks yang tidak diinginkan.

  • Cedera saat ereksi

Terakhir, patahnya penis juga bisa dipicu oleh cedera yang terjadi saat pria mengalami ereksi -misalnya terjatuh dalam posisi tengkurap, atau penis terbentur tembok. Karenanya para pria, lebih berhati-hati dengan organ intim Anda, ya!

Itu tadi sekelumit penjelasan mengenai fenomena penis patah, dan bagaimana dunia medis melihatnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Ingin tips sehat seputar seks lainnya? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk konsultasikan seputar tipsnya dengan dokter Go Dok, GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.