Pemfigoid Bulosa; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Pemfigoid bulosa

 

 

Pemfigoid bulosa yang sejatinya merupakan kondisi autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia menyerang jaringan atau organ tubuhnya sendiri. Lengkapnya, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang lapisan atas kulit.

GoDok- Pemfigoid bulosa; nama penyakit yang mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Yuk, kenali penyakit ini lewat penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal pemfigoid bulosa

Pemfigoid bulosa adalah kondisi kesehatan yang umumnya terjadi pada orang tua. Waspada! Sebab, penyakit yang umumnya diawali oleh rasa gatal dan kemerahan pada kulit ini termasuk ke dalam jenis penyakit kronis.

Sejatinya, penyakit ini erat hubungannya dengan sistem kekebalan tubuh seseorang. Jika tidak segera ditangani, maka penyakit ini dapat mengancam nyawa penderitanya. Mengapa? Sebab, gatal kemerahan yang dirasakan pasien dapat berubah menjadi lecet. Nah, lecet inilah yang kemudian memicu timbulnya lepuhan yang secara perlahan namun pasti menyebar ke seluruh permukaan tubuh pasien.

Epidemiologi
  • Di Inggris, angka kejadian pemfigoid bulosa dilaporkan mencapai 4.3 kasus per 100,000 populasi setiap tahunnya.
  • Perbandingan angka pemfigoid bulosa pada pria dan wanita adalah sama.
  • Risiko seseorang menderita pemfigoid bulosa meningkat apabila ia telah berusia >65 tahun(meskipun dalam beberapa kasus juga dilaporkan bahwa penyakit ini dapat menimpa anak-anak dan remaja segala usia).
Penyebab

Pemfigoid bulosa yang sejatinya merupakan kondisi autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia menyerang jaringan atau organ tubuhnya sendiri. Lengkapnya, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang lapisan atas kulit. Akibatnya, lapisan kulit ini akan terpisah dan cairan mulai terbentuk di antaranya.

Selayaknya kondisi autoimun lain, para ahli dan dokter belum dapat mengetahui penyebab pasti penyakit ini. Namun, banyak pihak meyakini bahwa konsumsi beberapa jenis obat-obatan dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini.

Gejala

Seperti yang telah disinggung di bagian atas, gejala umum penyakit ini adalah timbulnya lepuhan pada kulit yang tidak mudah pecah dan tegang (meskipun dalam kasus lain, lepuhan bisa saja tidak terjadi -disebut juga dengan istilah ‘pemfigoid non-bulosa’). Lepuhan sendiri biasanya muncul di bagian perut bawah, selangkangan, paha, dan lengan.

Lebih lanjut, pemfigoid bulosa juga dapat ditandai dengan gejala lain, semisal:

  • Kemerahan yang terjadi selama beberapa minggu.
  • Eksim.
  • Kulit menjadi merah seperti terkena alergi.
  • Muncul lepuhan yang terisi cairan berwarna kekuningan.
Diagnosis

Untuk memeriksa kondisi pasiennya, dokter akan menerapkan beberapa tahapan diagnosa, seperti:

  • Melihat secara langsung kondisi kulit pasien sekaligus menelaah gejala yang muncul.
  • Penyebaran pada kulit; lepuhan dapat terbentuk dimana saja dan menyebar dengan cepat dalam hitungan hari.
  • Bentuk kelainan yang terjadi pada kulit; karena sejatinya lepuhan akibat penyakit ini berkarakteristik khas, yaitu bersifat tegangdan berisi cairan.

Jika memang diperlukan, dokter dapat pula menyarankan beragam pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemeriksaan darah; ditujukan untuk memeriksa antibodi pemfigoid.
  • Biopsi kulit; dilakukan dengan mengambil sampel histologi dan imunofluoresensi secara langsung. 
Penanganan

Jika terbukti menderita pemfigoid bulosa, maka dokter biasanya akan merujuk Anda ke dokter spesialis kulit. Selanjutnya, Anda akan diberikan pengobatan sesuai dengan keluhan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghentikan penyebaran lepuhan. Selain itu, pengobatan juga dapat dimanfaatkan untuk meredakan gejala sekalgus meminimalisir risiko timbulnya keluhan lain.

Lantas, obat jenis apa saja yang umumnya diresepkan bagi pasiennya?  Berikut daftar lengkapnya:

  • Kortikosteroid; obat jenis ini diberikan untuk mengurangi peradangan akibat pemfigoid bulosa. Untuk dosisnya sendiri akan disesuaikan dengan besar-kecilnya area tubuh yang mengalami peradangan.
  • Obat penekan sistem imun; diberikan untuk menekan produksi antibodi.

Selain dengan konsumsi teratur obat-obatan di atas, pasien juga diharuskan untuk menjaga kondisi kulitnya. Mengapa? Sebab, hal ini penting dilakukan demi mengurangi risiko terjadinya infeksi lain.

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani  dapat meluas dan memicu komplikasi lain, seperti:

  1. Infeksi bakteri lainnya.
  2. Sepsis.
  3. Infeksi bakteri pada darah.

Semoga Bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.