Pedikulosis Kapitis; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Pedikulosis kapitis

Pedikulosis kapitis mengacu pada infeksi rambut dan kulit kepala yang disebabkan oleh kutu kepala Pediculus humanus var capitis.

GoDok- Pernahkah Anda merasakan gatal di kulit kepala? Di dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah ‘pedikulosis kapitis’. Yuk, lindungi diri Anda dan keluarga dari keluhan ini dengan menyimak penjelasan khas Go Dok berikut!

Mengenal pedikulosis kapitis

Sejatinya, istilah ‘pedikulosis kapitis’ mengacu pada infeksi rambut dan kulit kepala yang disebabkan oleh kutu kepala Pediculus humanus var capitis. Banyaknya menyerang anak-anak usia bermain yang tinggal di lingkungan padat, kutu memakan darah dan berkembang biak di kulit kepala.

Gejala

Berikut beberapa gejala yang umum ditemukan pada individu yang terinfeksi kutu kepala:

  • Umumnya, sensasi gatal ini terasa di area kulit kepala, leher, dan telinga. Biasanya muncul enam minggu pasca terinfeksi kutu kepala, rasa gatal sejatinya merupakan reaksi alergi tubuh terhadap air liur kutu.
  • Ditemukannya kutu pada kulit kepala.Sebenarnya, serangga ini jarang sekali ditemukan –kecuali bila benar-benar teliti, karena kutu kepala berukuran kecil, cenderung menghindari cahaya, dan bergerak cepat.
  • Ditemukannya telur kutu (nits) pada batang rambut.Telur kutu (nits) paling sering ditemukan di sekitar telinga dan garis rambut leher.
Penyebab

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pedikulosis kapitis dipicu oleh infeksi kutu jenis Pediculus humanus var capitis. Organisme yang satu ini memiliki beberapa ciri khas, seperti berukuran hampir sama dengan biji strawberry, bertahan hidup dengan mengisap darah pada kulit kepala, serta (khusus untuk betina) menghasilkan zat lengket yang berfungsi untuk menempelkan telur ke batang rambut.

Lantas, seperti apa siklus hidup kutu rambut? Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Kutu betina memproduksi telur yang akan menetas dalam kurun waktu 8-9 hari pasca induk bertelur.
  • Kutu berkembang menjadi nimfa (bentuk kutu yang belum matang).
  • Nimfa menjadi kutu dewasa setelah 9-12 hari, lalu bertahan hidup sebagai kutu dewasa dalam kurun waktu 3-4 minggu.

Terkait cara penularan, mungkin selama ini Anda tahu bahwa kutu menular dengan cara lompat dari satu kepala ke kepala yang lain. Benarkah demikian? Salah. Kutu kepala tidak bisa melompat, apalagi terbang. Penularan terjadi karena adanya kontak langsung. Karenanya, tidak mengherankan jika penyakit ini sering menyebar di antara anggota keluarga, atau warga yang tinggal di tempat yang sama -semisal asrama atau panti asuhan. Selain lewat kontak langsung, kutu kepala juga dapat menyebar melalui penggunaan bersama beragam jenis barang -sebut saja topi, syal, sisir, aksesoris rambut, bantal, dan handuk. Jadi, hati-hati, ya!

Diagnosa

Mengacu pada pedoman American Academy of Pediatrics, gold standard untuk mendiagnosis penyakit ini adalah dengan mengidentifikasi nimfa hidup atau kutu dewasa. Caranya, dokter akan memeriksa rambut pasien yang sudah dibasahi dengan kondisioner. Lalu, dokter akan dengan hati-hati menyisir rambut pasien dengan sisir khusus mulai dari kulit kepala sampai dengan ujung rambut.

Selain cara di atas, pedikulosis kapitis juga dapat didiagnosa dengan opsi identifikasi nits. Berikut langkah-langkahnya:

  • Dokter akan mencari nitsdi batang rambut pasien. Untuk memudahkan langkah ini, dokter akan menggunakan lampu Wood’s light yang bisa membuat nits tampak kebiru-biruan.
  • Nits kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan apakah mereka yang menjadi pemicu infeksi, atau bukan.
  • Jika tidak ditemukan nitshidup pada ujung rambut, maka besar kemungkinan nits yang mati merupakan sisa dari infeksi sebelumnya.
Penanganan

Untuk menangani pedikulosis kapitis, dokter umumnya akan menyarankan beragam langkah penanganan, seperti:

  • Menganjurkan pasien untuk memotong rambutnya sependek mungkin.
  • Permetrin 1%. Pasien diharuskan untuk mengoleskan obat berbentuk cream rinse ini ke kulit kepala, lalu dibiarkan selama 2 jam. Meskipun ampuh untuk mengusir kutu, namun Anda harus mewaspadai efek sampingnya, yaitu kemerahan dan gatal pada kulit kepala.
  • Malathion 0,5% atau 1%.Obat ini berbentuk spray ini biasanya dianjurkan untuk pasien usia >6 tahun.  Setelah diaplikasikan ke kulit kepala, pasien dianjurkan untuk membiarkannya selama 1 malam.
  • Gameksan 1%. Setelah diaplikasikan ke kulit kepala, obat harus dibiarkan selama 12 jam.

Selain dengan cara di atas, dokter biasanya juga akan mengedukasi anggota keluarga terdekat untuk  menghindari penggunaan bersama beragam barang sehari-hari, seperti sisir, topi, dan bantal; setidaknya hingga pasien dinyatakan benar-benar sembuh dari pedikulosis kapitis.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.