Pasutri, Ini Tips Bercinta Saat Sekamar dengan Anak

tips bercinta saat sekamar dengan anak

Go Dok- Tips bercinta saat sekamar dengan anak- Kegiatan sepasang suami istri pada malam hari tentu saja dapat meningkatkan keintiman dan kemesraan. Bagi pasangan yang hanya tinggal berdua di rumah, bercinta kapan pun dan di mana pun tentu bukan menjadi masalah. Kapan pun ada kesempatan, tinggal lakukan saja. Lalu bagaimana dengan pasangan yang telah memiliki anak dan berbagi kamar dengan anak mereka? Tentu saja hubungan intim menjadi sesuatu yang memerlukan berbagai pertimbangan. Terlebih usia sang anak yang terus bertambah. Lantas bagaimana tips becinta saat sekamar dengan anak?

Yuk, cari tahu tips bercinta saat sekamar dengan anak ala Go Dok berikut ini!

Jika anak Anda masih bayi, seorang psikologis mengatakan bahwa sebagian besar orang dapat melakukan hubungan intim di ruangan bahkan tempat tidur yang sama dengan sang anak. Hanya saja Anda harus melakukannya dengan sangat tenang dan tidak berisik untuk mencegah bayi Anda bangun. Tidak asyik kan jika Anda tengah melakukannya, namun tiba-tiba bayi Anda menangis karena keributan yang Anda buat.

Namun, jika usia anak sudah mencapai 5 sampai 10 tahun, Anda perlu mensiasatinya dengan cara yang lain. Tips bercinta saat sekamar dengan anak berikut ini semoga bisa menginspirasi Anda menyiasati waktu berduaan dengan pasangan meskipun sekamar dengan anak.

  1. Anak-anak boleh sekamar dengan orangtua, tapi usahakan tidak satu tempat tidur. Alasan klasik membiarkan anak tidur satu ruangan dan satu tempat tidur dengan orang tua adalah agar sang ibu bisa menyusuinya. Maka, ketika usianya sudah bukan usia menyusu, usahakan untuk menyediakan kamar untuk anak sendiri. Selain untuk memperluas ruang gerak keintiman Anda dan pasangan, hal ini juga dapat melatih kemandirian buah hati Anda. Jika pun terpaksa harus tetap satu kamar, buatlah ranjang yang terpisah dari tempat tidur Anda.
  2. Gunakan tempat lain untuk bercinta selain kamar yang Anda bagi dengan si kecil, misalnya kamar mandi, dapur, ruang tengah, dan bagian lainnya di rumah. Hal ini dilakukan jika Anda menginginkan sesi bercinta yang tidak penuh dengan rasa was-was ketahuan anak. Selain itu, tempat lain juga akan memberikan pengalaman baru bagi hubungan intim Anda dan pasangan.
  3. Tips bercinta saat sekamar dengan anak selanjutnya dengan memilih waktu yang tepat. Waktu yang tepat bagi setiap orang tentu saja berbeda. Namun Anda bisa memilih antara malam hari ketika si kecil telah pulas tertidur, dini hari sebelum si kecil bangun, atau bahkan siang hari saat si kecil sedang di sekolah.
  4. Bicarakan dengan pasangan tentang tempat dan waktu yang Anda berdua inginkan untuk melakukannya. Hal ini mutlak harus dilakukan agar hubungan Anda sebagai suami istri tetap terjaga meski pun harus menjalankan peran sebagai seorang ibu dan ayah yang menjaga kondisi psikologis anak.
  5. Terakhir, tips bercinta saat sekamar dengan anak dengan Sesekali melakukan liburan berdua untuk membayar kesulitan Anda mencari waktu berduaan setelah ada anak.

Perlu diingat bahwa tidak ada yang salah dengan melakukan hubungan intim ketika sekamar dengan anak. Tidak salah pula membiarkan anak tidur sekamar dengan orang tua hingga usia yang wajar seperti enam atau tujuh tahun. Seks adalah kebutuhan Anda dan pasangan dan mencurahkan kasih sayang adalah kewajiban Anda dan pasangan terhadap anak.

Namun, jangan sampai ada kesenjangan antara keduanya, misalnya terlalu memprioritaskan anak sehingga Anda dan suami tak sempat lagi berhubungan badan seperti sebelum memiliki anak. Ingat bahwa kehidupan keluarga yang nyaman bagi anak salah satu faktornya adalah harmonisnya ibu dan ayah mereka. Sedangkan salah satu cara menjaga keharmonisan pasangan suami istri adalah kualitas hubungan intim. Jadi, cpba deh praktikkan tips bercinta saat sekamar dengan anak di atas, ya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Ingin tips sehat seputar seks? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk konsultasikan seputar tipsnya dengan dokter Go Dok, GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

 

TW/PJ/MA

Referensi