Parkinson; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Parkinson

Penyakit Parkinson menyebabkan kerusakan atau penghancuran bagian sel-sel tubuh yang mengirimkan atau menerima informasi. Penyakit ini diketahui sebagai salah satu kelainan sistem saraf dan diperkirakan terjadi pada 1% dari keseluruhan individu yang berusia lebih dari 60 tahun.

GoDok – Parkinson – Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit yang satu ini? Meskipun cukup jarang ditemukan pada orang banyak, namun Parkinson adalah salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Sebab, tak jarang mereka yang terserang tak bisa menikmati usia lanjut dengan normal. Setelah diketahui menyerang petinju ternama Muhammad Ali dan aktor Hollywood kawakan Michael J Fox, kesadaran masyarakat tentang penyakit ini perlahan meningkat. Untuk  memahaminya, mari simak penyebab, gejala, dan cara penangannya berikut ini!

Mengenal penyakit Parkinson

Memiliki nama yang sama dengan pengkaji pertamanya, penyakit Parkinson menyebabkan kerusakan atau penghancuran bagian sel-sel tubuh yang mengirimkan atau menerima informasi . Tak hanya itu, sel-sel ini juga mengandung senyawa organik sebagai pembawa sinyal dopamin. Secara umum, penyakit ini juga erat hubungannya dengan kelainan fungsi sel otak  akibat proses penuaan pada sel-sel otak. Beberapa karakterisitik dari penyakit ini meliputi munculnya tremor alias getaran pada tubuh secara tidak sadar, hambatan gerakan atau kekakuan pada otot maupun sendi, perlambatan gerak dan bicara, dan postur tubuh yang tidak stabil. Penyebab pasti penyakit parkinson sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Meski begitu, faktor genetik, proses penuaan pada sel-sel otak, paparan zat kimia, infeksi, alkohol, hingga trauma kepala diduga menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit ini.

Penyakit ini diketahui sebagai salah satu kelainan sistem saraf dan diperkirakan terjadi pada 1% dari keseluruhan individu yang berusia lebih dari 60 tahun. Angka kejadian penyakit ini diprediksi 4.5-21 kasus per 100.000 populasi. Namun pada penelitian lain, penyakit ini diperkirakan terjadi sebanyak 120 kasus per 100.000 populasi. Penyakit ini ditemukan 1.5 kali lebih banyak pada pria dibandingkan wanita.

Penyebab

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memang masih belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini. Dari beberapa penelitian penyakit dengan gejala Parkinson terdapat beberapa dugaan sebagai penyebabnya, antara lain :

1. Faktor genetik

Faktor genetik diduga sebagai penyebab timbulnya gejala-gejala penyakit ini. Telah dilaporkan bahwa jika terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit ini, dapat terjadi mutasi gen spesifik dalam anggota keluarga lainnya. Meski begitu, hingga saat ini, faktor genetik masih diteliti sebagai salah satu penyebabnya.

2. Faktor lingkungan

Lingkungan sebagai salah satu faktor penyebab munculnya penyakit ini sudah diteliti sejak puluhan tahun. Zat-zat kimia diduga kuat sebagai penyebab terjadinya sindrom Parkinson dan saat ini, kadar radikal bebas yang melebihi kapasitas dalam tubuh seseorang merupakan penyebab yang telah diterima oleh para ahli.

3. Umur

Tentu saja tidak semua orang lanjut usia akan mengalami penyakit ini. Namun, proses penuaan pada seseorang diduga berperan dalam peningkatan risiko terjadinya. Angka kejadian penyakit ini lebih tinggi pada kelompok lansia dibandingkan kelompok umur lainnya.

4. Ras

Sebuah statistik terbaru menunjukkan bahwa angka penyakit ini yang terjadi  kulit putih lebih tinggi dibandingkan ras lainnya.

5. Stres emosional

Keadaan stres secara emosional diduga pula sebagai salah satu penyebab terjadinya penyakit ini.

 6. Cedera kepala

Meskipun penjelasannya masih belum pasti, namun trauma kepala, infeksi, dan tumor pada otak terbukti erat hubungannya dengan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

7. Obat-obat

Obat – obat juga dapat menyebabkan timbulnya gejala penyakit ini. Gejala tersebut salah satunya adalah getaran pada tubuh yang tidak disengaja. Obat-obat terkait gejalanya sampai saat ini juga masih diteliti oleh para ahli.

Gejala 

Khusus pada penyakit ini, terdapat 4 gejala utama yang menyertainya, yaitu:

1. Getaran pada tubuh secara tidak sadar dan berlangsung terus menerus

Getaran ini dirasakan seperti keadaan mengigil dan merupakan tanda terdapatnya gangguan sistem saraf pada individu tersebut. Gerakan ini terjadi tanpa disengaja dan dapat terjadi pada lebih dari satu anggota gerak, seperti kepala, wajah, rahang, tangan. Meski begitu, gerakan tak sadar ini dapat membaik dan menghilang saat Anda bergerak secara sadar.

2. Peningkatan kontraksi otot

Peningkatan kontraksi otot ini dipertahankan oleh otot itu sendiri. Selama peemeriksaan yang dilakukan, kontraksi ini relatif konstan.

3. Gerakan bertambah lambat.

Fenomena ini selalu dikeluhkan terjadi pada penderita dengan penyakit Parkinson. Hal ini membuat penderita kesulitan untuk gerakan-gerakan yang kompleks. Contohnya, kesulitan bercukur maupun menulis di atas kertas.

4. Pola berjalan

Saat berjalan, postur penderita akan lebih membungkuk. Kondisi seperti ini diduga terjadi akibat penderita tidak mampu mepertahankan posisinya untuk berdiri. Penderita juga akan kesulitan untuk memulai berjalan, duduk, maupun melakukan gerakan membelok. Pada tahap yang lebih lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjatuh.

Selain gejala-gejala primer di atas, terdapat pula beberapa gejala tambahan yang bisa tampak pada penderita penyakit ini, seperti :

  1. Kelopak mata tampak bergetar
  2. Nyeri pada bagian bahu dan terasa kaku
  3. Gerakan cepat yagn tidak terkontrol
  4. Berjalan dengan langkah kecil-kecil
  5. Suara kecil
  6. Tekstur kulit lebih berminyak
  7. Kesulitan menelan
  8. Air liur keluar berlebihan
  9. Kesulitan tidur
  10. Rasa cemas
  11. Kesulitan mengingat
Diagnosis

Jika Anda merasakan salah satu saja dari 4 gejala utama, segeralah konsultasikan kondisi tersebut pada dokter agar terapi yang dilakukan dapat sesuai.

Diagnosis penyakit ini dilakukan melalui pemeriksaan klinis. Pemeriksaan lain seperti CT-scan, MRI, dan PET dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain. Diskusikanlah dengan dokter Anda mengenai riwayat penyakit, munculnya gejala Parkinson, penggunaan obat, hingga riwayat trauma atau benturan pada kepala, serta perkembangan penyakit Anda.

Kriteria diagnosis penyakit Parkinson secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu :

1. Possible (Mungkin)

Terdapatnya salah satu gejala dari gejala utama pada penyakit ini. Gejala tambahan juga merupakan pertimbangan untuk mendiagnosis penyakit parkinson.

2. Probable (kemungkinan besar)

Terdapat 2 dari 4 gejala utama yang telah disebutkan sebelumnya.

3. Definite (pasti)

Terdapat 3 dari 4 gejala utama penyakit ini atau 2 gejala utama ditambah salah satu gejala tambahan.

Penanganan

Terapi pada penyakit ini bersifat menghilangkan gejala-gejalanya. Hal ini ditujukan untuk mengembalikan keseimbangan kimia pada sistem saraf. Pemberian obat biasanya akan ditunda hingga gejala yang ditimbulkan benar-benar membutuhkan pengobatan.

Berikut terapi yang dilakukan untuk penderita penyakit Parkinson :

1. Terapi rehabilitasi

Terapi rehabilitasi dilakukan untuk mengurangi kekakuan dan nyeri pada otot pada saat bergerak. Dari terapi ini diharapkan penderita mampu untuk bergerak secara leluasa dan mempertahankan posisi tubuh dengan benar. Kekuatan pada otot juga akan dilatih agar penderita tidak bergantung dengan orang lain. Latihan berbicara akan dilakukan agar penderita mampu untuk berbicara dengan baik. Terapi ini ditujukan agar meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit ini.

2. Pengobatan

Secara garis besar, terapi pengobatan mamiliki fungsi

  • Memperbaiki tanda dan gejala pada penyakit
  • Membuat proteksi sistem tubuh terhadap penyakit
  • Merangsang fungsi sistem saraf yang masih ada

Obat – obat yang diberikan pada penderita penyakit Parkinson, di antaranya adalah :

  • Levodopa

Obat ini hampir selalu diberikan untuk penderita penyakit ini. Obat ini didalam tubuh akan diubah menjadi dopamin. Obat ini tergolong efektif karena kerjanya yang cepat untuk menghilangkan gejala pada penyakit ini. Akan tetapi, terdapat efek samping jangka panjang pada obat ini yaitu membuat tubuh melakukan gerakan yang tidak dikehendaki.  Penggunaan obat ini perlu dipantau dengan baik.

  • Agonis dopamin

Obat ini memiliki efek yang mirip dengan dopamin. Didalam tubuh obat ini tidak mengalami perubahan. Hal ini digunakan sebagai pengganti obat tunggal levodopa. Namun, efek samping meliputi kaki bengkak, mual muntah dan tidak menghambat proses penyakit parkinson.

  • Penghambat monoamin oxidasi b inhibitors (MAO-B)

Obat ini berfungsi untuk menghambat kimia otak untuk mencegah terjadinya penghancuran dopamin. Obat ini dapat digunakan sebagai kombinasi levodopa. Efek samping obat ini adalah penurunan tekanan darah dan gangguan irama jantung.

  • Antikolinergik

Obat ini bekerja dengan mengoreksi keseimbangan pada sistem saraf diotak. Efek samping obat ini adalah mulut kering dan pandangan kabur. Obat ini tidak diberikan pada penderita yang berusia lebih dari 70 tahun.

  • Penghambat catechol O-methyl transferase(COMT)

Obat ini masih tergolong baru. Fungsi obat ini adalah memperbaiki sistem saraf pada otak. Biasanya pemberian obat ini dilakukan sebagai kombinasi obat levodopa. Efek samping obat ini adalah gangguan fungsi hati, sehingga perlu dilakukan pemantauan lab pada fungsi hati. Obat ini juga dapat menyebabkan perubahan warna pada urin.

3. Terapi bedah

Penderita penyakit ini hanya dianjurkan melakukan terapi pembedahan jika gejala yang ditimbulkan penyakit ini tidak dapat lagi dikontrol.

Terdapat tiga prosedur pembedahan untuk penderita penyakit ini

  • Deep brain stimulation

Deep brain stimulation adalah proses merangsang atau menstimulasi otak dalam yang terganggu akibat penyakit ini. Proses ini juga tidak memerlukan pengancuran otak. Prosedur pembedahan ini tidak berfungsi untuk menyembuhkan, tetapi dapat mengurangi gejala pada penyakit parkinson.

  • Terapi ablasi lesi diotak

Dalam proses ini, prosedur pembedahan dilakukan dengan melakukan penghancuran di lesi otak. Tentunya, cukup tidak aman melakukan proses ini.

Nah, itu dia serba-serbi dari Penyakit Parkinson yang patut Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.