Pap Smear; Prosedur Medis untuk Tes Kanker Serviks

Pap smear pendeteksi kanker serviks
Pap Smear merupakan prosedur medis untuk memeriksa keberadaan sel kanker serviks. Kenali seluk-beluk pap smear lewat penjelasan berikut ini!

GoDok – Dengan semakin maraknya pemberitaan mengenai kanker serviks serta dampaknya bagi kesehatan, Anda tentu merasa waswas dan takut jika suatu saat diri sendiri atau salah satu anggota keluarga terkena penyakit mematikan ini. Sehingga, Anda bertanya-tanya adakah cara untuk tes kanker serviks sejak dini? Jawabannya : pap smear!

Yuk, kenali prosedur tes kanker serviks ini lebih dalam dengan menelaah penjelasan lengkap di bawah!

Tentang pap smear

Pap smear merupakan prosedur medis yang ditujukan untuk mendeteksi perkembangan abnormal sel di leher rahim (serviks) yang bepotensi tumbuh menjadi jaringan kanker.

Perlu diketahui bahwa prosedur ini disarankan bagi wanita yang pernah berhubungan seksual, apalagi jika masih berusia antara 15-49; sebab rentang usia tersebut merupakan masa paling subur pada wanita.

Berikut langkah-langkah pelaksanan pap smear sebagai cara tes kanker serviks berikut:

  1. Anda akan dibaringkan di meja pemeriksaan. Kemudian, dokter akan mengarahkan Anda untuk menekukkan lutut dan mengistirahatkan kaki di atas
  2. Setelah posisi tubuh dianggap sesuai, dokter kemudian akan memasukkan spekulum ke dalam vagina. Spekulum digunakan untuk membuka jalur agar sampel jaringan leher rahim dapat diambil.
  3. Dokter akan mengambil sedikit jaringan leher rahim untuk kemudian di teliti demi memastikan apakah ada pertumbuhan sel yang abnormal atau tidak.

(Baca: Penyakit Kanker Serviks)

Kapan saya harus melakukan tes ini?

Pada dasarnya, pap smear dianjurkan untuk setiap wanita yang pernah dan/atau aktif berhubungan seksual. Lebih lanjut, bagi mereka yang masih berusia 21-30 tahun, pap smear dapat dilakukan setiap dua tahun sekali. Sedangkan bagi wanita berusia lebih dari 30 tahun, tes ini sebaiknya dilakukan setiap tiga tahun sekali.

Jika Anda memutuskan untuk melakukan tes pap smear, maka hindarilah hubungan seksual minimal 2-3 hari sebelum waktu pelaksanaan tes. Selain itu, wanita yang sedang dalam masa haid akan disarankan untuk mengubah waktu pemeriksaan. Alasannya tidak lain karena darah haid akan menghalangi proses pengambilan sampel dari leher rahim.

(Baca: Obat Pereda Nyeri Haid Membuat Rahim Kering, Mitos atau Fakta?)

Terkait hasil tes

Perlu diketahui bahwa hasil pemeriksaan pap smear tidaklah akurat 100 persen. Penyebab kurangnya tingkat keakuratan bisa berasal dari banyak faktor, seperti kurangnya jumlah sel yang diujikan, adanya peradangan yang menutupi sel abnormal, hingga kecenderungan perkembangan sel kanker yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Namun, jika hasilnyaAnda positif, maka jangan khawatir dulu; sebab keabnormalan sel tidak selamanya mengarah pada kanker. Karenanya, dokter biasanya akan menyarankan untuk mengulangi tes 4-6 bulan kemudian. Selain itu, dokter juga akan menyarankan tes tambahan, seperti biopsi dan/atau kolposkopi demi menegakkan diagnosa yang lebih menyeluruh.

(Baca: Katakan Tidak Pada Kanker di Hidup Anda!)

Itu tadi penjelasan lengkap mengenai pap smear yang harus Anda ketahui. Jangan takut dengan prasangka bahwa pap smear akan menimbulkan rasa sakit, sebab hal tersebut tidak benar sama sekali. Memang benar prosedur ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di area panggul, namun itu hanya bersifat sementara dan akan hilang setelah tes selesai dilakukan.

Semoga bermanfaat!

 

Comments are closed.