Panduan Lari Marathon untuk Pemula

www.go-dok.com

Event yang mengusung olahraga lari, khususnya marathon, memang selalu menjadi trend dari dulu hingga kini. Karenanya, banyak orang yang kemudian berusaha untuk menjadi pelari marathon professional. Banyak alasan yang mendasarinya, mulai dari godaan besarnya hadiah yang diperebutkan, hingga keinginan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Meskipun olahraga lari bukanlah hal yang aneh di tengah-tengah masyarakat, namun bagi Anda yang tertarik dengan olahraga marathon, tetap terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Mengapa? Karena jika tidak mempersiapkan diri dari jauh hari, jarak tempuh marathon yang lumayan jauh justru dapat menyebabkan cedera dan menguras tingkat kebugaran Anda.

Nah, sebelum Anda memutuskan untuk mengikuti kegiatan lari marathon, ada baiknya Anda membaca terlebih dahulu panduan lari marathon untuk pemula berikut ini!

1. Latihan sebelum lomba dimulai

Untuk mengikuti lari marathon, Anda memerlukan stamina yang kuat. Karenanya, disarankan untuk sering-sering berlatih. Ingat, jangan langsung berlari dengan jarak yang jauh. Lakukan secara bertahap, namun konsisten. Mulailah latihan intensif Anda dengan lari sejauh 1 kilometer. Jika sudah terbiasa, mulailah menambah jarak tempuh secara bertahap hingga mencapai target lomba marathon nanti.

2. Konsisten

Jika Anda tertarik mengikuti lomba marathon, maka bersiaplah menghadapi segala konsekuensinya. Jangan biarkan rasa lelah menghentikan usaha Anda. Ingat! Komitmen Anda dalam menjaga tingkaat agar tetap konsistensi sangat berpengaruh terhadap tingkat kesusksesan lari marathon nanti.

3. Ketahuilah jarak yang dapat Anda tempuh

Tahukah Anda, bahwa ketidaksiapan peserta lari marathon akan jarak yang harus ditempuh ternyata meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung? Menurut jurnal yang ditulis Maron, Poliac, dan Roberts WO (1996), jauhnya jarak yang harus ditempuh oleh peserta marathon meningkatkan risiko penyumbatan aliran darah ke jantung. Karenanya, banyak peserta yang kemudian harus dilarikan ke rumah sakit karena menunjukkan gejala serangan jantung.

Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu jarak lomba marathon yang akan dilakoni. Jangan paksakan diri sendiri jika merasa jarak terlalu jauh. Karena, tentunya Anda tidak menginginkan hal buruk terjadi ke diri sendiri, bukan?

4. Jaga pola makan

Tiga jam sebelum lomba marathon dimulai, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan tinggi karbohidrat. Mengapa? Karena selain dapat meningkatkan tenaga sehingga tidak mudah lelah, konsumsi bahan pangan seperti oatmeal dan kentang terbukti mampu mencegah terjadinya gangguan pencernaan selama perlombaan.

5. Jangan terlalu sering minum air

Saat lomba marathon dimulai, tentu Anda akan merasa haus. Namun, tetap batasi jumlah air yang diminum, karena menurut Dr. Dennis Cardonne dari University of New York Langon Medical Center, konsumsi air berlebih saat lari marathon justru dapat menyebabkan hyponatremia atau turunnya kadar sodium dalam tubuh. Jadi, seberapa banyak air yang dapat Anda minum? Dr. Nadia Octavia menyarankan konsumsi air putih sebanyak 500-700 ml setidaknya 3 jam sebelum acara dimulai.