Otitis Media; Gejala, Penyebab, dan Penanganan

otitis media

 

 

Otitis media (OM) merupakan radang yang terjadi pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah—terutama tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.

Go Dok- Pernahkah Anda mendengar penyakit otitis media? Penyakit ini merupakan radang yang terjadi pada telinga. Lantas, apa saja bahayanya dan bagaimana cara menanganinya? Simak pemaparan khas Go Dok berikut ini!

Mengenal otitis media  

Otitis media (OM) merupakan radang yang terjadi pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah—terutama tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid. Berdasarkan durasinya, proses perjalanan penyakit ini dibagi menjadi otitis media akut (0-3 minggu), subakut (3-12 minggu), dan kronik: (>12 minggu).

Berikut epidemiologi otitis media:

  • Selain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit inimerupakan penyakit kedua yang paling sering terjadi pada anak-anak
  • Setiap tahunnya, terdapat sekitar 16 juta kunjungan pasien yang terjangkit penyakit tersebut.
  • Sekitar 70% anak usia <3tahun mengalami minimal satu kali episode otitis media
  • Lebih dari 1/3 anak-anak mengidap penyakit inilebih dari 6 kali hingga usia 7 tahun; dengan puncak insidensi pada usia 2 tahun.
Gejala

Gejala otitis media dibagi menjadi beberapa stadium, yaitu:

1. Stadium oklusi tuba

Penderita mengeluhkan telinga terasa penuh/nyeri. Biasanya, kondisi ini juga diiringi dengan kualitas pendengaran yang berkurang.

2. Stadium hiperemis

Stadium ini ditandai dengan nyeri telinga yang semakin intens, demam, rewel dan gelisah (pada bayi/anak), muntah, serta hilangnya nafsu makan.

3. Stadium supurasi

Stadium supurasi ditandai dengan gejala seperti stadium hiperemis, namun pada pemeriksaan telinga akan didapatkan gendang telinga yang membengkak.

4. Stadium perforasi

Stadium ini ditandai dengan keluarnya sekret dari liang telinga.

5. Stadium resolusi

Setelah sekret keluar dari telinga, maka intensitas keluhan akan perlahan berkurang (suhu turun, nyeri mereda, dan bayi/anak menjadi lebih tenang). Namun, waspada! Bila telinga terus-menerus mengeluarkan sekret, maka penderita akan mengalami kemunduran fungsi pendengaran.

Penyebab

Walaupun penyebab utama otitis media adalah gangguan pada anatomi tuba eustachius; namun, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh menurunnya sistem imunitas.

Seperti yang sudah Anda ketahui, tuba eustachius merupakan saluran penghubung hidung dan telinga. Ketika tersumbat, mikroba yang terdapat pada nasofaring dan faring dapat masuk ke telinga tengah sehingga menimbulkan radang. Inilah mengapa infeksi saluran napas atas menjadi salah satu penyebab utama otitis media akut (OMA). Pada anak-anak, posisi tuba yang lebih horizontal ternyata meningkatkan risiko penyumbatan ketika sedang mengalami ISPA.

Terdapat beberapa mikroba yang menjadi penyebab penyakit ini, yaitu:

  • Streptococcus pneumoniae (hingga 40%)
  • Haemophilus influenza (25-30%), terutama pada anak <5 tahun
  • Streptococcus haemolyticus
  • Staphylococcus aureus
  • Streptococcus anhemolytlcus
  • Moraxella catarrhalis (10-20%)
  • Eschericia coli
  • Proteusvulgaris
  • Pseudomonas aeruginosa.

Khusus pada anak-anak usia <2 tahun, penyakit ini disebabkan oleh virus:

  • Respiratory syncytial virus(RSV)
  • Mononucleosis
  • Campak.
Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berisiko terjangkit penyakit ini, seperti:

  • Usia dini (bayi dan anak-anak)
  • Infeksi saluran napas atas secara berulang
  • Menyusu dari botol dalam posisi berbaring
  • Kelainan kongenital, misalnya sumbing langit-langit atau sindrom Down
  • Sering terpapar asap rokok
  • Alergi
  • Tingkat sosio-ekonomi yang rendah.
Diagnosis & Pemeriksaan

Dalam mendiagnosis otitis media, biasanya dokter melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik menggunakan otoskop. Meskipun umumnya pemeriksaan penunjang tidak perlu dilakukan; namun dalam beberapa kasus, penderita bisa saja dianjurkan untuk menjalani tes darah perifer lengkap, kultur darah saat demam tinggi, dan kultur sekret telinga untuk mengetahui bakteri penyebab.

Lantas, bagaimana dengan kasus otitis media yang tergolong kronis dan telah memicu komplikasi? Maka, dokter dapat menyarankan pemeriksaan radiologi—seperti CT scan atau MRI.

Penanganan

Perlu diketahui, penanganan penyakit ini didasarkan pada stadiumnya. Berikut paparan lengkapnya:

  1. Pada penderita stadium oklusi tuba, dokter akan melakukan terapi untuk membuka kembali saluran tuba eustachius dan memberikan obat dekongestan, seperti Pseudoephedrinatau Tripolidine
  2. Penderita stadium hiperemis atau supuratif akan memerlukan tindakan bedah minor miringotomi, di mana gendang telinga yang membengkak akan ditoreh dengan pisau steril untuk mengeluarkan cairan di dalamnya. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah komplikasi; sebab, jika dibiarkan stadium ini akan berkembang menjadi stadium perforasi—kondisi di mana lubang yang terbentuk pada gendang telinga menjadi tidak beraturan dan sulit disembuhkan.
  3. Penderita stadium perforasi akan diberikan obat cuci telinga H2O2 3%. Umumnya, obat diberikan sebanyak 3 kali sehari (4 tetes di telinga yang sakit dan didiamkan selama 2 – 5 menit). Selain itu, penderita juga dapat menggunakan asam asetat 2%, atau tetes antibiotik ofloxacinsebanyak 2 kali sehari (5 – 10 tetes di telinga yang sakit selama maksimal 2 minggu).
  4. Obat antibiotik minum diberikan apabila pemberian obat lokal tidak berpengaruh. Sedangkan untuk demam, dokter biasanya meresepkan obat penurun panas.

Sebagai langkah pencegahan penyakit ini, bayi perlu mendapatkan ASI—minimal 6 bulan hingga 2 tahun. Selain itu, jauhkan mereka dari paparan asap rokok berlebih.

Komplikasi

Otitis eksterna terletak sangat dekat dengan tulang-tulang dasar tengkorak. Sehingga, infeksi yang tidak terobati dengan baik dapat menginfeksi jaringan sekitarnya dan menimbulkan komplikasi, seperti:

  1. Komplikasi intra-temporal, meliputi Labirinitis, Paresis nervus fasialis, Petrositis, atau Hidrosefalus.
  2. Komplikasi ekstra-temporal/intracranial, meliputi Abses subperiosteal, Abses epidura, Abses perisinus, Abses subdura, Abses otak, Meningitis, Trombosis sinus lateral, atau Sereberitis.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.

NY/NA/MA

Referensi