Otitis Eksterna; Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Otitis eksterna

Otitis eksterna (OE) merupakan kondisi radang pada telinga luar, liang telinga, dan/atau keduanya yang bersifat akut maupun kronik. Gejala utamanya adalah rasa sakit pada daun telinga saat dipegang atau ditarik ke belakang.

Go Dok- Pernahkah Anda mendengar penyakit otitis eksterna? Penyakit ini merupakan infeksi yang terjadi pada liang telinga. Lantas, apa saja bahayanya dan bagaimana cara menanganinya? Simak pemaparannya melalui artikel khas Go Dok berikut ini!

Mengenal otitis eksterna

Otitis eksterna (OE) merupakan kondisi radang pada telinga luar, liang telinga, dan/atau keduanya yang bersifat akut maupun kronik. Meskipun penyakit ini umumnya sering menyerang perenang; namun, tidak menutup kemungkinan individu yang memiliki riwayat alergi juga dapat terserang penyakit serupa.

Berikut beberapa jenisnya yang perlu Anda ketahui:

  1. Otitis eksterna akut
    1. Otitis eksterna akut difus (Swimmer’s Ear)
    2. Otitis eksterna akut sirkumskripta, yaitu infeksi folikel rambut yang menyebabkan bisul (furunkel) di liang telinga luar.
  2. Otitis eksterna kronik (>6 Minggu)
  3. Otitis eksterna ekzematoid yang merupakan manifestasi dari kelainan dermatologis, seperti dermatitis atopik, psoriasis, atau SLE.
  4. Otitis eksterna maligna (Nekrotikans)
  5. Otitis eksterna fungal/jamur (Otomikosis)

Pada umumnya, penyakit ini tidak berbahaya. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini berpotensi menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa.

Gejala

Gejala utama yang dirasakan penderita adalah rasa sakit pada daun telinga saat dipegang atau ditarik ke belakang. Selain itu, penderita juga akan merasakan beberapa gejala lain, seperti:

  • Otalgia (nyeri telinga) ringan atau berat yang berlangsung 1-2 hari
  • Gangguan pendengaran
  • Rasa penuh atau tertekan pada telinga
  • Kemerahan, bengkak, dan penyempitan liang telinga
  • Tinnitus (telinga berdenging)
  • Demam
  • Gatal (terutama pada kasus OE jamur atau OE kronis)
  • Nyeri dalam yang menyerang penderita dengan riwayat gangguan kekebalan tubuh (menandakan adanya kasus OE nekrotikans)
  • Keluarnya cairan bening (perlahan cairan akan terlihat menguning, mengental, serta berbau busuk)
  • Selulitis pada wajah atau leher (limfadenopati leher ipsilateral)
  • Riwayat paparan atau aktivitas di air secara rutin, seperti berenang atau berselancar
  • Riwayat trauma pada telinga, seperti luka saat membersihkan telinga terlalu keras dengan cotton bud.
Penyebab

Penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur (Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, Eschericia coli, Difteroid, virus Varicella zoster, serta jamur Candida atau Aspergilus)

Penasaran bagaimana infeksi jamur dan bakteri bisa menyebabkan otitis eksterna? Umumnya, penyakit ini didahului dengan faktor predisposisi, seperti perubahan pH di liang telinga. Singkatnya, ketika pH di liang telinga mencapai tingkat basa, maka fungsi proteksinya akan menurun. Akibatnya, telinga menjadi hangat dan lembap sehingga memudahkan jamur dan kuman untuk berkembang dan menginfeksi.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang berisiko terjangkit penyakit ini, seperti:

  • Perubahan pH di liang telinga akibat penggunaan zat kimia atau obat telinga secara sembarangan
  • Kondisi liang telinga yang hangat dan lembap
  • Trauma ringan saat mengorek telinga
  • Maserasi telinga
  • Tidak adanya serumen.
Diagnosis & Pemeriksaan

Demi mendiagnosis penyakit ini, biasanya dokter melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik menggunakan otoskop. Bila diperlukan, dokter dapat pula menganjurkan pemeriksaan penunjang—terutama jika pengobatannya dinilai tidak efektif atau ketika penyakit ini menyerang individu dengan gangguan sistem imun.
Pemeriksaan penunjang yang dimaksud meliputi:

  • Pewarnaan gram dan kultur dari cairan liang telinga
  • Tes gula darah
  • Analisa urin
  • Radiologi, seperti CT scan atau MRI. Kedua tes dilakukan jika diduga terdapat infeksi invasif, misalnya pada otitis eksterna nekrotikans (ganas) atau infeksi pada tulang mastoid.
Penanganan

Fokus utama dalam pengobatan penyakit ini adalah menangani rasa nyeri, membersihkan cairan, serta mengurangi bengkak dan infeksi dengan pemberian obat tetes.

Dalam proses pengobatan, dokter menggunakan pengisap atau kapas yang dibasahi dengan larutan H2O2 3%. Selain itu, dokter juga akan menggunakan antiseptik, seperti povidon iodine, salep ikhtiol atau antibiotic Polymixin B; serta basitrasin untuk otitis eksterna sirkumskripta. Sedangkan untuk infeksi yang lebih berat, pasien biasanya diresepkan obat antibiotik minum.

Demi penanganan otitis eksterna fungal, dokter akan memberi obat jamur tetes atau salep antijamur selama + 1 minggu. Sementara itu, penanganan bedah dapat dilakukan pada otitis eksterna nekrotikans (ganas) atau otitis eksterna yang membentuk abses pada telinga.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Penderita disarankan untuk tidak mengorek telinga dengan bantuan apapun. Selain itu, penderita juga sebaiknya tidak melakukan aktivitas di air agar telinga tetap kering dan penyakit tidak berulang.

Komplikasi

Otitis eksterna yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

  1. Timbulnya abses.
  2. Infeksi kronik liang telinga.
  3. Munculnya jaringan parut.
  4. Stenosis (penyempitan) liang telinga.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

 

NY/NA/MA

Referensi