Neuropati Diabetes; Penyebab, Gejala dan Penanganan

neuropati diabetes

Neuropati diabetes sendiri dapat dipahami sebagai gangguan saraf yang diakibatkan oleh diabetes. Ternyata, kondisi ini merupakan komplikasi diabetes yang paling umum terjadi; karena menimpa setidaknya 50% dari total pasien dengan DM (Diabetes Mellitus) tipe 1 maupun tipe 2.

GoDok- Sudahkah Anda mengenal penyakit yang satu ini? Jika belum, yuk, kenali lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut ini!

Mengenal neuropati diabetes

Sebelum menginjak pada pembahasan mengenai neuropati diabetes, ada baiknya Anda kenali terlebih dahuu apa itu nueropati. Nyatanya, istilah ini mengacu pada segala macam gangguan fungsional dan perubahan patologis pada sistem saraf tepi. Penyebabnya dapat diketahui (mis, arsenik, diabetes, iskemik, atau neuropati traumatis) atau tidak diketahui.

Nah, neuropati diabetes sendiri dapat dipahami sebagai gangguan saraf yang diakibatkan oleh diabetes. Ternyata, kondisi ini merupakan komplikasi diabetes yang paling umum terjadi; karena menimpa setidaknya 50% dari total pasien dengan DM (Diabetes Mellitus) tipe 1 maupun tipe 2.

Pada pasien dengan DM tipe 1, keluhan gangguan saraf biasanya muncul bertahun-tahun sejak gula darah pasien tidak terkontrol. Namun, pada penderita DM tipe 2 keluhan saraf dapat muncul lebih cepat; bahkan bisa muncul sejak pasien pertama kali terdiagnosis diabetes.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, neuropati diabetes dapat mengurangi kualitas hidup pasien. Bagaimana tidak! Kondisi ini kerap memicu beberapa keluhan khas, seperti rasa kebas (baal) pada tangan dan kaki yang sering disebut dengan stocking and glove neuropati; kelemahan secara motoric yang menyebabkan penderita kehilangan keseimbangannya akibat dari indera peraba dan perasa menjadi tumpul; hingga gangguan pada sistem saraf otonom yang menyebabkan berdebar, mual, diare, dan keringat berlebihan. Belum lagi komplikasi sekunder yang dapat muncul, seperti kaki diabetic -kondisi yang membuat pasien tidak mampu berjalan dan rentan mengalami infeksi menyeluruh.

Penyebab

Hingga kini, belum ditemukan hasil studi yang dapat menggambarkan hubungan antara diabetes dengan kerusakan saraf. Namun, didapat kesimpulan bahwa kadar gula darah yang terkontrol terbukti dapat mencegah dan/atau memperlambat perkembangan neuropati diabetes; terutama pada pasien diabetes tipe 1.

Faktor resiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang rentan menderita neuropatic diabetes:

  • Kontrol glikemik yag buruk
  • Usia lanjut
  • Hipertensi
  • DM berkepanjangan
  • Dislipidemia
  • Merokok
  • Asupan alkohol berlebih
Gejala

Apa saja gejala timbul pada kasus neuropati disorder? Berikut daftar lengkapnya:

  • Mati rasa atau kehilangan indera perasa (umumnya didahului oleh bagian kaki,lalu tangan)
  • Nyeri seperti tertusuk benda tajam, atau rasa terbakar yang timbul-tenggelam
  • Kelemahan otot
  • Tekanan darah rendah; pasien umumnya mengeluhkan pusing saat merubahposisi dengan cepat dari duduk atau berbaring
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Disfungsi ereksi
  • Mual atau muntah
  • Kesulitan menelan
  • Sembelit atau diare
Diagnosis

Untuk menentukan apakah seseorang terkena neuropatik diabetes atau tidak, dokter umumnya akan mewawancarai pasien terkait beberapa hal -seperti keluhan, riwayat penyakit, dan faktor resiko. Selain itu, dokter juga akan menyarankan pemeriksaan fisik guna menilai kualitas saraf pasien. Jika hasil yang didapat dirasa masih kurang komprehensif, maka beberapa tes penunjang bisa saja dilakukan, seperti tes gula darah puasa, HbA1c, darah lengkap, tes fungsi ginjal, dan tes fungsi hati.

Penanganan

Perlu diketahui bahwa neuropatik diabetes tidak dapat disembuhkan; jelasnya, sekali seseorang menderita kondisi ini, maka gejalanya akan terus menetap. Jadi, prinsip penanganannya adalah untuk mencegah kondisi ini agar tidak semakin memburuk.

Lantas, langkah apa saja yang dapat ditempuh? Berikut penjabaran lengkapnya:

  • Mengontrol diabetes; usahakan agargula darah selalu pada tingkat normal
  • Pertahankan tekanan darah normal
  • Berolahraga secara teratur(sesuai rekomendasi dokter)
  • Berhenti merokok
  • Batasi jumlah asupan alkohol.
  • Memperbanyak konsumsi makanan sehat dan hindari peningkatan kadar trigliserida dalam darah
  • Pertahankan berat badan ideal
  • Follow up dan control rutin ke dokter

Mengontrol diet dan nutrisi merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah maupun memperbaiki komplikasi sekunder diabetes, termasuk neuropati diabetes. Karenanya, pasien dengan penyakit ini disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter umum untuk mengembangkan diet realistis guna menurunkan gula darah dan meminimalkan fluktuasi glukosa darah dalam jumlah besar.

Pasien dengan penyakit ini didorong untuk tetap beraktivitas seaktif mungkin. Namun, selalu pastikan bahwa durasi, frekuensi, serta jenis olahraga yang dipilih sudah terlebih dahulu didiskuiskan dengan dokter. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko cedera atau luka.

Lebih lanjut, pentingnya perlindungan dan perawatan kaki pada pasien yang sudah mulai kehilangan fungsi sensorinya harus ditekankan. Karenanya, jika Anda memiliki kerabat dengan kondisi ini, maka selalu ingatkan ia untuk memotong kuku kaki dengan sangat hati- hati, menjaga kebersihan sepatu atau sendal yang dipakai, serta mengonsultasikan setiap luka atau infeksi dengan dokter.

Perlu diketahui bahwa penyakit ini sering berhubungan dengan retinopati diabetes dan nefropati -yaitu gangguan pada retina dan ginjal. Karenanya, pasien dengan neuropati diabetes harus mengonsultasikan kesehatannya secara rutin untuk mengevaluasi fungsi organ mata dan ginjal.

Dari penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penanganan neuropati diabetes melingkupi:

  • Perawatan kaki, termasuk follow up reguler, edukasi pasien, dan rujukan yang sesuai. Hal ini berfungsi untuk mencegah munculnya komplikasi lebih lanjut, yaitu kaki diabetic.
  • Kontrol gula darah yang ketat dan stabil. Hal ini penting dilakukan untuk memperlambat perkembangan neuropati.
  • Manajemen nyeri (misalnya dengan obat-obatan jenis pregabalin, gabapentin, natrium valproat, dekstrometorfan, morfin sulfat, tramadol, oksikodon, duloxetine, capsaisin topikal, lidokain transdermal)
  • Pengobatan gastroparesis diabetes -alternatif pengobatan yang menyebabkan pelambatansistem pencernaan pasien, umumnya memicu beragam keluhan (seperti mual, muntah, dan rasa begah pada perut). Pengobatan dilakukan dengan memberikan obat -seperti metocloperamide, domperidone, atau eritromisin cisaperide- yang bekerja dengan cara mempercepat gerak usus dan pengosongan lambung.

Jika memang diperlukan, maka prosedur pembedahan bisa saja dilakukan. Berikut beberapa jenisnya:

  • Debridement, atau amputasi agresif, untuk kaki yang sudah terinfeksi atau sudah mati (nekrosis).
  • Jejunostomy (pemotongan usus halus), untuk gastroparesis yang sulit diobati.
  • Implan penis, untuk impotensi yang sedang berlangsung.
  • Transplantasi pancreas untuk diabetes dengan stadium akhir penyakit ginjal.
  • Penggunaan sepatu khusus, atau, dalam beberapa kasus pembedahan untuk kaki Charcot yang adalah patah tulang telapak kaki akibat kelemahan saraf yang muncul menyebabkan otot kaki tidak dapat bekerja dengan normal.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.