Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Kusta

mitos dan fakta seputar penyakit kusta
Meskipun sudah banyak penelitian terkait kusta, masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya pada mitos tidak berdasar mengenai penyakit menular yang satu ini. Simak Penjelasannya!

GoDokMitos dan Fakta Seputar Penyakit Kusta – Kusta, atau dikenal juga dengan istilah ‘lepra’, adalah penyakit jangka panjang yang menyerang beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata.

Apa saja gejalanya?

Gejala penyakit kusta sendiri sangat beragam, seperti:

  • Kulit yang terinfeksi akan mengalami mati rasa sehingga tidak dapat merasakan suhu ataupun sentuhan.
  • Muncul bercak-bercak bundar berwarna merah dan putih
  • Otot (biasanya tangan, jari, kaki, muka, dan mata) menjadi lemah dan lumpuh
  • Otot mengalami atrofi (penyusutan)
  • Pembesaran saraf tepi, terutama di sekitar siku dan lutut.
  • Gangguan pada fungsi kelenjar keringat yang menyebabkan kulit menjadi tipis dan mengkilap.
  • Rontoknya alis rambut

(Baca: Rabies – Gejala, Penyebab dan Penanganannya)

Mitos dan fakta seputar penyakit kusta

Meskipun sudah banyak penelitian terkait kusta, masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya pada mitos tidak berdasar mengenai penyakit menular yang satu ini. Berikut Go Dok paparkan 5 mitos yang salah mengenai kusta, beserta dengan fakta medisnya :

1. Mitos:Kusta merupakan penyakit kutukan dan turun temurun

Faktanya, hal ini salah, sebab sejatinya kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Memang, risiko menderita kusta akan semakin besar jika salah satu anggota keluarga terkena penyakit ini. Namun, bukan berarti kusta bersifat turun temurun; karena penyebarannya dapat diminimalisir dengan meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, sistem imun tubuh yang kuat juga turut menurunkan risiko Anda terkena penyakit yang satu ini.

2. Mitos:Kusta sangat mudah menular

Faktanya, hal ini salah! Kusta tidak akan mudah menular, kecuali jika Anda melakukan kontak berulang dengan penderita. Banyak yang percaya bahwa  kusta dapat menular dengan mudah karena penyebarannya bisa melalui udara. Benarkah seperti itu? Salah! Anda baru akan tertular kusta jika terbukti melakukan kontak langsung yang berulang dengan penderita; seperti penggunaan pakaian atau handuk bersama.

(Baca: Mitos VS Fakta Seputar Rambut)

3. Mitos: Kusta tidak dapat disembuhkan

Faktanya, hal ini pun salah! Penderita kusta dapat sembuh secara total jika mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Ternyata, mitos yang mengatakan bahwa kusta tidak dapat disembuhkan merupakan kepercayaan yang salah besar. Buktinya, dengan terapi multiobat (Multi Drug Therapy/MDT) yang mendapatkan pengawasan langsung dari dokter, kusta dapat disembuhkan secara total. Memang, diperlukan ketelatenan dalam mengobati penyakit ini. Karenanya, kerabat atau keluarga terdekat pasien seringkali disarankan untuk selalu memantau proses pengobatan agar infeksi tidak terjadi secara berulang.

4. Mitos: Kusta tidak menimbulkan komplikasi serius

Faktanya, hal ini lagi-lagi salah! Kusta yang tidak segera ditangani dapat memicu beberapa komplikasi serius, termasuk cacat anggota tubuh. Jangan anggap remeh penyakit kusta! Sebab jika tidak ditangani dengan segera, pasien akan berisiko besar mengalami komplikasi kesehatan yang serius; seperti kerusakan saraf, kemunduran fungsi penglihatan, hingga cacat permanen di beberapa bagian tubuh.

(Baca: Serba Serbi Merkuri)

Nah, itu tadi 4 mitos dan fakta seputar penyakit kusta yang berkembang di tengah-tengah masyarakat; beserta dengan penjelasan lengkap mengenai fakta medisnya. Ingat! Jika Anda atau anggota keluarga mengalami satu atau banyak gejala kusta, maka segera konsultasikan kesehatan ke dokter atau rumah sakit terdekat. Semoga bermanfaat!