Miliaria; Penyabab, Gejala dan Penanganan

Miliaria

 

 

Miliaria, yang dalam istilah sehari-hari disebut pula biang keringat, adalah kelainan pada saluran kelenjar keringat.

Go Dok- Miliaria- Pernahkah Anda mengalami biang keringat? Hampir semua orang, khususnya mereka yang banyak berkeringat, pernah mengalami kondisi yang satu ini. Tentunya Anda sepakat, bahwa kemunculan biang keringat amat mengganggu karena terkadang terasa perih dan ruam kemerahannya semakin menyebar. Untuk mencegah terjadinya penyakit yang satu ini,  akan lebih baik jika Anda mengenal gejala, penyebab, serta langkah pencegahan yang tepat melalui penjelasan berikut ini!

Mengenal miliaria

Miliaria, yang dalam istilah sehari-hari disebut pula biang keringat, adalah kelainan pada saluran kelenjar keringat. Kelainan ini terjadi akibat pengaruh dari kondisi panas, kelembapan yang meningkat, serta kondisi lain yang menyebabkan keluarnya keringat secara berlebihan. Secara khusus, para ahli menduga bahwa miliaria disebabkan oleh penyumbatan saluran kelenjar keringat, yang menyebabkan perembesan kelenjar keringat ke wilayah kulit bagian luar dan dalam. Paparan sinar ultraviolet, organisme pada kulit, dan keringat berlebihan juga disebut sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Miliaria terbagi menjadi tiga jenis yaitu miliaria kristalina, miliaria rubra, dan miliaria profunda.

Jenis yang paling sering Anda jumpai adalah millaria kristalina, umumnya menimpa bayi dengan rentang usia 0 – 28 hari (4,5% menurut data dunia). Kondisi ini umumnya menyerang individu yang tengah mengalami demam atau yang baru saja berpindah ke daerah beriklim panas dan lembap. Tak hanya pada bayi, millaria jenis ini dapat pula menyerang orang dewasa.

Sementara itu, untuk kasus miliaria rubra, statistiknya adalah sebanyak 4% kasus pada bayi yang berusia 0-28 hari. Di Amerika Serikat, miliaria rubra dapat terjadi pada bayi maupun orang dewasa yang pindah ke lingkungan yang panas dan lembap, dan menimpa sekitar 30% orang yang terpapar dengan kondisi lingkungan tersebut.

Penyebab

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit ini terjadi akibat penyumbatan saluran kelenjar keringat. Hal ini merupakan kondisi yang cukup sering ditemukan pada kondisi panas dan lembap, dan paling mudah menjangkiti bayi. Biasanya, dalam kondisi seperti itu, pakaian bayi yang terlalu hangatlah yang kemudian menyebabkan suhu badannya meningkat sehingga mengeluarkan keringat yang berlebih. Karenanya, bayi dianjurkan untuk berpakaian seperti orang dewasa dalam suatu iklim, di mana bayi akan merasa lebih nyaman dengan cara ini. Tangan dan kaki bayi mungkin saja teraba dingin, tetapi hal itu tidak berarti bahwa mereka harus berpakaian terlalu hangat pada cuaca panas.

Penyakit ini dapat pula ditemukan pada rumah sakit. Umumnya, kondisi ini didapati pada punggung pasien yang berbaring terlalu lama di tempat tidur, yang tidak dapat bergerak bebas, atau yang terlalu banyak berkeringat akibat penyakit infeksi.

Gejala

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa terdapat tiga jenis miliaria, di mana ketiganya memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah gejala  berdasarkan jenisnya :

1. Miliaria kristalina

  • Timbul jaringan kulit abnormal yang berbentuk benjolan, tampak seperti lepuhan pada kulit luar yang berdiameter kurang lebih 1-2 mm dan tersebar pada bagian tubuh tertentu.
  • Jaringan kulit yang terkena penyakit ini akan terkonsentrasi pada bagian tubuh tertentu, tanpawarna  kemerahan di sekitarnya.
  • Pada bayi, hal ini biasanya terjadi pada bagian kepala, leher, dan badan.
  • Pada orang dewasa, hal inilebih sering terjadi pada badan.
  • Benjolan pada kulit yang terkena penyakit ini dapat pecahdengan mudah.

2. Miliaria rubra

  • Kulit yang terkena penyakit ini terlihat penonjolan disertai dengan kemerahan dan benjolan yang mudah pecah.
  • Jaringan kulit yang terkena penyakit ini tidak terkonsentrasi pada bagian tubuh tertentu, namun disertai dengan warna kulit kemerahan.
  • Pada orang dewasa, gejalaseringkali muncul pada kulit yang tertutup akibat gesekan, seperti leher, kulit kepala, badan, dan lipatan-lipatan
  • Pada tahap akhir, tubuh penderita tidak akan dapat mengeluarkan keringat secara normal. Jika sudah begitu,maka tubuh tidak akan dapat mendinginkan diri. Hal ini menyebabkan panas berlebihan pada tubuh yang dapat berakibat fatal.

3. Miliaria profunda

  • Terdapat penonjolan kulit berwarna daging yang  berdiameter 1-3 mm dan tersebar merata.
  • Kelainan kulit ini terjadi terutama terjadi pada bagian badan, tetapi dapat muncul di bagian ujung tubuh seperti tangan dan kaki.
  • Gejala  jenis ini biasanya bersifat sementara dan terjadi setelah penderita melakukan aktivitas yang merangsang  keringat di lingkungan yang panas dan lembap. Gejala akan bertahan kurang dari 1 jam setelah kondisi panas yang berlebihan berakhir.
  • Pada kasus yang parah, hal inidapat menyebabkan suhu tubuh sangat meningkat, pusing, kelemahan, pusing, hingga kolaps.
Diagnosis

Secara umum, penyakit ini cukup mudah untuk didiagnosis, melalui pengamatan pada tanda dan gejala, maupun gambaran klinis dari seseorang yang menderita penyakit ini. Diskusikanlah dengan dokter mengenai keluhan Anda secara mendetail. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan pada kulit Anda untuk memastikannya. Dalam beberapa kasus, akan dilakukan pula pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan pada sel kulit jika diperlukan.

Komplikasi

Penyakit komplikasi merupakan penyakit yang datang sebagai akibat dari penyakit utamanya, yang dalam kasus ini adalah biang keringat. Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat terjadi jika miliria dibiarkan secara terus-menerus :

  • Infeksi sekunder padar kulit,
  • Intoleransi terhadap panas,
  • Anhidrosis asthenia tropis. Tubuh penderita tidak dapat mengeluarkan keringat secara normal dan dapat berakibat fatal.
Pencegahan

Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan :

  • Hindari aktivitas yang membuat tubuh mengeluarkan keringat berlebihan. Jika sulit menghindarinya (misalkan Anda seorang atlit), dinginkanlah badan yang berkeringat pada ruangan bersuhu dingin. Hal ini dinilai dapat membantu mengurangi keringat yang berlebihan.
  • Hindari penggunaan pakaian yang berbahan tebal,
  • Hindari tekanan yang dapat membuat kulit mengalami gesekan dari pakaian,
  • Gunakan pakaian yang longgar dan dapat menyerap keringat,sehingga kulit Anda dapat bernapas,
  • Kompres air dingin dapat Anda terapkan pada kulit yang mengalami peradangan akibat penyakit ini. Hal ini terbukti cukup membantu untuk membuat suhu tubuh menjadi dingin.
  • Hindari penggunaan obat krim kulit yang merangsang penyakit ini
Penanganan

Penanganan pada penyakit ini bertujuan untuk mengurangi dan menghilangkan gejala yang timbul. Selain itu, pengobatan juga ditujukan untuk mencegah keluarnya panas tubuh yang berlebihan. Berikut adalah beberapa obat yang dapat diberikan pada penderitanya :

  • Losion yang mengandung kalamin, yangdiduga efektif untuk menghilangkan rasa tidak nyaman yang timbul pada penderita. Namun, karena efek sampingnya, Anda kemungkinan juga memerlukan penggunaan obat emolien untuk penanganan lanjutan.
  • Steroid topikal dengan resep dokter.Pada kasus tertentu, dokter akan meresepkan steroid topikal ringan yang dapat memberikan kelegaan pada kulit guna mengurangi gejala penyakit ini.
  • Jika dokter menduga bahwa penyakit ini disebabkan oleh infeksi, maka akan diresepkan antiseptik ataupun antibiotik guna menghambat pertumbuhan bakteri.

Itu tadi penjelasan lengkap mengenai miliaria, termasuk komplikasi serta pengobatannya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.