Migrain; Peyebab, Gejala, Pencegahan dan Penanganan

migrain

Migrain, alias sakit kepala sebelah biasanya ditandai dengan sakit kepala yang berdenyut, hanya pada satu sisi kepala dengan rentang waktu tertentu.

GoDok - Pernahkah Anda merasakan sakit kepala hebat yang hanya terjadi pada salah satu sisi kepala ? Kanan atau kiri? Hali itu secara umum disebut migrain, dan dapat terjadi pada siapa saja. Untuk pencegahannya sejak dini, mari simak penjelasan lengkap mengenai gejala dan penyebabnya berikut ini!

Mengenal migrain

Migrain, alias sakit kepala sebelah merupakan gangguan yang cukup umum ditemukan pada sebagian besar individu yang mengalami sakit kepala. Hal ini ditandai dengan sakit kepala yang berdenyut, hanya pada satu sisi kepala dengan rentang waktu tertentu. Penyakit ini dapat menyerang berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Penyakit ini merupakan suatu keluhan yang paling umum dalam dunia medis, tergolong kompleks, dan terjadi berulang kali. Dulu, penyakit ini dianggap sebagai kelainan yang dihasilkan akibat penyempitan pembuluh darah, namun saat ini telah digolongkan sebagai penyakit yang terkait dengan sistem saraf. Terdapat berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya migrain, seperti lingkungan dan perilaku seseorang dalam kesehariannya.  Berikut adalah sederet  fakta mengenai statistik migrain di dunia :

  • Di Amerika Serikat, lebih dari 30 juta orang mengalaminya per tahun.
  • Dilaporkan sebanyak 75% dari semua orang yang mengalami migrain adalah perempuan.
  • Puncak dari serangannya  terjadipada usia produktif penderitanya, yaitu  20 tahun.
  • Angka kejadian migrain dengan aura meningkat pada anak laki-laki pada usia 5 tahun dan anak perempuan pada usia 12-13 tahun.
  • Angka kejadian penyakit initanpa aura mencapai puncaknya pada anak laki-laki usia 10-11 tahun dan pada anak perempuan pada usia 14-17 tahun.
  • Perbandingan angka kejadian penyakit ini antara perempuan dibandingkan laki-laki adalah 3:1
Penyebab

Hingga saat ini, penyebab migrain belum dapat dipastikan. Para ahli masih melakukan pengamatan klinis dan investigasi dari berbagai faktor kemungkinan penyebab penyakit ini. Suasana yang tegang dan kondisi emosional seringkali muncul sebelum penyakit ini terjadi. Di samping itu, faktor genetik juga diduga berperan kuat sebagai salah satu penyebabnya.

Banyak faktor yang berperan sebagai pemicu terjadinya penyakit ini. Berikut adalah beberapa kemungkinan yang dapat menjadi penyebabnya:

  • Perubahan hormon pada wanitayang memiliki riwayat penyakit migrain. Para wanita dalam golongan ini umumnya menyebabkan sakit kepala sebelum atau selama periode menstruasi
  • Obat-obatanTerapi hormonal, seperti obat pengganti hormon dapat memperparah penyakit migrain yang sudah diidap. Beberapa kasus dilaporkan terjadi pada wanita yang tengah menjalankan pengobatan hormonal ini.
  • Makanan asin dan olahan. Makanan seperti keju, makanan siap saji, dan makanan olahan dapat memicu terjadinya penyakit ini.
  • Minuman tertentu. Alkohol dan kopi dilaporkan dapat memicu terjadinya penyakit ini.
  • Stres, baik yang diakibatkan oleh pekerjaan maupun kejadian di rumah, disinyalir dapat menyebabkan migrain.
  • Cahaya yang berlebihan, silau matahari dan suara yang terlalu keras dapat memicu penyakit ini.
  • Konsumsi rokok yang berlebihan telah dilaporkan dapat memicu serangan migrain.
  • Perubahan jadwal tidur.Pada beberapa kasus, beberapa individu yang jadwal tidurnya tidak teratur telah dilaporkan mengalami migrain.
  • Faktor lingkungan, seperti perubahan cuaca, iklim, hingga kelembapan dapat memicu penyakit ini.
Gejala

Pada penderita penyakit ini sakit kepala yang dirasakan biasanya disertai dengan sensasi berdenyut. Sakit kepala ini dapat menjadi semakin memburuk. Pada sebagian kecil kasus dilaporkan penyakit ini dapat mengenai kedua sisi wajah walaupun jarang. Tidak individu yang menderita penyakit ini memiliki keluhan yang sama. Gejalanya  dapat berlangsung antara 4 jam maupun tiga hari.

Berikut ini adalah tanda gejala seseorang yang terserang migrain, diantaranya:

  1. Nyeri kepala, yang dirasakan dengan tingkat sedang hingga berat
  2. Nyeri yang dirasakan umumnya hanya mencakup satu sisi kepala. Namun, pada sebagian kecil kasus dilaporkan dapat terjadi pada dua sisi kepala.
  3. Sakit kepala yang disertai dengansensasi berdenyut
  4. Sensasi nyeriyang diperparah oleh aktivitas fisik
  5. Sakit kepala yang teramat sangat, hingga membatasi aktivitas sehari-hari
  6. Rasa mual, dengan ataupun tanpa muntah
  7. Rasa takut pada cahaya
  8. Sakit kepala yang menyerang biasanya akan mengalami perbaikan pada siang hari atau setelah istirahat. Kebanyakan penderita mengeluhkan rasa lelah dan lemah yang terjadi setelah serangan
  9. Penglihatan menjadi kabur
  10. Kehilangan kesadaran atau pingsan pada beberapa kasus.
Diagnosis

Jika Anda mengalami beberapa dari gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Jangan mengatasinya dengan obat sakit kepala secara berlebihan, karena dapat membuat penanganan selanjutnya menjadi lebih sulit. Meskipun begitu, mengonsumsi obat migrain direkomendasikan sebagai penanganan awal (sebelum ke dokter).

Bila sakit kepala yang dialami oleh penderita terjadi berulang kali, hal ini menjadi petunjuk dokter untuk menegakkan suatu diagnosis. Diskusikanlah secara mendetail mengenai gejala yang Anda alami kepada dokter. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terkait keluhan tersebut, guna menyingkirkan kemungkinan penyebab penyakit lainnya. Jika diperlukan, akan dilakukan pula pemeriksaan laboratorium.

Diagnosis harus segera dilakukan dan pertolongan harus didatangkan secepat mungkin, jika penderita mengalami ciri dan gejala berikut ini :

  • Terdapat kelemahan maupun kelumpuhan pada satu atau kedua sisi wajah dan atau tubuh
  • Kesulitan berbicara
  • Sakit kepala hingga terasa sakit yang belum pernah dialami sebelumnya
  • Sakit kepala disertai demam tinggi
  • Sakit kepala disertai leher kaku
  • Kejang
  • Penglihatan ganda
Pencegahan

Terdapat berbagai macam langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk terhindar dari penyakit ini. Salah satu caranya ialah menghindari faktor-faktor yang dapat memicu serangan migrain. Melakukan pola hidup sehat juga dapat mengurangi tingkat keparahan yang dialami oleh penderitanya. Berikut adalah beberapa pola hidup tersebut :

  1. Lakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit 3x seminggu
  2. Hindari makanan yang asin, siap saji, dan olahan
  3. Perbanyak makan buah dan sayuran
  4. Stop merokok, minum alkohol, dan kopi.
  5. Terapkan jadwal tidur yang sehat
  6. Konsultasikan kepada dokter jika anda sedang meminum obat tertentu seperti obat hormonal
  7. Hindari penyebab stres yang berlebihan seperti suara yang terlalu keras, cahaya yang berlebihan, maupun asap rokok.
Penanganan

Pengobatan pada kasus migrain terbagi dua, menjadi terapi akut dan terapi pencegahan datangnya migrain berulang. Penderita yang sudah mengalami migrain berulang-ulang biasanya mendapatkan kombinasi dari kedua obat tersebut. Hal ini diperuntukkan untuk mengurang pemicu migrain. Tujuan pengobatan ialah mengembalikan keadaan seperti semula, mencegah komplikasi, hingga menghentikan sakit kepala yang telah terjadi. Selain itu, pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi banyaknya serangan dan tingkat keparahan migrain sehingga memperbaiki kualitas hidup seseorang.

Berikut adalah beberapa obat dan terapi yang umumnya diberikan pada penderita migrain guna mengurangi gejalanya :

  1. Obat selective serotonin receptor
  2. Obat penghilang rasa sakit
  3. Obat anti-inflamasi non steroid
  4. Terapi kombinasi
  5. Obat anti mual-muntah

Selain yang telah disebutkan di atas, terdapat salah satu terapi pengobatan migrain yang disebut triptan. Terapi ini dilakukan terhadap penderita jika penghilang rasa sakit biasa tidak mampu meredakan gejala penyakit ini. Terdapat efek samping dari pemakaian obat ini, seperti timbulnya sensasi panas, sesak, dan perasaan berat pada wajah, tungkai, serta dada. Tak hanya triptan, penggunaan obat penghilang rasa sakit lainnya pun mungkin akan dianjurkan oleh dokter Anda.

Komplikasi

Komplikasi, alias penyakit turunan yang dapat terjadi karena migrain, bisa saja dialami oleh penderita migrain. Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi :

  1. Nyeri perut
  2. Sakit kepala oleh penggunaan obat yang berlebihan.
  3. Migrain kronik

Nah, itu dia serba-serbi migrain yang harus Anda ketahui, termasuk pencegahan serta penanganannya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.