Menjadi Vegetarian; Sebanarnya, Sehat atau Tidak?

menjadi vegetarian

Go Dok- Menjadi vegetarian- Di era milenial ini, segalanya dituntut serba cepat dan instan, termasuk dalam hal makanan. Maka, bukan hal aneh usaha makanan cepat saji begitu menjamur di dunia, termasuk Indonesia. Kebanyakan penikmat junk food tidak begitu peduli dengan efek samping yang ditimbulkan akibat konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan. Di balik hingar bingar dunia kuliner yang serba instan, beberapa orang justru ada yang memilih hidup menjadi vegetarian. Namun, sehatkah menjadi seorang vegetarian?

Yuk, simak jawaban “ menjadi vegetarian, sehatkah?” di bawah ini!

Menjadi vegetarian merupakan salah satu metode diet yang telah menjadi tren di berbagai belahan dunia, termasuk negara berkembang seperti Indonesia. Dari hasil survey yang dipublikasikan oleh National Diet and Nutrition Survey pada tahun 2012, 2% dari orang dewasa dan anak-anak di Inggris adalah vegetarian (tidak mengonsumsi daging dan ikan). Data ini menunjukkan bahwa 1,2 juta dari 62,3 juta jiwa populasi Inggris adalah seorang vegetarian. Sedangkan jumlah vegetarian di dunia berdasarkan data dari Meat Atlas of the Friends at The Earth and The Heinrich Boll Foundation (2014) adalah 375 juta orang.

Vegetarian adalah orang yang hidup dengan mengonsumsi produk nabati, dengan atau tanpa susu dan telur, juga menghindari daging, unggas, dan sea food. Menurut Prof. Dr. Dr. Kusharisupeni, M.Sc., dosen di departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, secara khusus, vegetarian dibagi lagi menjadi vegan, vegetarian lacto, dan vegetarian lacto-ovo. Vegan adalah vegetarian yang hanya mengonsumsi produk nabati. Vegetarian lacto adalah vegetarian yang mengonsumsi makanan nabati, namun tetap mengonsumsi susu dan produk olahannya. Sedangkan vegetarian lacto-ovo adalah vegetarian yang yang mengonsumsi produk nabati, susu, dan telur, serta olahannya. Kalau Anda menjadi vegetarian jenis yang mana nih?

Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi vegetarian, tentu saja ada berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Misalnya saja alasan ingin hidup lebih sehat, diet, atau berhubungan dengan alasan keagamaan. Alasan ingin sehat ini sepertinya sejalan dengan hasil penelitian mayoclinic.org yang mengatakan bahwa orang yang  mengonsumsi daging merah lebih rentan terkena serangan jantung, stroke, atau diabetes. Terlepas dari apapun alasan seseorang menjadi vegetarian, kebutuhan nutrisi tubuh harus tetap terpenuhi. Lantas, sehatkah menjadi vegetarian? Berikut Go Dok paparkan mengenai sehat atau tidaknya menjadi vegetarian.

Kebanyakan dokter dan ahli gizi sepakat bahwa diet rendah lemak, tinggi buah, sayuran, dan kacang-kacangan bisa membawa dampak baik bagi kesehatan. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa mengurangi atau menghilangkan daging merah dari makanan dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Selain itu, sebuah studi di Jerman meneliti kanker usus besar di antara 1.900 vegetarian. Hasilnya, menunjukkan bahwa orang yang setidaknya telah menjadi vegetarian selama 20 tahun terakhir, memiliki risiko kematian akibat kanker yang lebih rendah.

Menjadi vegetarian memiliki dua sisi mata uang. Selain sangat bermanfaat bagi kesehatan, vegetarian, terutama vegan rentan kekurangan protein, vitamin B12, kalsium, zat besi, serta zinc. Akademi Nutrisi dan Dietetic memperingatkan tentang risiko kekurangan vitamin B12 pada vegan, sebab secara alami vitamin B12 hanya ditemukan pada produk hewani. Risiko yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin B12 adalah anemia dan kebutaan. Namun belakangan dikabarkan bahwa jamur juga memiliki kandungan vitamin B12 yang jumlahnya bervariasi.

Selain vitamin B12, risiko kekurangan kalsium juga sangat besar bagi seorang vegetarian yang tidak mengonsumsi susu. Oleh karena itu, mereka perlu mengonsumsi sayuran yang banyak mengandung kalsium, seperti brokoli dan daunnya, sawi, serta kacang kapri.

Berdasarkan paparan di atas, jelas bahwa dengan menjadi vegetarian, Anda akan memperoleh banyak sekali manfaat. Namun, ini bukan jaminan bagi kesehatan jika Anda tidak memperhatikan kandungan gizi pada menu harian. Perlu digaris bawahi bahwa menjadi seorang vegetarian itu sehat, asal seluruh nutrisi yang diperlukan tubuh tetap dapat terpenuhi.

Bagaimana, tertarik menjadi seorang vegetarian? Jika ya, Anda perlu mempersiapkan menu harian yang sehat dan bergizi seimbang. Jangan karena ingin hidup sehat, justru Anda menjadi kekurangan nutrisi yang sumber utamanya dari produk hewani. Apa pun pilihan Anda, yang penting sehat, kan? Semoga bermanfaat, ya.

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

TW/PJ/MA

Referensi