Meningitis; Jenis, Tanda Awal dan Pencegahan

jenis, tanda awal dan pencegahan meningitis
Meningitis merupakan infeksi yang mendera meninges, atau selaput pelindung yang membungkus otak serta saraf tulang belakang. Sebelum terlambat; ayo, kenali jenis, tanda awal dan pencegahan meningitis

GoDok – Beberapa tahun silam, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan meninggalnya komedian ternama, Olga Syahputra. Meskipun sebelumnya almarhum sudah diberitakan hengkang dari dunia hiburan demi mendapatkan pengobatan yang memadai, namun tetap saja kita dibuat kaget dan kehilangan. Sebab, di samping penampilannya yang kocak, almarhum  juga dikenal sebagai sosok yang baik hati dan dermawan.

Lalu, penyakit apa sebenarnya yang merenggut nyawa sang komedian? Usut punya usut, ternyata penyakit meningitis-lah yang menjadi dalang utamanya. Banyak dari masyarakat Indonesia yang masih awam dan buta mengenai penyakit yang satu ini. Padahal, efeknya bagi kesehatan tubuh tidak main-main, lho! Sebelum terlambat; ayo, kenali meningitis lebih dalam dengan menyimak penjelasan berikut ini!

Apa itu meningitis?

Pada dasarnya, meningitis merupakan infeksi yang mendera meninges, atau selaput pelindung yang membungkus otak serta saraf tulang belakang. Nah, infeksi inilah yang kemudian memicu peradangan selaput meninges sehingga timbulah beberapa gejala umum, seperti pusing berat, demam, hingga leher yang seringkali terasa kaku.

(Baca: Kaku Leher Saat Bangun Tidur? Atasi dengan 5 Cara Ini!)

Jenis meningitis itu apa saja ya? 

Pandangan bahwa meningitis hanya terdiri dari satu jenis haruslah segera diubah. Mengapa? Karena nyatanya, penyakit mematikan yang satu ini dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, yaitu:

– Meningitis viral

Sesuai dari namanya, meningitis jenis ini dipicu oleh infeksi virus. Jenis-jenis virusnya sendiri meliputi enterovirus, Varicella zoster, Herpes simpleks tipe 2, paromiksovirus, bahkan HIV.

– Meningitis bakterialis

Ternyata, meningitis juga dapat disebabkan oleh masuknya bakteri tertentu ke dalam tubuh. Sebut saja beberapa bakteri penyebab meningitis yang harus Anda ketahui, seperti Streptococcus pneumonia, Neisseria meningitis, Listeria monocytogenes, dan Haemophilus influenzae.

– Meningitis jamur

Siapa bilang meningitis tidak dapat dipicu oleh infeksi jamur? Buktinya, beberapa jenis jamur, seperti Meningitis cryptococcal, Cryptococcus neoformans, Histoplasma capsulatum, Coccidioides immitis, bahkan Candida dapat memicu timbulnya penyakit mematikan yang satu ini. Bagi mereka yang sistem imunnya terganggu karena HIV atau kanker, maka risiko mengidap meningitis jenis ini lebih besar dibandingkan orang kebanyakan.

(Baca: Katakan Tidak Pada Kanker di Hidup Anda!)

– Meningitis parasit

Sesuai dengan namanya, meningitis parasit disebabkan oleh adanya organisme tertentu yang menjadikan tubuh sebagai inang tempat berkembang biak. Organisme parasit yang dimaksud meliputi Gnathostoma spinigerum, Schistosoma, dan Angiostrongylus cantonensis.

– Meningitis non-infeksi

Terakhir, penyakit meningitis dapat disebabkan oleh beberapa faktor non-infeksi, seperti kanker pada selaput meninges hingga kebiasaan mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti intibiotik dan jenis yang mengandung senyawa anti-inflamasi nonsteroid.

(Baca: Amankah Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter?)

Waspadai tanda awal meningitis!

Selain gejala umum yang sering ditemukan pada penderita meningitis, seperti sakit kepala yang tidak tertahankan, demam berkelanjutan, serta leher yang sering terasa kaku; Anda juga bisa mengenali beberapa tanda awal penyebaran penyakitnya.

Segera konsultasikan kesehatan Anda jika terbukti mengalami beberapa tanda awal penyakit meningitis, yaitu:

  1. Sering merasa kedinginan
  2. Otot dan sendi sering terasa nyeri dan ngilu
  3. Napas yang tersengal-sengal dan pendek
  4. Warna kulit mulai berubah, dan biasanya diiringi dengan kemunculan ruam atau bintil berwarna merah
  5. Perut sering mengalami kram atau kejang
Pencegahan meningitis dengan cara ini!

Kata siapa meningitis tidak dapat dicegah? Buktinya, penyakit yang satu ini dapat dicegah penyebarannya dengan berbagai cara, seperti:

  • Selalu perhatikan kebersihan makanan serta minuman yang Anda konsumsi. Hindari panganan yang dibuat secara tidak sehat atau rawan terkontaminasi virus serta bakteri.
  • Terapkan pola hidup dan pola makan yang sehat. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Biasakan mencuci tangan dengan bersih demi menghindari infeksi
  • Jangan ragu untuk mendapatkan vaksin penyakit meningitis! Di Indonesia sendiri, terdapat 2 jenis vaksin yang bisa Anda dapatkan, yaitu vaksin meningokokus polysakaridadan meningokokus konjugat.

(Baca: Benarkah Sabun Antiseptik Efektif Membunuh Kuman dan Bakteri?)

Nah, setelah mengetahui serba-serbi dan cara pencegahannya, yuk mulai jalani hidup bersih dan sehat dari sekarang! Semoga bermanfaat!