Mengenal Pertolongan Pertama pada Serangan Asma

pertolongan pertama pada serangan asma

GoDok- Pertolongan pertama pada serangan asma- Anda tentu mengenal penyakit asma, bukan? Penyakit yang disebut juga sebagai sesak napas ini membutuhkan pertolongan cepat pada penderitanya. Sebab, jika tidak, akibatnya bisa fatal.

Asma adalah penyakit peradangan kronis yang memengaruhi saluran udara pada pernapasan berupa saluran kecil yang menjadi jalur keluar masuk udara. Ketika saluran tersebut bertemu dengan pemicu asma, yang terjadi adalah penyempitan pada dinding otot saluran udara tersebut. Lapisan pada saluran udara tersebut membengkak dan mengeluarkan lendir. Lendir tersebut pulalah yang semakin menghalangi sirkulasi pernapasan. Lalu, apa pertolongan pertama pada serangan asma yang bisa dilakukan?

Simak penjelasan Go Dok mengenai pertolongan pertama pada serangan asma berikut ini!

Jika pasien sadar, maka yang harus dilakukan adalah:

  1. Pertolongan pertama pada serangan asma yang pertama. Bantu orang tersebut duduk secara tegak bersandar pada kursi atau dinding. Dampingi penderita untuk memastikan keadaannya selalu terpantau dan buat penderita tahu bahwa Anda ada untuk membantunya.
  2. Longgarkan benda-benda di sekitar lehernya, seperti kalung, kerah, atau kancing baju untuk memudahkan penderita bernapas lebih lega.
  3. Tatap kedua mata penderita dan pusatkan perhatian mereka kepada Anda agar tetap tersadar.
  4. Tanyakan apakah mereka memiliki asma dan membawa obat-obatannya, biasanya berupa inhaler. Berikan mereka pertanyaan di mana mereka tidak perlu menjawab panjang, cukup jawaban “Ya” atau “Tidak” karena penderita biasanya akan kesulitan bicara ketika terserang.
  5. Jika penderita tidak membawa reliever atau inhaler, jangan pinjam kepada orang-orang di sekitar. Ahli menyarankan demikian karena setiap inhaler untuk pengobatan memiliki dosis obat yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasiennya.
  6. Berikan penderita satu atau dua isapan melalui obat reliever, lalu bantu mereka bernapas secara perlahan beberapa kali. Jika masih terasa sesak, Anda bisa memberikan 2 isapan dari reliever setiap 2 menit. Penderita diperkenankan mengisapnya hingga 10 isapan.
  7. Terakhir, pertolongan pertama pada serangan asma. Jika sesak napas belum mereda, Anda bisa segera menelepon ambulans atau membawanya ke rumah sakit terdekat.

Ada hal-hal yang harus Anda hindari dalam penanganan di atas:

  1. Jangan membaringkan penderita karena bisa semakin mempersulit pernapasannya.
  2. Jangan memberikan makan atau minuman
  3. Jangan menaruh bantal di bawah pasien
  4. Jangan berasumsi penderita sudah membaik meskipun gejalanya sudah mereda.

Penggunaan inhaler atau reliever pun harus diperhatikan. Biasanya, penderita asma dibekali dengan alat tersebut. Reliever biasanya berwarna biru dan terdiri dari beta-2 agonis salbutamol (Ventolin) atau Terbutalin. Obat ini bekerja secara cepat karena langsung ke paru-paru. Obat ini  memberikan efek rileks pada otot di sekitar saluran udara yang menegang dan menyempit. Dengan begitu, saluran udara pun menjadi lebih lebar dan memudahkan sirkulasi udara. Penderita pun merasa lebih lega.

Inhaler tidak selalu berbentuk reliever, tetapi juga berupa pencegah. Biasanya, preventer inhaler lebih berfungsi untuk mencegah serangan asma di kemudian hari. Efeknya cenderung untuk jangka panjang dibandingkan penanganan darurat seperti reliever inhaler.

Itu tadi pertolongan pertama pada serangan asma yang bisa Anda praktikkan. Hal ini juga berlaku jika Anda yang terserang. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.