Mengenal Jenis-Jenis Penyakit Kelenjar Getah Bening!

Jenis-jenis penyakit kelenjar getah bening

GoDok- Jenis-Jenis Penyakit Kelenjar Getah Bening- Setiap manusia pada umumnya memiliki sistem limfatik dalam tubuh yang terdiri dari kelenjar getah bening, getah bening, pembuluh limfatik, limfa dan timus. Fungsi dari sistem tubuh ini sendiri adalah untuk membantu membersihkan tubuh dari racun serta mengangkut getah bening (cairan yang mengandung sel-sel darah putih yang berfungsi untuk melawan racun). Dari sekian banyak gangguan sistem limfatik yang ada, penyakit kelenjar getah bening merupakan jenis yang paling sering terjadi. Jika kelenjar ini mengalami gangguan, maka tubuh akan menunjukkan beberapa gejala umum, seperti pembengakakan pada beberapa area (belakang telinga, leher, pangkal paha, bawah dagu, dan ketiak).

Sebelum terlambat, yuk, kenali jenis-jenis penyakit kelenjar getah bening melalui penjelasan lengkap berikut ini!

1. Lymphadenopathy

Pembengkakan kelenjar getah bening bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti adanya penyakit tertentu (batuk, pilek,   radang tenggorokan, syphilis, TBC, dll); serta infeksi berbagai macam virus, semisal mononucleosis, cacar air, campak, herpes, hingga HIV (Human Immunodeficiency Virus) .

badan terasa lemah, sering berkeringat, terjadi benjolan atau pembengkakan di area-area rawan pembengkakan

2. Lymphedema

Jenis Cairan getah bening beredar melalui sistem limfatik setiap harinya, dan ketika pembuluh limfatik tersumbat maka cairan tersebut tidak dapat mengalir menuju vena subclavia untuk ke jantung. Akibatnya, cairan getah bening tersumbat dan menumpuk di jaringan dekatnya dan menyebabkan pembengkakan. Kondisi pembengkakan oleh menumpuk dan tersumbatnya kelenjar getah bening ini disebut lymphedema. Selain terjadinya penyumbatan pada cairan getah bening sendiri, tubuh jarang bergerak, obesitas, pengobatan radiasi atau kanker dan lain-lain juga bisa menyebabkan terjadinya lymphedema. Hiii, hati-hati, ya!

3. Lymphadenitis

Hampir tergolong mirip dengan lymphadenopathy, bedanya lymphadenitis adalah radang kelenjar getah bening yang biasanya terjadi sebagai bentuk respon dari sistem imun atau cairan getah bening terhadap bakteri, virus, jamur, atau mikroorganisme lainnya yang masuk ke tubuh. Infeksi bakteri yang umum menghasilkan respon yang meliputi tonsilitis, luka atau luka yang terinfeksi. Hal itu diakibatkan sistem imun yang lemah sehingga bakteri, virus, jamur atau mikroorganisme lainnya pun menang, dan terjadilah pembengkakan dan peradangan pada kelenjar getah bening tersebut.

Sirkulasi sel kanker, penyakit autoimmune yang merupakan kondisi di mana sistem imun seseorang menyerang kekebalan tubuh orang itu sendiri, seperti inflamasi rheumatoid arthritis dan lupus erythematosus yang mana penderita akan mengeluhkan nyeri sendi, kelainan kulit atau gangguan organ lain seperti jantung, ginjal dan paru-paru juga dapat menyebabkan lymphadenitis. Oleh karenanya, saat infeksi terjadi, kelenjar getah bening dan daerah yang berdekatan dengan infeksi juga akan bengkak dan meradang.

4. Lymphangitis

Selain kelenjar getah bening yang dapat membengkak dan meradang, pembuluh limfatik sendiri juga dapat terinfeksi dan meradang. Kondisi seperti ini disebut lymphangitis. Pembengkakan pada pembuluh limfatik ini dapat terlihat dari garis-garis merah yang muncul pada kulit sepanjang jaringan pembuluh yang meradang. Gejala yang biasanya terjadi adalah demam tinggi dan menggigil. Nah, penyebab paling umum dari pembengkakan pembuluh limfatik ini adalah radang tenggorokan atau bakteri streptococcus.

5. Kanker kelenjar getah bening atau penyebaran kanker lainnya

Penyakit terakhir yang akan dibahas dan merupakan penyakit paling ganas dari penyakit kelenjar getah bening lainnya adalah kanker kelenjar getah bening atau penyebaran dari kanker lainnya. Lymphoma yang merupakan salah satu jenis kanker kelenjar getah bening ini, melibatkan sel-sel kekebalan tubuh dari sistem limfatik yang dikenal sebagai lymphocytes dalam tubuh. Kanker ini dapat muncul dimana saja dan di area seluruh tubuh manusia.

Lymphoma sendiri dibagi 2 yaitu, lymphoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Kedua kondisi lymphoma ini akan menyebabkan penderitanya mengalami pembengkakan pada kelanjar getah bening di area leher dan area-area lainnya. Gejala signifikan yang dapat dirasa oleh penderita adalah penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, keringat pada malam hari, nafsu makan dan daya tahan tubuh yang menurun, gatal-gatal dan infeksi pada kulit. Pengobatan untuk penderita lymphoma ini dapat melalui kemoterapi dan radiasi seperti pada penderita kanker umumnya.

Adapun kanker kelenjar getah bening yang jarang terjadi dan disebut lymphangiosarcoma, kadang-kadang bisa berkembang pada orang yang sudah menderita lymphedema dalam jangka waktu yang lama. Nah, ada pula penyebaran kanker dari luar sistem limfatik sendiri seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar hingga testis juga dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan yang ganas pada kelenjar getah bening. Dalam artian, kanker-kanker tersebut menginvasi kelenjar getah bening dan tumbuh di sana. Kondisi ini disebut juga metastasis kelenjar getah bening.

Jadi, Anda sudah bisa mengenali jenis-jenis penyakit kelenjar getah bening yang mungkin terjadi, bukan? Jangan lupa untuk waspada dan tidak meremehkan! Apabila Anda mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening apalagi dalam waktu yang cukup lama, periksalah ke dokter sebelum berlanjut menjadi penyakit yang berbahaya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.