Mengecek Kesehatan Pra-Nikah, Perlukah?

mengecek kesehatan pra-nikah

GoDok – Mengecek Kesehatan Pra-Nikah – Pernahkah Anda mendengar istilah Premarital Screening atau Premarital Check-Up? Keduanya merupakan istilah umum untuk serangkaian tes kesehatan yang dianjurkan untuk dijalani sebelum Anda memasuki mahligai rumah tangga guna mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh Anda maupun pasangan. Nah, apa sajakah tes-tes tersebut?

Yuk, simak daftar lengkap mengecek kesehatan pra-nikah berikut ini :

1. Pemeriksaan fisik lengkap

Mengecek kesehatan pra-nikah yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan fisi lengkap. Hal ini tidak berbeda dengan check-up kesehatan yang biasanya, yang mencakupi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, dan gejala-gejala luka atau penyakit fisik yang mungkin terlihat. Pemeriksaan tekanan darah berfungsi untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan menderita hipertensi, sebab pada penderita wanita, kondisi ini dapat menyebabkan penghambatan dalam pertumbuhan janin. Tak hanya itu, berat badan yang mendekati obesitas juga harus dikontrol. Pasalnya, obesitas dapat memunculkan risiko diabetes di masa kehamilan.

2. Pemeriksaan gula darah, ginjal, dan hati

Pemeriksaan yang satu ini penting dilakukan sebagai salah satu serangkaian pemeriksaan untuk mengecek kesehatan pra-nikah yaitu guna mengetahui ada atau tidaknya gangguan penyakit kencing dan penyakit metabolik lainnya. Secara umum, pemeriksaan ini akan mencakup gula darah dua jam setelah makan, serta kadar gula darah selama 3 bulan terakhir yang disebut dengan HBA1C. Nah, Anda harus waspada jika HBA1C ini lebih tinggi dari 6,5%, sebab risiko adanya komplikasi pada kehamilan nantinya juga akan besar. Anak yang lahir bisa saja meninggal dalam kandungan, atau terlahir cacat.

3 . Pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS)

Pemeriksaan ini dilakukan guna mendeteksi apakah salah satu pasangan menderita penyakit seksual tertentu atau tidak. Apalagi jika penyakit seksual yang menular, seperti gonorea, sifilis, dan herpes. Jika terdeteksi, hal ini dapat mencegah penularan PMS tersebut pada pasangan, dengan mengobatinya sebelum menikah.  Saat pemeriksaan tidak dilakukan, bisa saja penyakit ini ditularkan pada pasangan atau ditularkan kepada keturunan Anda nantinya.

4. Pemeriksaan penyakit menular lainnya

Tak hanya penyakit menular seksual, mengecek kesehatan pra-nikah juga dilakukan untuk mengetahui penyakit menular lainnya yang mungkin saja diderita oleh salah satu pasangan. Pemeriksaan terdapatnya infeksi virus atau bakteri, seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, toksoplasma, rubella, dan cacar air. Pasalnya, penyakit-penyakit yang disebabkan virus dan bakteri tersebut dapat ditularkan melalui hubungan seksual, dan dapat diturunkan pada si buah hati nantinya. Jadi, jika pemeriksaan dilakukan, akan ada waktu bagi Anda untuk melakukan penanganan pada penyakit yang mengancam jiwa.

5. Pemeriksaan golongan darah

Pemeriksaan yang ini dilakukan guna mengetahui kondisi golongan darah masing-masing pasangan secara mendetail. Pasalnya, rhesus yang berbeda antara perempuan dan laki-laki memiliki dampak tersendiri pada kehamilan Anda. Saat Anda memiliki rhesus negatif, sementara pasangan Anda (laki-laki) memiliki rhesus positif, hal ini akan meningkatkan risiko Anda dalam mengalami keguguran atau janin meninggal dalam kandungan. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, hal ini aman-aman saja bagi kesehatan janin.

6. Pemeriksaan urin

Mengcek kesehatan pra-nikah selanjutnya yaitu pemeriksaan urin, hal ini penting Anda lakukan agar dapat diketahui adanya infeksi saluraan kemih dan adanya kondisi protein, darah, dan hal-hal lainnya. Jika penyakit ini dialami saat kehamilan, akan berisiko buruk bagi ibu maupun bayi, seperti kelahiran yang prematur dengan berat janin rendah, bahkan risiko kematian yang dapat terjadi.
(Baca: 6 Warna Urin Pengungkap Kesehatan Anda)

7. Pemeriksaan organ reproduksi

Terakhir, mengecek kesehatan pra-nikah adalah dengan melakukan pemeriksaan organ reproduksi. Untuk perempuan, pemeriksaan organ reproduksi akan meliputi USG akan kondisi rahim, saluran, serta indung telur. Pemeriksaan lebih lanjut juga akan dibutuhkan untuk mengetahui kondisi tuba falopii Anda, guna mengetahui ada tidaknya kista. Pemeriksaan siklus haid dan kesehataan vagina juga akan dilakukan. Untuk laki-laki, akan dilakukan pemeriksaan pada prostat, testis, dan penis. Hal ini guna mengetahui kondisi kesehatan penis.

Meskipun mengecek kesehatan pra-nikah ini cukup penting, namun masih banyak masyarakat Indonesia yang mempertanyakan mengenai perlu atau tidaknya tes ini dilakukan. Pasalnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan premarital check-up tidaklah sedikit, mencapai angka di atas satu juta rupiah. Wajar jika banyak KUA yang mewajibkan calon suami-istri daerahnya untuk melakukan tes-tes tersebut, justru dicurangi dan melewati bagian tersebut.

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.