Mendonor ASI; Ini Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan!

mendonor ASI

Go Dok- Mendonor ASI- Menyusui adalah kegiatan manis yang terjalin antara ibu dan buah hatinya. Setiap ibu pasti mendambakan asupan nutrisi yang terbaik melalui pemberian ASI kepada anaknya. Namun, pada beberapa kondisi, tidak semua individu secara alamiah mampu mengeluarkan ASI. Oleh karena itu, perlu adanya donor ASI dari pihak lain. Jika Anda tertarik untuk memberikan ASI, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Apa saja hal-hal tersebut?

Simak pemaparan tentang hal yang haris dipertimbangkan sebelum mendonor ASI ini!

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian donor ASI kepada bayi merupakan salah satu langkah untuk mendukung pemberian ASI eksklusif. Hal tersebut ditujukan karena berdasarkan penelitian, air susu dari manusia lebih mudah dicerna oleh bayi dibandingkan susu formula. Selain itu, ASI juga berguna dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi.

Meski bertujuan baik, tidak sembarang orang bisa mendonorkan ASI-nya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu, yaitu:

1. Kesiapan keluarga

Ibu yang berniat untuk mendonor ASI, harus melewati persyaratan pertama, yaitu memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan.

2. Produksi ASI

Ibu yang masih memiliki bayi harus dipastikan bahwa produksi ASI nya sudah mencukupi kebutuhan bayinya. Jangan sampai sang ibu mampu mendonasikan ASI, namun lalai dalam memberikan kebutuhan bayinya. Dalam artian, ASI yang didonorkan adalah hasil produksi yang berlebih.

3. Kesiapan kesehatan

ASI merupakan sumber makanan utama dari si bayi yang masih rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, pendonor ASI harus merupakan individu yang sehat. Kesehatan tersebut baru bisa dijamin jika pendonor bersedia untuk menjalani beberapa tahap tes kesehatan yang dilakukan oleh ahlinya. Terdapat beberapa syarat kesehatan yang harus dipenuhi oleh pendonor, yaitu:

  • Tidak menerima transfuse darah atau transplantasi organ/jaringan selama 12 bulan terakhir
  • Tidak mengonsumsi obat, maupun insulin, hormon tiroid, atau produk apapun yang bisa memberikan dampak negatif pada si bayi
  • Tidak memiliki riwayat penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
  • Tidak memiliki pasangan seksual yang membawa risiko infeksi penyakit seperti HIB, HTLV2, dan hepatitis B/C, atau sifilis
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang, merokok, atau mengonsumsi minuman beralkohol
  • Tidak menggunakan implan silicon pada payudara
  • Bukan vegetarian yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin B12.
4. Kesiapan operasional

Jika Anda berkenan untuk mendonor ASI, maka Anda harus mempersiapkan peralatan yang akan menunjang kebersihan dan kesterilan ASI tersebut. Terdapat beberapa cara untuk menjaga kualitas ASI, yaitu:

  1. Calon pendonor harus mendapatkan pelatihan tentang kebersihan, cara memerah, dan menyimpan ASI.
  2. Pastikan tangan Anda bersih sebelum memerah ASI. Anda bisa mencucinya dengan air mengalir yang bersih dan gunakan sabun agar steril. Jangan lupa keringkan tangan.
  3. Pilihlah tempat yang bersih untuk memerah ASI.
  4. Pastikan alat-alat yang Anda gunakan, misalnya pompa, atau wadah penyimpanan sudah dibersihkan terlebih dahulu. Sebaiknya, hindari penggunaan pompa ASI jenis balon karet karena sulit dibersihkan dan memiliki risiko terkontaminasi.
  5. ASI yang sudah diperah ditempatkan pada tempat yang tertutup rapat dan bersih.

Jika memilki keinginan untuk mendonor ASI, Anda bisa segera mengonsultasikannya ke dokter kandungan Anda atau Unit Donor ASI untuk mendapatkan pengarahan. Anda harus terdaftar secara resmi, yang mencakup identitas Anda, lembar persetujuan, kuesioner, hasil tes penyakit, keterangan resipien, data pelengkap administrasi, dan sebagainya.

Itu tadi hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda mendonor ASI. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.