Meletakkan Laptop di Atas Paha Berujung Impotensi, Benarkah?

GoDok – Di era modern seperti sekarang ini, kemajuan teknologi dalam berbagai hal sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Mulai dari kemajuan dalam berkomunikasi, bisnis, kesehatan, dan sebagainya. Hingga 60 tahun yang lalu, mungkin mesin tik masih menjadi satu-satunya perangkat yang umum digunakan untuk mengetik dokumen dan literatur lainnya. Sekarang? Jangankan mengetik, hal lain seperti bermain game, menghitung laba-rugi penjualan, hingga menonton film, semua dapat Anda lakukan secara mudah dengan berbekal satu perangkat ; Laptop.

Benda ini dapat Anda lihat di mana-mana sekarang, baik di kantor maupun sekolah-sekolah tinggi. Hampir setiap orang memilikinya, sebab selain memiliki banyak kegunaan, bentuknya yang kecil dan dapat dilipat juga memudahkan laptop untuk Anda bawa wara-wiri ke mana saja. Praktis sekali, bukan? Namun, akhir-akhir ini banyak beredar kabar bahwa di balik kepraktisannya, laptop menyimpan bahaya tersendiri bagi kesehatan, khususnya pada kaum pria. Benarkah?

Laptop dan kesuburan laki-laki

Harus diakui, semua kemajuan teknologi masa kini memang tak lepas dari efek negatif yang turut dibawanya. Salah satunya yang tidak Anda sadari adalah bahaya dari penggunaan laptop. Saat dinyalakan, benda ini akan memancarkan sinar radiasi yang dapat mempengaruhi kesuburan pria jika diletakkan di atas paha terlalu lama.

Menurut dr. Ponco Birowo, seorang spesialis di bidang Urologi, laptop yang menyala dan diletakkan di atas paha dapat membuat kulit pada bagian tersebut dan organ intim menjadi panas sehingga suhu testis pada pria meningkat. Harus Anda ketahui, bahwa spermatozoa membutuhkan suhu 2o C di bawah suhu tubuh untuk terbentuk. Suhu tersebut merupakan alasan mengapa testis harus berada di luar tubuh sehingga dapat memiliki suhu beberapa derajat lebih dingin dari suhu tubuh.

Nah, jika suhu testis meningkat, maka proses produksi sperma di dalam tubuh Anda akan terganggu dan tingkat produksi sperma kemudian menurun. Efek ini mirip dengan yang diakibatkan oleh kebiasaan mandi menggunakan air hangat lebih dari 3 kali dalam sehari. Sebab, sperma hanya dapat berkembang dalam suhu yang sejuk. Oleh karenanya, Anda tidak dianjurkan meletakkan laptop di atas paha dalam jangka waktu yang lama. Akan jauh lebih baik jika Anda meletakkannya di atas meja atau lantai.

(Baca: 9 Langkah Hindari Risiko Penyakit Akibat Smartphone)

Lalu, adakah gangguan lainnya?

Selain mengalami gangguan impotensi, pria yang sering meletakkan laptop di atas paha juga dapat mengalami kerusakan pada kulit bagian tersebut. Sebab, radiasi yang dihasilkan oleh laptop di atas paha Anda mampu membakar kulit dan menimbulkan bintik-bintik pada kulit tersebut, seperti yang dijelaskan oleh dr. Shreyas Kamath, seorang dermatologis asal Mumbai, India. Jika seseorang mengalami sakit yang berkepanjangan terkait hal tersebut, penyembuhannya harus menggunakan teknik biopsi agar terhindar dari kanker kulit. Tidak hanya laptop, Anda juga patut melakukan tindak pencegahan terhadap barang elektronik lainnya. Sebab, hampir semua barang elektronik lain pun memancarkan radiasi elektromagnetik yang mampu mempengaruhi kesuburan pria.

Meskipun laptop memang terbukti dapat menurunkan kualitas sperma, jangan berharap Anda dapat memperbaiki kondisi tersebut hanya dengan berhenti memangku laptop, lho. Sebab, faktanya banyak hal berupa kebiasaan buruk yang turut menyebabkan infertilitas pada pria, seperti merokok, terlalu sering memakai jeans ketat, dan kurang olahraga. Karenanya, untuk mencegah kemandulan, mulailah ubah kebiasaan Anda dalam menggunakan laptop, dan lanjutkan juga dengan perbaikan hal lainnya.

(Baca: Ada Bahaya di Balik Stylish-nya Celana Jeans)

Semoga bermanfaat!

Comments are closed.