Mata Juling; Kenali Penjelasan Medisnya di Sini!

mata juling

Go Dok- Mata julingatau yang dikenal dengan istilah ‘strabismus’ di dunia kedokteran merupakan kondisi di mana otot mata tidak dapat bekerja dengan optimal. Dampaknya, gerakan mata berbeda antara satu dengan yang lain. Padahal, normalnya jika mata kanan melihat ke satu arah, maka mata kiripun akan melihat ke arah yang sama. Lalu, mungkin muncul pertanyaan di benak Anda, kenapa mata bisa juling?

Dalam kasus mata juling, ternyata ada satu mata yang lebih dominan dibanding mata yang lain –yaitu mata yang garis pandangnya ke depan. Nah, mata yang dominan inilah yang terhubung ke otak dengan lebih baik sehingga bisa lebih fokus dalam melihat.

Lalu, kenapa mata bisa juling? Sayangnya, hingga kini belum ditemukan penyebab pasti dari kondisi ini. Namun, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang individu lebih rentan mengalaminya, seperti:

  • Faktor genetika atau keturunan; artinya, jika salah satu orangtua atau ada anggota keluarga yang juga terbukti menderita mata juling, maka kondisi ini dapat turut meningkatkan risiko Anda mengalami hal serupa.
  • Down syndrome; nyatanya, mereka yang menderita down syndromeberisiko besar menderita mata juling. Seperti yang telah Anda ketahui, down syndrome adalah istilah yang digunakan untuk mengacu pada keterbelakangan mental yang disebabkan oleh kegagalan kromosom dalam tubuh anak.
  • Trauma kepala; pada orang dewasa, trauma kepala ternyata dapat meningkatkan risiko menderita mata juling. Ya, benturan kerasa atau pukulan benda tumpul ternyata dapat memengaruhi fungsi otak yang terhubung ke penglihatan, atau bahkan mengendurkan otot mata yang mengatur pergerakannya. Akibatnya, muncullah ketidaksinkronan antara mata yang satu dengan mata yang lain.
  • Mata malas (ambliopia); meskipun masih menjadi kontroversi, namun banyak pihak yang beranggapan bahwa mata malas turut memengaruhi risiko seseorang menderita mata juling.
  • Diabetes; studi mengungkapkan bahwa diabetes ternyata dapat memengaruhi saraf pengendali mata yang terhubung ke otak.
  • Riwayat penyakit lain, semisal tumor otak dan hidrosefalus. Singkatnya, jika terbukti ada perkembangan sel ganas di otak (yang terjadi dengan tumor otak), atau ketika otak mengalami tekanan akibat terlalu banyaknya cairan di kepala (yang terjadi dengan kasus hidrosefalus) –maka, kondisi tersebut mau tidak mau berhubungan dengan salah satu fungsi otak yang bertugas untuk mengatur fungsi penglihatan. Ketika otak terganggu, maka besar kemungkinan mata pun akan terganggu pula kerjanya.  Inilah yang terjadi pada kasus mata juling.

Setelah mengetahui alasan kenapa mata bisa juling, Anda pasti penasaran dengan cara apa saja yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Berikut penjelasannya:

  1. Penggunaan kaca mata khusus untuk kasus mata juling yang masih tergolong ringan.
  2. Penutup mata sementara. Penutup ini akan dipasang di mata yang lebih dominan agar kerja mata yang lain dapat lebih terstimulus.
  3. Obat tetes mata yang digunakan untuk memperbaiki kualitas pandangan yang kabur.
  4. Operasi otot mata.

Itu tadi penjelasan singkat tentang alasan kenapa mata bisa juling, dan bagaimana cara menanganinya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.