Mari Kenal Bulimia dan Cara Mengatasinya!

Bulimia
Bulimia sangatlah berbahaya sebab menyebabkan penderitanya memuntahkan kembali makanan yang dikonsumsi karena munculnya perasaan ‘bersalah’ telah memasukkan kalori ke dalam tubuh. Mengerikan, bukan?

GoDok Bulimia – Dari sekian banyak gangguan makan yang mungkin Anda kenal, istilah bulimia bisa jadi sangat akrab di telinga. Bagaimana tidak! Banyak artis serta tokoh dunia yang mengaku pernah menderita gangguan makan yang satu ini. Sebut saja beberapa, seperi Lady Gaga, Demi Lovato, bahkan mendiang Lady Diana. Sebelum terlambat, yuk, kenali apa itu bulimia serta bagaimana cara menanggulanginya!

Apa itu bulimia?

Bulimia, atau bulimia nervosa, adalah gangguan pola makan di mana penderitanya cenderung makan dengan porsi besar, namun dalam waktu yang singkat. Sampai di sini, mungkin Anda belum melihat akar permasalahnnya. Namun, jika ditilik lebih lanjut, Anda akan sadar bahwa bulimia sangatlah berbahaya sebab menyebabkan penderitanya memuntahkan kembali makanan yang dikonsumsi karena munculnya perasaan ‘bersalah’ telah memasukkan kalori ke dalam tubuh. Mengerikan, bukan? Tidak berhenti sampai di situ, penderita bulimia juga cenderung akan melakukan kompensasi atas kalori yang dikonsumsinya dengan berbagai cara ekstrem, seperti puasa secara terus-menerus, olahraga dengan waktu yang lama, hingga meminum obat pencahar.

(Baca: Jangan Menyerah! Lawan Anoreksia dengan Cara Ini!)

Ternyata, bulimia disebabkan oleh…

Dalam Press Conference Eating Disorder Awareness Campaign, dr. Grace Judio-Kahl –seorang weight control consultant– menyatakan bahwa bulimia tidak dapat dipandang sebelah mata lagi, terutama di Indonesia. Mengapa? Karena setidaknya 38% penduduk Indonesia, mayoritas di antaranya adalah remaja wanita, didiagnosa menderita gangguan makan yang satu ini. Lalu, apa sih sebenarnya yang menyebabkan seseorang menderita bulimia? Ini dia poin lengkapnya:

– Masalah psikologis

Ternyata, penyebab utama gangguan makan bulimia adalah masalah psikologis pada diri penderita, semisal terlalu rendahnya kepercayaan diri sehingga selalu merasa ‘cacat’ berat badan, padahal orang lain berpendapat bahwa tubuhnya sudah ideal. Selain itu, dalam beberapa kasus, bulimia juga dapat dipicu oleh stress, depresi, gangguan stress pascatrauma (PTSD), serta gangguan obsesif komplusif (OCD).

– Keturunan

Sebuah yayasan di Eropa bernama Price Foundation mendalami hubungan antara faktor genetik dengan kemungkinan munculnya gangguan makan, seperti anorkesia dan bulimia. Hasilnya mengejutkan! Pada anak yang berasal dari orangtua penderita gangguan makan, ditemukan area antara kromosom 1-10 yang dicurigai erat kaitannya dengan kemungkinan munculnya kecenderungan gangguan makan.

– Lingkungan

Pernyataan bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangan fisik serta psikologis seseorang memang tidak dapat dipungkiri; begitupun halnya jika dikaitkan dengan bulimia. Tren masa kini yang mengedepankan ide akan tubuh ideal yang digambarkan kurus serta ramping dipandang sebagai penyebab banyaknya orang yang mati-matian menurunkan berat badan.  Dan sedihnya, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menjalani pola hidup ala penderita bulimia.

(Baca: Badan Susah Gemuk? Waspadai Pertanda Penyakit Parah)

Seseorang menderita bulimia, jika…

Adakah cara mengenali penderita bulimia? Ternyata, terdapat beberapa gejala umum yang ditunjukkan pendeita gangguan makan yang satu ini, yaitu:

  • Penderita biasanya akan makan dalam porsi yang  besar, bahkan akan terus makan meskipun sudah merasa kenyang
  • Terpaku pada berat badan; penderita menunjukkan rasa tidak puas dengan tubuhnya
  • Sering ke kamar mandi setelah makan demi memuntahkan makanan yang dikonsumsi
  • Menggunakan obat pencahar atau obat diet agar dapat buang air besar setelah makan
  • Olahraga berlebihan
  • Bengkak pada pipi, rahang, atau kelenjar ludah
  • Radang tenggorokan dan mulut
  • Menstruasi jadi tidak teratur; bahkan tidak datang sama sekali
  • Sering merasa depresi dan gelisah.

(Baca: Diet Ketat? Kenali Bahayanya Sebelum Terlambat!)

Atasi bulimia dengan cara….

Karena bulimia erat kaitannya dengan gangguan psikologis, maka belum ada cara pasti demi mengatasi gangguan makan yang satu ini. Namun, bukan berarti tidak ada langkah penanganan dini yang dapat dilakukan. Buktinya, Anda dapat meminimalisir kemungkinan munculnya kembali bulimia dengan beberapa cara berikut ini:

  • Melakukan sesi terapi dengan ahli psikologi

Langkah ini dipandang ampuh karena Anda dapat mengkomunikasikan setiap hal yang membuat Anda cemas serta gelisah, termasuk mengenai penampilan dan berat badan.

  • Terbuka kepada keluarga

Kesalahan pertama yang dilakukan oleh penderita bulimia adalah berpura-pura bahwa dirinya tidak mengalami gangguan apapun, sehingga cenderung tertutup dengan anggota keluarga. Nah, mulai dari sekarang, ada baiknya Anda mulai meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga. Utarakan setiap keluhan dan rasa gelisah yang berkaitan dengan pola makan, kebiasaan meminum obat pencahar, hingga kecenderungan untuk berolahraga secara berlebihan.

(Baca: Mari Mengenal Diet Bebas Gluten)

Itu tadi serba-serbi mengenai bulimia yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Comments are closed.