Mari Berkenalan dengan Sianida

www.go-dok.com

Ranah berita Indonesia akhir-akhir ini diguncang dengan pemberitaan mengenai pembunuhan menggunakan sianida. Korban, yang berinisial WMS, terbunuh karena mengonsumsi sianida yang dimasukkan secara sengaja ke dalam minuman. Lalu, apa itu sianida?

Sianida merupakan senyawa kimia gugus siano yang turunannya dapat berbentuk gas (asam sianida) atau kristal padat (natrium sianida). Dalam dunia industri, senyawa ini sering digunakan dalam proses pembuatan plastik, karet sintesis, dan serat akrilik.

Sianida, jika masuk ke dalam tubuh dengan kadar berkisar antara 50-200 mg atau lebih, bersifat mematikan. Namun, konsumsi senayawa ini dalam kadar rendah justru bermanfaat bagi tubuh karena dapat menurunkan tekanan darah. Lantas, apa sajakah sumber sianida yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari?

Asam sianida yang berbentuk gas tidak berwarna dan tidak berbau banyak terkandung pada asap buangan pabrik dan uap cairan pestisida. Karena sifatnya yang lebih berbahaya dari jenis lainnya, ada baiknya Anda menghindari sumber senyawa tadi. Jika paparan gas ini tidak dapat dihindari, pastikan sirkulasi udara di sekitar Anda baik untuk menghindari gas yang terkonsentrasi.

Jenis yang kedua, yaitu natrium sianida, ternyata banyak terkandung dalam bahan pangan sehari-hari, seperti kacang almond, tepung tapioka, tunas milet, kacang kratuk (kacang jawa), kedelai, bayam, rebung, ketela pohon, biji apel, biji pir, biji aprikot, dan biji ceri. Lantas, perlukah kita menghindari makanan tadi ?

Tenang, bahan pangan tadi tidak akan membahayakan tubuh karena kadar sinaida yang terkandung sangatlah rendah. Meski begitu, berhati-hatilah untuk tidak mengonsumsinya dalam jumlah besar, karena kadar sianida dapat terakumulasi dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan kematian. Untuk meminimalisir efek negatif dari sianida, perhatikan cara pengolahan serta penyajian. Contoh, dalam menyajikan beberapa jenis sayuran seperti bayam dan ketela pohon, masak telebih dahulu dengan cara digoreng atau ditumis agar panas api dapat meminimalisir kandungan sianida yang masuk ke dalam tubuh. Untuk konsumi apel, pir, aprikot, dan ceri, kandungan sianida yang cukup tinggi pada bijinya tidak lantas membuat daging buah tersebut berbahaya untuk dimakan. Selama biji tidak masuk ke dalam saluran pencernaan, Anda tetap dapat merasakan manfaat dari konsumsi buah-buahan tadi.

Leave a Reply