Mandi Saat Berkeringat, Bolehkah? Ini Jawabannya!

mandi saat berkeringat
Mandi saat berkeringat, bolehkah? Temukan jawaban yang dilihat dari sisi medis mengenai boleh atau tidaknya mandi saat berkeringat!

GoDok – Pernahkah Anda dilarang untuk mandi saat berkeringat? Hampir setiap orang pernah mengalaminya, baik dilarang oleh orangtua maupun kawan sejawat. “Nanti masuk angin, lho,” atau “Bisa-bisa ntar kena panu,” adalah alasan yang kerap mereka sampaikan. Benarkah hal ini? Atau ternyata sekadar mitos belaka?

Simak fakta ilmiahnya

Sebetulnya, banyak persepsi mengenai hal ini dari para dokter dan ahli. Namun, menurut dr. Atika dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), mandi ketika badan masih berkeringat sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan. Dan kalaupun Anda ingin mendinginkan badan sebentar sebelum mandi, hal itu juga diperbolehkan.

Awalnya kepercayaan ini memang muncul lantaran melihat kebiasaan para atlet atau olahragawan yang selalu menunda waktu mandi hingga tak lagi berkeringat. Namun harus diingat, bahwa bagi mereka hal ini bertujuan untuk merelaksasikan otot agar suhunya tidak terlalu tinggi. Lain soalnya jika Anda berkeringat sehabis berpanas-panasan di luar ruangan. Untuk hal ini, Anda justru dianjurkan segera pergi mandi. Hal tersebut bahkan dianjurkan agar kuman-kuman pada kulit tubuh tidak menyebabkan infeksi kulit. Kulit yang berkeringat rentan dengan kuman.

(Baca: Ayo, Kenali Jenis Jamur Penyebab Penyakit Kulit!)

Lalu, apakah mandi saat berkeringat membahayakan tubuh ?

Sebenarnya, panu muncul pada kulit tubuh bukanlah disebabkan oleh mandi saat berkeringat. Malahan, risiko munculnya panu akan lebih besar jika Anda tidak segera mengganti baju yang basah karena keringat dan langsung mandi sehabis berkegiatan di luar ruangan. Mengapa begitu? Usut punya usut, panu ternyata disebabkan oleh jamur bernama Malasezzia furfur yang muncul akibat berlebihnya kadar minyak dan lembapnya kulit dalam jangka waktu lama. Keringat akan bercampur dengan minyak dan kotoran pada kulit yang mengakibatkan permukaan kulit menjadi lembab. Terutama pada daerah punggung, leher, dada, bahu, bahkan wajah.

Jamur ini akan mengganggu proses pigmentasi normal sehingga kulit akan berubah warna dan muncul belang pada kulit. Jika Anda langsung mandi, minyak dan kotoran pada permukaan kulit akan langsung hilang. Kelembapan kulit juga akan berkurang dan risiko Anda untuk terkena panu juga semakin rendah.

Meskipun begitu, terlalu sering mandi juga tidak dianjurkan, lho! Sebab, jika Anda memiliki kulit yang kering, maka kulit akan semakin kering. Idealnya, mandilah sebanyak 2 kali dalam sehari.

(Baca: Mengenal Ragam Infeksi Jamur)

Jadi, apakah mandi ketika berkeringat aman?

Mandi saat berkeringat tidak akan membahayakan Anda untuk terserang panu. Akan tetapi, saat berkeringat, pori-pori kulit akan melebar dan suhu tubuh pun meningkat. Nah ketika Anda mandi di kala pori-pori melebar, suhu tubuh otomatis akan menurun. Jika hal ini terjadi, tubuh Anda akan meresponnya meninggikan kembali suhu tubuh. Fenomena ini biasanya disebut demam tinggi dan akan berlangsung dalam jangka waktu yang beragam, bisa sebentar dan juga lama. Selain itu, mandi ketika berpeluh-peluh juga dapat menyebabkaan kinerja keringat terganggu. Mengapa? Sebab, panas di dalam tubuh tidak keluar sehingga pembuluh darah akan menyempit.

Nah, jika Anda memang berkeringat dan ingin langsung mandi, perhatikanlah waktunya. Tidak ada salahnya untuk mendinginkan tubuh sebentar hingga panas tubuh agak turun. Anda memang dianjurkan untuk mandi ketika berkeringat. Akan tetapi, tetap perhatikan waktunya.

Semoga bermanfaat!

Comments are closed.