Luka Bakar; Gejala, Komplikasi dan Penanganannya

penanganan luka bakar

Meskipun sering dianggap sepele, namun ternyata serba-serbi luka bakar ini cukup penting untuk dipahami, lho. Karenanya, yuk simak, gejala, komplikasi, dan penanganan luka bakar berikut ini

GoDokLuka Bakar Pernahkah tangan, kaki, atau bagian tubuh Anda lainnya terkena api atau benda yang bersuhu amat panas? Ketika hal ini terjadi, pastinya akan timbul luka berwarna kemerahan pada bagian tubuh tersebut, yang biasa Anda sebut luka bakar. Meskipun sering dianggap sepele, namun ternyata serba-serbi dari kondisi ini cukup penting untuk dipahami, lho. Karenanya, yuk simak, gejala, komplikasi, dan penanganannya berikut ini.

Mengenal luka bakar

Suatu bentuk kerusakan atau hilangnya jaringan yang disebabkan kontak antara kulit dengan sumber panas seperti api, air panas, gesekan, campuran zat kimia, percikan listrik, sinar matahari, dan radiasi langsung. Selain itu, luka bakar dapat pula disebabkan oleh kontak antara kulit dengan sesuatu yang bersuhu teramat rendah (frostbite).

Gejala

Saat Anda atau keluarga menderita luka bakar, maka biasanya akan muncul gejala-gejala berupa:

  1. Terjadinya pembengkakan
  2. Kulit menjadi hangus
  3. Melepuhnya bagian yang terluka
  4. Terkelupasnya kulit
  5. Kulit menjadi merah
  6. Timbul rasa panas dan perih pada kulit
Diagnosis

Anamnesis, alias tanya jawab secara singkat dan cepat antara Anda dan dokter, harus dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan mekanisme dan waktu terjadinya trauma. Sebenarnya, luka bakar dapat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman, mekanisme cedera, luasan, dan keberadaan cedera lainnya. Namun, yang paling umum digunakan adalah pengelompokkan berdasarkan kedalaman luka bakar yang biasanya ditentukan pada saat pemeriksaan. Biasanya sangat sulit bagi tenaga medis untuk menentukan kedalaman luka bakar hanya dengan satu kali pemeriksaan sehingga perlu dilakukan pemeriksaan ulang dalam beberapa hari setelahnya. Dan jika penderita sudah amat parah, perlu pula dilakukan pemeriksaan dengan biopsy.

Berdasarkan lapisan kulit yang terkena serta kedalaman lukanya, derajat luka bakar dapat dikelompokkan menjadi :

– Tingkat I :  Ini merupakan tingkat di mana jaringan yang rusak hanya epidermis. Pada kondisi ini, kulit akan terasa nyeri, kemerahan, dan kering. Lama penyembuhannya kurang lebih 3-7 hari. Setelah itu, kulit Anda perlahan akan kembali seperti semula (normal).

– Tingkat II a : Pada tingkat ini, jaringan yang rusak meliputi sebagian dermis, folikel rambut & kelenjar keringat utuh. Kulit yang terkena luka bakar akan terasa nyeri, basah, berwarna merah/kuning, dan melepuh. Lama penyembuhannya kurang lebih 14-21 hari dan setelah sembuh, bekas luka bakar akan tampak seperti kulit normal kembali atau pucat.

– Tingkat II b : Jaringan yang rusak pada tingkatan ini hanya meliputi bagian dermis dan keseluruhan kelenjar keringat. Bagian kulit yang terkena luka bakar tingkat ini akan sama kondisinya dengan Grade II a. Namun, masa penyembuhannya lebih lama, yaitu sekitar 21-28 hari. Setelah sembuh, kulit Anda akan terlihat pucat, mengilap, dan terkadang tumbuh bekas luka di daerah tersebut.

– Tingkat III : Pada tingkatan ini, jaringan yang rusak sudah cukup parah, yaitu meliputi seluruh bagian epidermis dan dermis, serta kemungkinan mengenai jaringan subkutan. Bagian kulit yang terkena luka bakar tingkat ini akan sama kondisinya dengan Tingkat II a, hanya saja kulit juga akan berwarna hitam/kecoklatan. Akan terbentuk sikatrik/ hipertrofi.

– Tingkat IV : Pada tingkatan ini, luka bakar sudah tergolong parah dan mengenai jaringan lemak, otot, serta tulang. Tidak akan ada sensasi apapun yang dirasakan oleh kulit karena pembuluh darah dan ujung saraf di bagian tersebut telah rusak.

Komplikasi

Semua luka bakar dalam tingkatan apapun, sejatinya membawa risiko infeksi, sebab bakteri bisa dengan mudah masuk ke dalam kulit yang rusak dan terbuka. Berbeda dengan luka bakar tingkat pertama dan kedua, kondisi luka bakar pada tingkat tiga dapat berisiko terkena komplikasi, seperti infeksi, kehilangan darah, dan syok, yang seringkali bisa mengakibatkan kematian. Selain itu, luka bakar juga dapat mengakibatkan penderitanya terkena kondisi-kondisi berikut :

Tetanus, merupakan komplikasi lain yang mungkin bisa datang dari luka bakar pada tingkatan apapun.

Hipotermia, yaitu sebuah komplikasi tak terduga yang bisa terjadi jika luka bakar yang diderita terlalu parah. Kondisi ini sebenarnya dipicu oleh hilangnya berlebihan panas tubuh dari cedera.

Hypovolemia, alias kekurangan cairan merupakan komplikasi yang terjadi ketika tubuh Anda kehilangan terlalu banyak darah/cairan dari luka bakar.

Gangguan jalan napas, terjadi karena inhalasi aspirasi, oedema, serta infeksi paru-paru

Kejang, adalah komplikasi yang paling unik karena sering terjadi pada anak-anak. Kondisi ini biasanya disebabkan karena ketidakseimbangan elektrolit, hipoksi, infeksi obat-obatan.

Penanganan

Meskipun dapat mengakibatkan perubahan pada pigmen kulit yang terbakar, namun bila ditangani secara cepat, luka bakar pada tingkatan pertama akan jarang meninggalkan bekas luka. Terjadinya kerusakan serta infeksi lebih lanjut pada tingkat ini pun dapat diminimalisir. Sementara itu, luka bakar pada tingkat dua dan tingkat tiga sudah termasuk ke dalam kondisi parah sehingga bisa saja menyebabkan masalah di jaringan dalam kulit, tulang, dan organ. Jika berada pada kondisi ini, Anda mungkin memerlukan operasi, terapi fisik, atau perawatan rehabilitasi.

Pasien yang mengalami luka bakar harus ditangani sesuai dengan kondisinya. Pasien juga harus dirawat dengan melibatkan berbagai lingkungan perawatan serta disiplin ilmu, yang antara lain mencakup penanganan awal (di tempat kejadian), penanganan pertama di unit gawat darurat, serta penanganan intensif di ruang perawatan. Tindakan yang akan diberikan oleh dokter antara lain adalah terapi cairan, fisioterapi dan psikiatri. Selain itu, pasien dengan luka bakar juga perlu diberikan obat-obatan topical yang bertujuan tidak untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme dan mengurangi kolonisasi. Pemberian obat-obatan topical secara tepat dan efektif akan dapat mengurangi terjadinya infeksi luka dan mencegah sepsis yang seringkali masih menjadi penyebab kematian pasien.

Pertolongan pertama pada Pasien Luka Bakar

a. Segera hindari sumber api dan mematikan api pada tubuh, misalnya dengan menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokan oksigen pada api yang menyala.

b. Singkirkan perhiasan, baju, dan benda-benda lain yang membuat efek “torniket”, alias penutupan seluruh aliran darah pada alat gerak. Sebab, jika aliran darah tertutup, jaringan yang mengalami luka bakar akan segera mengalami pembengkakan dan melepuh.

cSetelah menghilangkan sumber panas, rendam daerah luka bakar di dalam air atau siram dengan air yang mengalir sekurang-kurangnya selama lima belas menit. Hal ini harus dilakukan, sebab proses koagulasi protein sel di jaringan yang terekspos suhu tinggi akan terus berlangsung bahkan setelah api dipadamkan sehingga kerusakan tetap meluas. Proses ini bertujuan mendinginkan daerah yang terbakar dan mempertahankan suhu dingin tersebut pada jam pertama sehingga kerusakan menjadi lebih dangkal dan dapat diperkecil.

Namun, harus Anda ingat bahwa cara ini tidak dapat dipraktikkan untuk luka bakar pada jaringan yang lebih luas. Sebab, hal ini dapat memicu terjadinya hipotermia pada pasien.

Pada dasarnya, prinsip penanganan pertamanya sama seperti penanganan pada luka akibat trauma yang lain, yaitu dengan ABC (Airway Breathing Circulation) yang diikuti pendekatan khusus pada bagian yang spesifik.

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.

Comments are closed.