Limfoma; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Limfoma

Limfoma adalah istilah kedokteran yang digunakan untuk menyebut suatu gangguan neoplastic pada jaringan kelenjar getah bening yang bersifat ganas. limfoma diklasifikasikan menjadi limfoma malignum Hodgkin dan malignum non-Hodgkin (LNH).

Go Dok – Akrabkah Anda dengan istilah ‘limfoma’? Jika belum, maka segera cari tahu lebih dalam lewat penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal limfoma

Limfoma adalah istilah kedokteran yang digunakan untuk menyebut suatu gangguan neoplastic pada jaringan kelenjar getah bening yang bersifat ganas.

Seperti penyakit keganasan atau kanker lainnya yang diklasifikasikan berdasarkan asal, bentuk, dan penyebaran selnya; limfoma diklasifikasikan menjadi limfoma malignum Hodgkin dan malignum non-Hodgkin (LNH). Meskipun memiliki manifestasi yang serupa, namun karakteristik dan pengobatan keduanya amatlah berbeda.

Epidemiologi

Berikut rincian epidemiologi masing-masing jenisnya:

1. Limfoma Hodgkin

  • Lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan (1.3-1.4:1), umumnya terjadi pada usia 15-34 tahun dan di atas 55 tahun.
  • Insidensnya 2,8 kasus/000 individu.
  • Pada tahun 2011, terdapat 8.830 kasus baru dan 1.300 kasus kematian akibat limfoma Hodgkin (National Cancer 2011).
  • Tingkat kejadiannya di Amerika Serikat bervariasi menurut ras dan jenis kelamin.
  • Predileksi seks paling banyak ditemukan pada anak-anak, dengan 85% kasus menyerang anak laki-laki.
  • Insiden terendah ditemukan pada penduduk Asia dan Kepulauan Pasifik.
  • Kejadiannyabervariasi seiring bertambahnya usia. Puncak awal adalah pada orang dewasa muda (15-34 tahun) dan orang dewasa yang lebih tua (> 55 tahun).
2. Limfoma non-Hodgkin
  • Lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Namun umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun. rata-rata usia 65 tahun.
  • Insidensnya 12-15 kasus/000 individu.
  • The American Cancer Societymemperkirakan bahwa sekitar 72.580 kasus baru LNH akan didiagnosis pada tahun 2016.
  • Sejak awal 1970-an, tingkat kejadian LNH meningkathampir dua kali lipat.
  • LNH adalah keganasan hematopoietic (berasal dari cikal bakal sel darah) yang paling lazim, mewakili sekitar 4% dari semua diagnosis kanker dan berada di urutan ketujuh di antara frekuensi semua jenis kanker.
  • LNH limakali lebih umum ditemukan daripada penyakit Hodgkin.
Penyebab

Meskipun penyebab pasti limfoma Hodgkin belum dapat diketahui hingga pasti, namun dokter dan ahli percaya bahwa terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini -seperti infeksi beberapa jenis virus (Ebstein-Barr, Sitomegalovirus, HIV, Human Herpes Virus-6 (HHV-6)), defisiensi imun, dan adanya riwayat dalam keluarga.

Sama halnya dengan limfoma Hodgkin, sebagian besar LNH juga tidak diketahui penyebabnya. Meskipun begitu, tetap saja terdapat beberapa faktor yang membuat Anda rentan terkena LNH -seperti imunodefisiensi, infeksi virus Ebstein-Ban (EBV), paparan herbisida atau pelarut organik, diet tinggi lemak hewani, kebiasaan merokok, serta paparan ultraviolet berlebih.

Gejala

Berikut beberapa gejala khas limfoma Hodgkin:

  • Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri
  • Demam
  • Keringat malam
  • Penurunan berat badan
  • Lemas
  • Gatal-gatal (pruritus)
  • Nyeri perut
  • Pembesaran hati dan limpa (hepatosplenomegali)
  • Nyeri tulang akibat destruksi lokal/infiltrasi  sumsum tulang
  • Gejala saraf (neuropati)
  • Timbulnya tanda-tanda penyumbatan (obstruksi), seperti bengkak pada tungkai, sindrom vena cava, serta kompresi medula spinailis.

Sedangkan bagi limfoma non-Hodgkin, berikut gejala yang harus Anda waspadai:

  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Malaise umum
  • Demam tinggi (> 38OC)
  • Keringat malam
  • Penurunan berat badan 10% dalam waktu l bulan
  • Timbulnya keluhan anemiadan gangguan pada beberapa organ tubuh.
Diagnosis

Untuk memeriksa kondisi pasiennya, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Setelah mencari tahu gejala dan faktor risiko lewat wawancara medis disertai dengan pemeriksaan fisik, diagnosa kemudian dapat ditegakkan berdasarkan histopatologi kelenjar getah bening dengan gambaran khas sel-sel Reed Sternberg. Pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat diusulkan oleh dokter adalah pemeriksaan darah lengkap, rontgen dada, gastroskopi untuk melihat kondisi lambung, bone scan untuk melihat kondisi tulang, serta pemeriksaan fungsi hati & ginjal.

Penanganan

Untuk menanganinya, pasien biasanya akan dianjurkan untuk menjalani prosedur kemoterapi dan radioterapi. Indikasi terapi biasanya berdasarkan pada ukuran masa, hasil lab, keluhan dan penyebaran penyakit.

Radioterapi meliputi Extended Field Radiotherapy (EFRT), Involved Field Radiotherapy (IFRT), serta radioterapi pada limfoma residual dan Bulky disease. Sedangakan kemoterapi yang direkomendasikan ialah ABVD (Adriamisin. Bleomisin, Vinblastin. Dakarbazin) dan Stanford V (mekloretamin, adriamisin, vinblastin, vinkristin, bleomisin, etoposid, pednison, G-CSF).

Komplikasi

Limfoma yang tidak segera ditangani ternyata dapat memicu penekanan pada organ, khususnya jalan napas dan usus. Selain itu, pengobatan limfoma juga dapat memberikan beragam efek samping, seperti:

  • Radioterapi dapat meningkatkan risiko keganasan sekunder (khususnya pada tulang. payudara, melanoma, sarkoma, lambung dan tiroid)
  • Kemoterapi dapat menyebabkan mielosupresi sehingga mudah terserang infeksi
  • Radioterapi dan kemoterapi dapat menyebabkan infertilitas.
Prognosis

Kemungkinan sembuh untuk limfoma Hodgkin bergantung pada stadium. Angka harapan hidup 5 tahun rata-rata adalah 90% (pada stadium I dan II), 84% (pada stadium III), dan 65% (pada Stadium IV). Pada LNH Angka harapan hidup 5 tahun pada pasien yang menjalani pengobatan berkisar antara 30% (pada derajat keganasan tinggi) hingga >50% (pada derajat keganasan rendah).