Langkah Penanganan Mimisan pada Anak

penanganan mimisan pada anak
Gejala mimisan banyak dialami anak usia 2-10 tahun dan orang dewasa serta lansia pada umur 50-80 tahun dan mimisan paling sering dijumpai pada lokasi yang kering dan dingin

GoDok – Penanganan Mimisan pada Anak Mimisan mungkin menjadi peristiwa yang dapat membuat Anda mudah panik karena tidak tahu bagaimana cara mengatasinya dengan cepat dan tepat.  Jika hal ini terjadi pada anak Anda, apakah Anda siap mengatasinya?

Sekilas tentang mimisan

Sebelum mengetahui mengenai penanganan mimisan pada anak,  Anda terlebih dahulu harus mengetahui sedikit tentang mimisan. Dalam dunia medis, mimisan disebut dengan istilah Epistaksis, yaitu perdarahan yang terjadi di rongga hidung yang dapat terjadi akibat kelainan lokal pada rongga hidung ataupun kelainan lain yang terjadi di tempat berbeda dalam tubuh. Bagian dalam hidung yang dilapisi oleh selaput lendir yang selalu basah banyak mengandung jalinan pembuluh darah, di bagian depan jalinan pembuluh darah disebut pleksus kiesselbach yang bila pembuluh darah ini pecah maka terlihat mimisan.

Siapa saja yang dapat menderitanya?

Sejatinya, epistaksis bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu kelainan, yang biasanya -pada 90 % kasus- dapat berhenti sendiri. Gejala ini banyak dialami anak usia 2-10 tahun dan orang dewasa serta lansia pada umur 50-80 tahun. Mimisan paling sering dijumpai pada lokasi yang kering dan dingin. Di Amerika Serikat angka kejadian epistaksis dijumpai 1 dari 7 penduduk. Baik perempuan maupun laki-laki dapat mengalaminya. Pada anak, epistakis sering dijumpai pada usia kurang dari 10 tahun, kemudian akan menurun seiring datangnya masa pubertas.

(Baca: Yuk, Cegah Polio pada Anak Melalui Vaksinasi!)

Bagi anak usia TK hingga SD, mimisan dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang masih tipis dan peka, yang terkena suatu benturan. Selain  itu, mimisan pada anak dapat pula disebabkan oleh trauma akibat mengorek hidung, bersin yang terlalu kuat, perubahan cuaca yang ekstrim (panas, kering) dan tekanan udara juga dapat memicu terjadinya mimisan secara spontan.

Lantas, bagaimana cara penanganan mimisan pada anak?  
  1. Dudukkan anak Anda di kursi atau dalam posisi berdiri dengan kepala sedikit maju ke depan. Hal ini dapat Anda manfaatkan untuk mengurangi laju perdarahan.
  2. Tundukkan kepala anak Anda ke arah depan, agar darah mengalir lewat lubang hidung, dan tidak mengalir ke tenggorokan. Waspadalah jika darah mengalir masuk ke lambung, karena hal ini dapat menimbulkan rasa mual dan muntah. Tak hanya itu, waspada pula agar darah tidak turut masuk ke paru-paru. Jika terjadi, hal ini dapat menyebabkan  gagal nafas, bahkan kematian.
  3. Setelah menundukkan kepalanya, penanganan mimisan pada anak selanjutnya dengan tekanseluruh cuping hidung tepat di atas lubang hidung dan di bawah tulang hidung. Pertahankan tindakan ini selama 10 menit dan mintalah anak  Anda untuk bernafas melalui mulut
  4. Berilah kompres dingin di daerah sekitar hidung anak. Kompres dingin ini akan membantu mengerutkan pembuluh darah sehingga perdarahan akan segera berkurang.
  5. Jika pendarahan masih terjadi, maka diperlukan pemasangan tampon yang telah dibasahi dengan adrenalin dan pantokain/lidokain serta bantuan alat penghisap untuk membersihkan bekuan darah. Hubungi petugas medis atau klinik terdekat untuk melakukan penanganan ini.

(Baca: Manfaat di Balik Anak laki-laki yang Dekat dengan Ibu)

Nah, jika pendarahan sudah berhenti, mintalah si kecil untuk berbaring dan beristirahat sejenak sebelum beraktivitas kembali. Itulah langkah-langkah penanganan mimisan pada anak. Semoga bermanfaat!