Lakukan Hal Ini untuk Pertolongan Pertama Kecelakaan

pertolongan pertama kecelakaan

Go Dok- Pertolongan pertama kecelakaan- Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda berada di lokasi kecelakaan dan melihat korban? Anda tentu ingin segera menolong korban bukan? Tunggu dulu! Meski tujuan tersebut baik, tetap ada prosedur yang harus dilakukan saat melakukan pertolongan pertama kecelakaan. Pasalnya, salah bertindak justru bisa berakibat fatal. Lantas, langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menangani korban kecelakaan?

Yuk, simak penjelasan dari Go Dok dalam pertolongan pertama kecelakaan berikut ini!

  • Periksa keadaan sekitar. Saat Anda berada di lokasi kecelakaan, sangat penting untuk tetap tenang dan memeriksa keadaan sekitar sehingga Anda dapat mencegah adanya hal yang dapat memperburuk keadaan.
  • Hubungi tim medis dan pihak yang berwajib. Hal ini penting dalam pertolngan pertama kecelakaan agar lokasi kecelakaan dapat segera diamankan sehingga tidak menimbulkan kerugian lainnya. Selain itu, korban kecelakaan dapat segera ditangani dengan tindakan yang lebih lanjut.
  • Periksa keadaan orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda melihat ada orang-orang yang terluka dan cedera di lokasi, segera periksa dan identifikasi dengan cepat cedera apakah yang mereka alami. Misalkan, perdarahan dari daerah di sekitar kepala, leher atau kaki. Orang yang cenderung diam, tidak berteriak atau menangis, perlu ditangani terlebih dulu karena kemungkinan mengalami cedera yang lebih serius.
  • Hindari menggerakan korban terlalu banyak. Jangan langsung menggeret korban ke sisi jalan atau keluar dari kendaraan. Lebih baik menunggu tim medis datang dan melakukan pertolongan pertama. Cedera tambahan yang berakibat fatal dapat terjadi jika korban digerakkan dengan cara yang salah dan dengan terburu-buru. Pindahkan korban jika terdapat bahaya langsung yang dapat membahayakan hidupnya, seperti kebakaran atau ledakan.
  • Periksa pernapasan korban. Langkah ini penting dilakukan sebagai pertolongan pertama kecelakaan. Periksa apakah korban masih bernafas. Segera lihat apakah terdapat benda yang menghalangi jalur pernafasan dengan membuka mulut korban, seperti benda asing atau lidah yang tertelan. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memindahkan benda tersebut. Selama melakukan hal ini, jaga leher dan kepala korban tetap lurus agar jalur udara tetap terbuka.
  • Lakukan pertolongan pertama. Jika korban tidak bernafas dan tidak ditemukan denyut nadi, lakukan kompresi dada atau CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) dan nafas bantuan atau EAR (External Air Resuscitation). Berikut adalah langkah-langkah CPR dan EAR:

Bagaimana cara melakukan EAR? berikut caranya:

  1. Telentangkan badan korban.
  2. Dongakkan sedikit kepala korban dan buka rahang korban agar mulut terbuka.
  3. Tutup lubang hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk untuk menghalangi udara yang akan diberikan keluar dari hidung.
  4. Tarik nafas panjang, letakan mulut Anda pada mulut korban dan tiupkan udara agar masuk ke paru-paru korban.
  5. Setelah memberikan satu nafas, periksa apakah terdapat tanda-tanda korban mulai bernafas.
  6. Berikan 5 nafas dalam 10 detik lalu periksa denyut nadi korban.
  7. Jika terdapat denyut nadi, berikan 15 nafas per menit.

Jika Anda perlu melakukan CPR, langkah ini yang harus dilakukan:

  1. Periksa apakah korban bernafas dengan melihat apakah dada korban naik turun atau letakan telinga di dekat hidung korban. Jika pasien bernafas, jangan lakukan CPR karena dapat berakibat fatal.
  2. Jika korban tidak bernafas, dongakkan kepala korban dan buka mulut pasien untuk melancarkan jalur pernafasan dan membantunya bernafas dengan normal. Jika tetap tidak bernafas, mulai lakukan CPR. Pertama, telentangkan tubuh korban. Hal ini penting agar saat melakukan CPR korban tidak mengalami cedera.
  3. Berlututlah di samping tubuh korban.
  4. Letakkan telapak tangan pada tulang dada korban, yang terletak di tengah dada korban, tepat di antara dua puting.
  5. Letakkan tangan kedua di atas tangan pertama. Telapak tangan menghadap ke bawah.
  6. Sebelum melakukkan kompresi dada, pertahankan posisi dan jangan biarkan bahu Anda ikut bergerak. Hal ini penting agar Anda dapat memberikan tekanan yang lebih besar.
  7. Kunci jari-jari Anda di sela-sela jari-jari yang lain, lakukan kompresi sebanyak 30 kali. Tekan dada korban secara ritmik. Idealnya, tekan dada 5 sentimeter ke bawah dan lepaskan. Lakukan sebanyak 103 kali per menit.
  8. Jika Anda merasa lelah dan ingin berganti dengan orang lain, berikan jeda selama 10 detik sebelum memulai kompresi kembali.
  9. Jika korban tetap tidak bernafas, berikan nafas bantuan atau EAR.

Jika Anda sudah melakukan hal-hal tersebut di atas, tunggu tim medis dan pihak yang berwajib tiba di lokasi kecelakaan agar dapat memberikan pertolongan lebih lanjut. Hindari melakukan hal-hal di luar yang telah disebutkan di atas agar tidak memperburuk keadaan korban.

Itu tadi langkah-langkah yang harus dilakukan saat pertolongan pertama kecelakaan. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

NA/PJ/MA

Referensi