Kusta; Gejala, Penyebab dan Penanganan

kusta

Kusta alias lepra merupakan penyakit jangka panjang yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata.

GoDok- Pernahkah tubuh Anda mengalami mati rasa? Atau, pernahkah rambut alis Anda mengalami kerontokan secara tiba-tiba? Hati-hati! Bisa jadi Anda terkena gejala penyakit kusta. Ayo, kenali gejala, penyebab, dan penanganan penyakit yang satu ini!

Mengenal kusta

Kusta alias lepra merupakan penyakit jangka panjang yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata. Kusta pertama kali diidentifikasi oleh Dr. Gerhard Armauwer Hansen pada tahun 1874. Jika sudah terinfeksi,  lambat laun lesi kulit yang terkena akan mati rasa.

World Health Organization (WHO) membagi kusta menjadi dua tipe, yaitu Pausibasilar (PB)  dan Multibasilar (MB). Jika pada tipe PB, bakteri penyebab biasanya tidak ditemukan saat pemeriksaan jaringan kulit, maka pada tipe MB, bakteri penyebab dapat teridentifikasi langsung.

Gejala

Beikut gejala umum yang menyertai penyakit kusta:

– Kulit yang terinfeksi akan mengalami mati rasa sehingga tidak dapat merasakan suhu ataupun sentuhan.

– Muncul bercak-bercak bundar berwarna merah dan putih

– Otot (biasanya tangan, jari, kaki, muka, dan mata) menjadi lemah dan lumpuh

–  Otot mengalami atrofi (penyusutan).

– Pembesaran saraf tepi, terutama di sekitar siku dan lutut.

-Gangguan pada fungsi kelenjar keringat yang menyebabkan kulit menjadi tipis dan mengkilap.

– Rontoknya alis rambut

Penyebab

Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Awas! Infeksi bakteri ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita kusta. Selalu waspada akan penularan penyakit ini sebab gejala tidak muncul seketika, namun memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun bagi bakteri untuk berkembang dalam tubuh.

Perlu Anda ketahui, faktor lingkungan merupakan salah satu pemicu datangnya penyakit kusta. Seseorang yang bertempat tinggal di daerah endemik atau memiliki anggota keluarga yang terinfeksi kusta berisiko besar tertular penyakit yang satu ini. Selain itu, keadaan rumah yang padat penghuni dan tidak bersih juga turut memperburuk kondisi penyebaran penyakit. Karenanya, Anda disarankan untuk menjalani pola hidup sehat agar sistem imun tinggi sehingga kebal terhadap infeksi bakteri.

Diagnosis

Menurut WHO, seseorang dapat dikatakan terkena kusta apabila terdapat SATU tanda utama atau cardinal signs, yaitu :

  1. Kulit mengalami hipopigmentasi (bercak putih) atau eritematosa (bercak kemerahan); dapat disertai penebalan saraf.
  2. Adanya kuman tahan asam (BTA-basil tahan asam) dalam kerokan jaringan kulit (slit skin smear).
Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kusta dapat menyebabkan komplikasi, antara lain:

  • Cacat permanen (kehilangan rambut alis, kehilangan jari tangan, jari kaki)
  • Kerusakan mata (lagoftalmus, ektropion, entropion, dan kebutaan)
  • Kerusakan saraf
Penanganan
  • Jika Anda atau keluarga menunjukkan gejala penyakit kusta, segeralah periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
  • Berikan motivasi kepada pasien secara konstan, karena dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan dalam masa pengobatan.
  • Sesuai dengan rekomendasi WHO, pengobatan kusta di Indonesia menggunakan terapi multiobat (Multi Drug Therapy/MDT). Obat-obatanini dapat Anda temukan di puskesmas atau rumah sak Pengobatan ini terbilang efektif karena pasien tidak lagi terinfeksi pada pemakaian di bulan pertama. Meski begitu, selama masa pengobatan, orang terdekat/keluarga tetap diminta untuk memantau pengobatan pasien agar proses pengobatan dan penyembuhan berjalan lancar.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

Comments are closed.