Kurap; Penyakit Khas Indonesia yang Sering Diabaikan

Kurap
Di dunia medis, kurap dikenal dengan sebutan tinea corporis’. Kondisi ini ternyata dipicu oleh infeksi jamur Dermatophytes yang sering tumbuh di jaringan keratin (jaringan keras pada kuku, rambut, dan kulit).

GoDok- Kurap- penyakit kulit yang akrab sekali di telinga masyarakat Indonesia. Karena bukan merupakan penyakit yang mematikan, banyak orang yang kemudian malah menyepelekannya. Padahal, jika tidak segera ditangani, dapat menyebar dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada kulit, lho! Tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Karenanya, yuk, kenali penyakit kulit ini lebih dalam lewat penjelasan lengkap berikut ini!

Apa itu kurap?

Di dunia medis, kurap dikenal dengan sebutan ‘tinea corporis’. Kondisi ini ternyata dipicu oleh infeksi jamur Dermatophytes yang sering tumbuh di jaringan keratin (jaringan keras pada kuku, rambut, dan kulit). Lantas, bagaimana cara penyebarannya? Jamur Dermatophytes terbukti dapat menginfeksi manusia lewat beberapa cara, meliputi:

  1. Kontak langsung dengan penderita
  2. Kontak langsung dengan benda yang menjadi tempat berkembangbiaknya jamur
  3. Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi jamur
  4. Kontak langsung dengan tanah

Kurap merupakan penyakit kulit yang mudah sekali dikenali karena memiliki beberapa gejala khas, seperti munculnya ruam kemerahan (kadang keperakan) berbentuk melingkar pada kulit, munculnya sensasi gatal dan panas khas peradangan, kulit bersisik, serta munculnya luka melepuh berisi nanah di sekitar ruam.

Anda berisiko terkena, jika….

Perlu diketahui bahwa kurap dapat menimpa siapa saja, tidak peduli usia dan jenis kelamin. Namun, tetap terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena penyakit kulit ini. Faktor yang dimaksud adalah:

  • Usia. Umumnya, penyakit kulit ini lebih mudah menimpa mereka yang masih kanak-kanak, atau lansia.
  • Sirkulasi darah dalam tubuh buruk.Hal ini bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu, seperti diabetes dan penyakit arteri perifer.
  • Sering melakukan kontak fisik dengan hewan.
  • Lingkungan sekitar. Ternyata, kurap banyak menimpa mereka yang tinggal di lingkungan yang kotor, lembap, dan sesak.
  • Sistem imun rendah. Jamur pemicunya dapat lebih mudah menginfeksi individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Kasus yang paling mudah ditemui adalah sering menimpa penderita HIV/AIDS.
  • Pengaruh obat-obatan. Penyakit kulit ini terbukti lebih mudah menghinggapi mereka yang sedang menjalani perawatan medis (baik yang melibatkan obat-obatan minum atau kemoterapi).
  • Menderita penyakit penyempitan dinding arteri
Lalu, apa yang harus dilakukan agar terhindar dari penyebaran kurap?

Ternyata, terdapat beberapa cara yang dapat dipraktikkan demi menghentikan penyebarannya. Mau tahu apa saja cara yang dimaksud? Simak poin lengkap di bawah ini!

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pastikan bahwa tempat tinggal Anda selalu bersih dan terkena sinar matahari langsung.
  • Hindari penggunaan pakaian, handuk, dan seprai yang terbukti telah digunakan oleh penderita penyakit kulit ini.
  • Hindari penggunaan pakaian yang terlalu sempit. Mengapa? Karena hal ini dapat membuat kulit menjadi lebih lembap sehingga bisa menjadi tempat ideal tumbuh kembangnya jamur pemicu kurap.
  • Periksakan hewan peliharaan Anda secara rutin.
  • Cuci tangan setiap kali bersentuhan dengan hewan.
  • Jika sudah terlanjur terkena kurap, maka segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Selain itu, hindari pula menggrauk area yang terkena kurap karena hal ini justru dapat mempermudah penyebaran jamur.

Itu tadi sekelumit penjelasan mengenai kurap. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.