Kumis dan Janggut Tumbuh Pada Wanita, Kenapa?

GoDok – Kumis dan janggut merupakan dua jenis rambut wajah (facial hair) yang umumnya disangkutpautkan dengan kaum pria. Namun, tahukah Anda, bahwa dalam beberapa kasus, kumis dan jenggot juga bisa tumbuh pada wanita?

Hal inilah yang terjadi pada Jennifer Miller. Wanita yang berprofesi sebagai penulis dan dosen di sebuah universitas di Brooklyn, New York, ini awalnya tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya. Bagaimana tidak! Miller menuturkan pada salah satu media online bahwa ia sering mendapatkan ejekan dan cemoohan dari banyak orang terkait kondisinya. Ya, tidak seperti wanita pada umumnya, wajah Miller ditumbuhi janggut dan kumis lebat layaknya seorang pria.

Ternyata, di dunia medis, kondisi yang dialami oleh Miller dikenal sebagai hirsutisme. Gejala yang paling umum dari kondisi ini adalah tumbuhnya bulu di beberapa area wajah wanita, seperti dagu dan bagian atas bibir. Lalu, apa saja penyebab hirsutisme? Ini dia penjelasan lengkapnya:

1. Pengaruh hormon

Faktor pertama yang dapat memcu hirsutisme adalah terlalu tingginya kadar hormon androgen dalam tubuh seorang wanita. Mungkin Anda mengenal hormon androgen sebagai jenis hormon yang ada pada pria. Namun, ternyata wanita juga memiliki hormon androgen di dalam tubuhnya -walaupun dalam jumlah kecil.

Perlu diketahui bahwa hormon androgen di produksi di testis dan ginjal pada pria; dan di kedua indung telur serta kelenjar adrenal pada wanita. Apa sih kegunaan hormon ini bagi wanita? Usut punya usut, hormon androgen berfungsi sebagai katalisator pembentukan hormon estrogen yang berkhasiat untuk mencegah pengeroposan tulang, memacu peredaran darah, serta menyeimbangkan perasaan.

Normalnya, perbandingan antara jumlah hormon androgen pada wanita dan pria adalah 1:10. Jadi, jika pria umumnya memproduksi 6-8 mg hormon androgen per hari, maka wanita hanya akan menghasilkan 0,5 mg per hari. Namun, pada beberapa kasus, jumlah hormon androgen pada wanita dapat meningkat dan melebihi batas normal; salah satu penyebabnya adalah penggunaan obat-obatan yang tinggi akan kandungan steroid. Inilah yang kemudian menyebabkan seorang wanita menderita hirsutisme.

2. Gangguan kesehatan

Selanjutnya, hirsutisme juga dapat dipicu oleh 2 jenis penyakit, yaitu Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH).

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakstabilan dan ketidakseimbangan hormon pada wanita akibat ovarium yang memproduksi hormon androgen secara berlebih. Selain memicu kondisi hirsutisme, PCOS yang bersifat genetik (umunya berasal dari pihak ibu) juga dapat menyebabkan timbulnya gejala kesehatan lain, seperti kulit yang menjadi berminyak dan berjerawat, depresi, susah untuk hamil, rambut kepala yang rontok dan menipis, bertambahnya berat badan, hingga menstruasi yang tidak teratur.

Selain PCOS, penyakit lainnya yang dapat memicu hirsutisme adalah Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH). Penyakit ini disebabkan oleh terganggunya fungsi kelenjar adrenal di indung telur yang menyebabkan adanya perubahan hormon tubuh. Banyak pihak percaya bahwa CAH merupakan penyakit turunan PCOS. Artinya, jika Anda terbukti menderita PCOS -dan tidak segera menanganinya-, maka kemungkinan besar Anda juga akan terkena CAH.

Semoga bermanfaat!

Baca artikel terkait mengenai hormon testeron berlebih; Bahayakah bagi kaum hawa, klik di sini.

Comments are closed.