Kucing Menyebabkan Kemandulan, Mitos atau Fakta?

GoDok – Setiap pasangan yang sudah menikah pasti sangat menanti-nanti momen di mana buah hati hadir di tengah-tengah keluarga. Kehadiran si kecil tidak hanya berperan sebagai penerus keturunan, tapi juga dipandang ampuh dalam ‘menghangatkan’ hubungan suami-istri. Karenanya, tidak heran jika banyak pasangan yang mencoba berbagai cara demi mendapatkan keturunan, termasuk dengan menghindari memelihara hewan peliharaan -terutama kucing.

Pernyataan yang mengemukakan bahwa kucing menyebabkan kemandulan memang populer di Indonesia. Benarkah demikian; atau hanyalah mitos belaka? Daripada berlarut-larut dalam ketidaktahuan, lebih baik Anda simak penjelasan lengkap di bawah ini!

Kucing; hewan lucu ini ternyata…

Sebenarnya, kucing merupakan salah satu jenis hewan yang memiliki tingkat kehigienisan tinggi jika dibandingkan dengan hewan lainnya. Pernyataan ini didukung oleh dr. Sa’id Rafah, dokter hewan di RS Hewan Damaskus, yang mengatakan bahwa kucing memiliki enzim Lysozyme yang berfungsi untuk membunuh kuman serta bakteri yang ada pada permukaan kulitnya. Dari fakta tersebut, bukankah masuk akal jika kucing justru dianggap sebagai hewan peliharaan yang ‘aman’ karena tidak berisiko terkena infeksi bakteri serta virus penyebab penyakit? Lalu, kenapa kucing malah dianggap sebagai penyebab kemandulan?

Ternyata, kemandulan disebabkan oleh…

Jika ditilik dengan seksama, kemandulan pada manusia dipicu oleh infeksi parasit Toxoplasma. Ternyata, parasit ini dapat berkembang biak di dalam tubuh kucing; dan hewan lainnnya, seperti  anjing, ayam, burung, kuda, dan tikus. Bedanya, jika pada hewan lain Toxoplasma berkembang biak hanya dengan cara aseksual (membelah diri), maka pada kucing parasit ini berkembang biak secara aseksual dan seksual (mikro dan makro gamet). Tidak heran jika kemudian kucing dituduh sebagai sumber utama penyebaran Toxoplasma.

Infeksi Toxoplasma pada kucing terjadi melalui…

Kucing dapat terpapar parasit Toxoplasma jika ia sering diberi makan daging mentah atau setengah matang. Mengapa? Karena daging yang tidak dimasak dengan benar berisiko besar mengandung kista Toxoplasma. Jika sampai termakan oleh kucing, kista Toxoplasma akan berkembang biak serta menghasilkan kista-kistanya untuk kemudian dikeluarkan bersamaan dengan feses kucing.

Pada feses kucing, kista akan bertahan selama 2 minggu. Karenanya, jika Anda memelihara kucing, maka besar kemungkinan Anda akan terpapar kista Toxoplasma ketika membersihkan fesesnya.

Selain kucing, Toxoplasma juga bisa menyebar melalui…

Meskipun tidak memelihara kucing, namun Anda masih bisa terpapar Toxoplasma melalui berbagai cara, seperti:

  • Sayuran yang  tercemar parasit Toxoplasma dan tidak dicuci bersih.
  • Memakan daging mentah atau daging yang cara memasaknya tidak benar-benar matang.
  • Mendapatkan transfusi darah dari pendonor yang terinfeksi toxoplasma.
Jika terpapar Toxoplasma, maka akan muncul gejala…

Jika Anda terinfeksi Toxoplasma, maka gejala yang awalnya muncul akan serupa dengan demam atau flu. Selain merasakan sakit di kepala, Anda juga akan mengalami demam ringan, batuk, serta pembengkakan kelenjar di leher yang menyebabkan susah menelan.

Karena gejalanya yang satu inilah, banyak orang yang kemudian tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi Toxoplasma. Padahal, jika tidak ditangani dengan segera, Toxoplasma akan memicu peradangan pada saluran sperma bagi pria; dan saluran telur pada wanita. Jika sudah begitu, maka sel telur tidak akan dapat dibuahi karena tersumbat atau tertutupnya saluran sperma serta sel telur tadi. Nah, inilah asal muasal mengapa Toxoplasma dapat menyebabkan kemandulan.

Tidak berhenti sampai di situ, rahim yang terinfeksi Toxoplasma juga dapat meningkatkan risiko janin terlahir dalam keadaan cacat; baik secara fisik maupun mental. Bahkan banyak pihak yang menyangkut pautkan penumpukan cairan di kepala bayi (hidrosefalus) dengan infeksi Toxoplasma yang terjadi ketika ibu mengandung janin. Mengerikan!

Itu tadi penjelasan lengkap yang mengungkap fakta mengenai hubungan antara kucing dengan kemandulan. Semoga bermanfaat!

(Baca: Bahaya Rokok Bagi Ibu Hamil dan Janin)