Konstipasi: Gejala, Penyebab dan Penanganan

konstipasi

 

 

Konstipasi mengacu pada kondisi di mana seseorang tidak dapat buang air besar secara teratur. Tingkat keparahan konstipasi pada setiap orang sangatlah beragam. Kondisi ini bisa terjadi selama beberapa hari saja bagi sebagian orang, namun dapat bertahan hingga hitungan tahun bagi sebagian lainnya.

Go Dok- Kosntipasi- Penyakit susah buang air besar yang umum menimpa siapa saja, termasuk Anda. Yuk, kenali konstipasi lebih dalam dengan menyimak penjelasan lengkap berikut ini!

Mengenal Konstipasi

Istilah konstipasi mengacu pada kondisi di mana seseorang tidak dapat buang air besar secara teratur. Karena bukan merupakan kondisi medis serius, banyak yang kemudian menganggap remeh konstipasi. Padahal, konstipasi bisa jadi merupakan gejala dari penyakit tertentu.

Tingkat keparahan konstipasi pada setiap orang sangatlah beragam. Kondisi ini bisa terjadi selama beberapa hari saja bagi sebagian orang, namun dapat bertahan hingga hitungan tahun bagi sebagian lainnya.

Epidemiologi
  • Setidaknya 12% dari total populasi dunia mengalami penyakit ini.
  • Di Amerika Serikat, penyakit inicukup umum terjadi dan mempengaruhi sekitar 15% populasinya. 
  • Pada tahun 2006, setikdanya 5,7 juta pasien berkonsultasi dengan dokter mengenainya.
  • Di Amerika Utara, konstipasikronis menyerang sekitar 63 juta orang
  • Bisa menimpa siapa saja, tidak peduli usia dan jenis kelamin.
  • Mereka yang berusia lebih dari 65 tahun berisiko 30-40% lebih besar terkena.
  • Angka kejadian pada perempuan terhadap laki-laki adalah 3: 1.
Penyebab

Umumnya, konstipasi dipicu oleh usus besar yang menyerap air dari tinja secara berlebih. Dampaknya, tekstur tinja akan berubah menjadi  lebih keras dan kering. Lantas, adakah faktor yang membuat seseorang rentan terkena kondisi ini? Berikut daftar lengkapnya:

  • Kurangnya konsumsi makanan yang tinggi serat, seperti buah dan sayur.
  • Kurang beraktivitas atau berolahraga
  • Kurang minum; hal ini memicu penurunan jumlah cairan dalam tubuh.
  • Demam
  • Menjalani pola diet yang salah
  • Stress dan depresi
  • Efek samping obat; beberapa jenis obat-obatan terbukti menjadi pemicunya. Obat yang dimaksud meliputi jenisantasida aluminium, antidepresan, antiepilepsi, suplemen kalsium, suplemen zat besi, dll.
  • Kehamilan; setidaknya 2 dari 5 ibu hamil mengalaminya selama masa kehamilan.
Gejala

Berikut beberapa gejala konstipasi yang perlu Anda waspadai:

  • Jarang buang air besar; dalam beberapa kasus, penderita hanya bia buang air besar sebanya 2 kali dalam seminggu saja.
  • Perut yang terasa sakit dan kembung
  • BAB terasa nyeri dan tidak puas
  • Kehilangan selera makan
  • Tubuh terasa tidak sehat dan tidak berenergi.
  • Buang angin berbau busuk

Ingat! Segera konsultasikan kesehatan Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat jika sudah menunjukkan gejala berikut ini:

  • Buang air besar disertai pendarahan
  • Nyeri perut yang sangat hebat
  • Tidak bisa buang angin
  • Muntah
Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasien, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan, kebiasaan buang air besar, pola diet, rutinitas harian, hingga frekuensi berolahraga. Khusus bagi penderitanya yang menunjukkan gejala lain -seperti demam dan peningkatan leukosit-, dokter akan menyarankan pemeriksaan laboratorium hingga pencitraan rontgen untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab konstipasi lainnya.

Penanganan

Ternyata, pengobatan sembelit sangatlah bervariasi karena bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Umumnya, kontipasi dapat diredakan dengan mengubah pola makan dan gaya hidup.

Lantas, bagaimana jika tidak kunjung sembuh dan memicu rasa sakit serta tidak nyaman? Khusus untuk kasus ini, dokter biasanya akan meresepkan obat pencahar oral serta obat penghilang rasa sakit .

Pencegahan

Faktanya, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, seperti:

  • Mengonsumsi makanan yang tinggi akan serat, seperti buah dan sayur. Asupan serat yang cukup terbukti efektif untuk menjaga pergerakan usus agar tetap teratur.
  • Cukupi kebutuhan air harian. Hal ini ditujukan untuk mencegah dehidrasi. Ingat! Penuhi kebutuhan air Anda dengan mengonsumsi air mineral; bukan minuman lain yang mengandung soda, kafein, ataupun alkohol.
  • Jangan menunda keinginan buang air besar. Mengapa? Sebab, kebiasaan buruk tersebut dapat meningkatkan risiko Anda terkena konstipasi.
  • Rutin bero Faktanya, kebiasaan berolahraga selama 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu terbukti ampuh untuk menjaga kebugaran tubuh, memperbaiki mood, serta mencegah timbulnya konstipasi.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.