Kondisi Hiperseksual; Normal atau Kelainan?

kondisi hiperseksual

Go Dok- Kondisi hiperseksual- Pernahkah Anda mendengar sebutan hiperseks? Tahukah Anda apakah itu hiperseks tersebut? Anda mungkin sering mendengar namun tidak mengerti secara jelasnya. Biasanya, sebutan tersebut diarahkan kepada orang-orang yang dianggap memiliki gairah seksual berlebih. Namun, apakah benar demikian?

Berikut penjelasan kondisi hiperseksual lebih dalam agar Anda memahaminya!

Kondisi hiperseksual merupakan sebuah kondisi di mana individu memiliki kecanduan terhadap hal-hal yang berbau seksual. Individu tersebut biasanya memiliki disfungsi terhadap keasyikan yang berbau fantasi seksual. Biasanya, kebiasaan tersebut juga dikombinasikan dengan pornografi, masturbasi kompulsif yang berlangsung kurang lebih selama 6 bulan.

Hingga saat ini, para ahli medis belum dapat menyimpulkan apakah kondisi hiperseksual merupakan sebuah kelainan atau gangguan mental. Hiperseksual dikaitkan dengan kecenderungan individu yang menjadikan hal yang berbau seksual sebagai solusi, jalan keluar, atau pelariannya terhadap sesuatu. Sama seperti individu yang kecanduan obat-obatan atau alkohol, kecanduan tersebut berdampak buruk terhadap produktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, keluarga, hingga percintaan.

Hiperseksualitas juga merupakan sebuah perilaku yang memilik pola. Hal ini berarti perilaku tersebut selalu berulang ketika sebuah hal memicu individu tersebut. Misalnya, ketika seseorang terbebani dengan pekerjaannya yang menumpuk, ia justru mengalihkan diri dengan mengatakan dirinya sakit padahal ia ingin menonton video porno di rumahnya.

 Kondisi hiperseksual tentunya ditunjukkan dengan beberapa gejala, seperti:

  1. Memiliki dorongan besar yang tidak dapat dikontrol untuk berfantasi seksual yang menghabiskan banyak waktu Anda.
  2. Memiliki gairah besar untuk melakukan kegiatan seksual yang diikuti oleh rasa lega dan juga rasa bersalah setelahnya, misalnya masturbasi.
  3. Menjadikan perilaku seksualnya sebagai pelarian dari masalah lain, seperti rasa kesepian, depresi, kecemasan, atau stress.
  4. Ketidakmampuan untuk mengurangi atau mengontrol fantasi, keinginan, dan perilaku seksual
  5. Bermasalah dalam menjaga kesehatan seksual ataupun hubungan dengan pasangan .
  6. Melakukan aktivitas seksual yang berisiko secara terus menerus, misalnya berganti-ganti pasangan dan berhubungan dengan individu yang terjangkiti penyakit menular seksual (PMS)
  7. Perilaku seksual yang mulai mengarah kepada beberapa tindakan ilegal, seperti eksibisionis, voyeurism, sadistic, atau pedofilia.

Meskipun gairah seksual yang tinggi lebih sering dikaitkan kepada pria, namun tidak menutup kemungkinan bahwa wanita juga bisa mengidap kondisi hiperseksual. Selain itu, juga terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan seseorang mengidap hiperseksualitas, seperti:

  • Ketidakseimbangan senyawa di dalam otak yang berhubungan dengan serotonin, dopamine, dan norephinephrine.
  • Perubahan pada sirkuit otak
  • Masalah kesehatan yang memengaruhi otak, seperti epilepsi dan demensia.

Jika Anda merasakan beberapa gejala yang sudah mulai mengganggu, maka ada baiknya jika segera menghubungi dokter untuk menangani perilaku tersebut. Pengidap hiperseksual harus segela mendapatkan pertolongan, baik secara medis maupun secara mental. Anda tidak perlu malu untuk pergi menemui ahli yang dapat menangani hal tersebut. Pasalnya, Anda bukan satu-satunya yang mengalami hal tersebut.

Ada baiknya, pencegahan juga dilakukan untuk menghindari seseorang mengidap hiperseksualitas. Ketika individu sudah cenderung mengarah ke tahap adiksi, sebaiknya individu tersebut langsung mencari pertolongan ahli. Selain itu, individu juga sebaiknya menghindari lingkungan yang dapat memicu terjadinya aktivitas seksual yang berisiko.

Itu tadi penjelasan mengenai kondisi hiperseksual. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

NA/PJ/MA

Referensi