Kista Ovarium; Gejala, Penyebab dan Penanganan

kista ovarium

Kista ovarium adalah suatu kantung yang berisi cairan. Seperti yang Anda ketahui, seorang wanita memiliki dua ovarium di setiap sisi rahim. Kedua ovarium ini masing-masing memiliki ukuran dan bentuk menyerupai kacang almond.

GoDok – Kista Ovarium- Pernahkah Anda mendengar istilah kista ovarium? Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar istilah tersebut? Apakah Anda terbayang suatu penyakit rahim yang membahayakan tubuh? Nah, daripada mengira-ngira, lebih baik Anda simak penjelasan lengkapnya  berikut ini.

Mengenal kista ovarium

Kista ovarium adalah suatu kantung yang berisi cairan. Seperti yang Anda ketahui, seorang wanita memiliki dua ovarium di setiap sisi rahim. Kedua ovarium ini masing-masing memiliki ukuran dan bentuk menyerupai kacang almond. Telur, yang disebut juga ova, berkembang dan matang di ovarium sebelum diluruhkan (dilepaskan) dalam siklus bulanan, yang dikenal dengan siklus menstruasi.

Jika ditilik dari segi medis, sebagian besar kista ovarium sebenarnya tidak berbahaya dan mayoritas  menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Namun, kista ovarium -terutama yang telah pecah- terkadang dapat menimbulkan gejala serius.

Gejala

Biasanya, kista tidak akan menimbulkan gejala apapun dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, yang berukuran besar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Jika kista tersebut kemudian menekan kandung kemih, bisa saja penderita merasa perlu untuk buang air kecil dengan frekuensi lebih sering.

Jika Anda terkena penyakit kista pada ovarium, berikut adalah gejala dan tanda yang mungkin timbul :

  • Nyeri pada pelvis–panggul- Rasa nyeri ini terjadi sebelum menstruasi dimulai atau sebelum menstruasi berakhir. Rasa nyeri dapat menyebar ke daerah punggung bawah dan paha, dan dapat pula dirasakan saat berhubungan seksual –dispareunia-.
  • Mual, muntah, dan/atau nyeri payudara seperti yang dialami oleh wanita hamil.
  • Rasa penuh atau berat pada perut Anda.
Penyebab

Kista fungsional

Dari segi medis, terdapat dua jenis kista fungsional -kista yang dibentuk secara normal/fisiologik oleh rahim, yaitu :

  • Kista folikular. Jenis yang satu ini termasuk dalam kistafungsional yang biasanya tidak berbahaya dan jarang menimbulkan rasa sakit. Kista folikular seringnya akan menghilang sendiri dalam dua atau tiga siklus menstruasi.
  • Kista corpus luteum.Normalnya, kista jenis ini pada siklus menstruasi, dan juga akan  menghilang dalam dua hingga tiga kali siklus menstruasi. Namun, ada kalanya akan terjadi ketidaknormalan, di mana kista corpus luteum ini membesar dan menjadi berbahaya. Salah satu faktor risiko yang memicu timbulnya (perbesaran) kista corpus luteum adalah penggunaan obat kesuburan; yang sering digunakan untuk mencegah terjadinya ovulasi.

Umumnya, kedua kista fungsional yang telah disebutkan tidak akan mengancam kehamilan yang tengah terjadi.

Kista lainnya

Selain kedua kista fungsional, terdapat pula beberapa jenis kista lainnya, yaitu…

  • Kista dermoid
  • Kista adenoma,yang berkembang dari jaringan ovarium.
  • Endometrioma. Kista ini berkembang sebagai akibat dari endometriosis; suatu kondisi di mana sel endometrium uterus tumbuh di luar rahim. Beberapa jaringan tersebut bisa saja menempel pada ovarium dan membentuk pertumbuhan.
Diagnosis

Kista ovarium dapat ditemukan melalui pemeriksaan di area panggul Anda. Biasanya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk menentukan diagnosis dan tindakan selanjutnya. Untuk mengidentifikasi jenis kista, dokter mungkin akan melakukan tes atau prosedur berikut ini :

  • Tes kehamilan. Tes kehamilan yang positif mungkin menunjukkan bahwa kista Anda adalah kista korpus luteum
  • USG panggul. Dalam prosedur ini, dokter akan melakukan analisis guna memastikan adanya kista, membantu mengidentifikasi lokasinya, serta menentukan isi dari kista tersebut, apakah isinya padat, penuh dengan cairan atau campuran.
  • Tes darah.Pada pemeriksaan dengan tes darah, dokter bisa saja menemukan antigen kanker 125 (CA 125); yang sering mengalami peningkatan pada wanita dengan kanker ovarium. Peningkatan kadar CA 125 juga dapat terjadi pada kondisi non-kanker, seperti endometriosis, fibroid uterus, dan penyakit radang panggul.
Komplikasi

Komplikasi, alias penyakit turunan yang dapat terjadi karena kista antara lain adalah :

  • Torsi ovarium. Kista adenoma dan kista dermoid yang semakin berukuran besar bisa menyebabkan ovarium Anda bergerak keluar dari posisi normalnya di area panggul. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan ovarium menjadi terpelintir -disebut torsi ovarium.
  • Kista pecah.Kista yang semakin besar, lama-kelamaan pecah sehingga menyebabkan rasa sakit yang parah dan perdarahan internal.
Penanganan

Penanganan kista ovarium umumnya bergantung pada usia , jenis, gejala, dan ukuran kista Anda. Selain itu, dokter mungkin juga akan menyarankan hal-hal berikut ini :

  • Observasi (waspada menunggu).Pada banyak kasus, penderitanya akan diminta untuk menunggu dan diperiksa ulang, guna mengetahui apakah kista itu hilang sendiri dalam beberapa bulan. Hal ini biasanya merupakan penanganan pilihan -berapapun usia Anda- dan diterapkan apabila Anda tidak memiliki gejala apapun dan hasil USG menunjukkan Anda memiliki kista kecil berisi cairan.
  • Operasi. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengeluarkan kista yang sudah berukuran besar, menyebabkan rasa sakit, atau gejala mengganggu lainnya melalui prosedur pembedahan. Beberapa kista dapat diangkat tanpa mengeluarkan ovarium itu sendiri –prosedur yang dikenal sebagai sistektomi ovarium-. Dalam beberapa keadaan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengeluarkan ovarium yang terkena -prosedur ini dikenal sebagai ooforektomi-. Namun jika kista bersifat kanker, dokter mungkin akan menyarankan histerektomi total. Dokter juga akan cenderung merekomendasikan operasi saat massa kistik berkembang di ovarium setelah menopause.
Pencegahan

Meskipun tidak ada cara yang pasti untuk mencegah pertumbuhan kista ovarium, namun rutin melakukan pemeriksaan panggul adalah cara terbaik yang dapat dilakukan. Selain itu, waspadalah terhadap perubahan siklus menstruasi, termasuk pada gejala yang menyertai menstruasi, jika berbeda dari biasanya. Bicara dan diskusikanlah dengan dokter mengenai perubahan dan kondisi yang ada.

Nah, itu dia serba-serbi kista ovarium, beserta penanganan serta cara pencegahannya yang harus Anda ketahui. Smeoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.