Kista Bartholin; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Kista Bartholin

Banyak wanita yang tidak sadar bahwa dirinya tengah mengidap kista bartholin.  Dampaknya, kista akan semakin berkembang dan memicu berlebihnya produksi cairan saat berhubungan seks. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasan lengkkapnya!

GoDok- Kista Bartholin- Terdengar asing di telinga, kista bartholin ternyata merupakan salah satu kondisi medis yang sering menimpa wanita. Eits, jika tidak segera ditangani, kista jenis ini dapat memicu timbulnya komplikasi kesehatan yang lain -seperti abses. Tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Karenanya, yuk, simak penjelasan lengkap berikut ini!

Mengenal kista bartholin

Sebelum menginjak pada pembahasan mengenai kista bartholin, ada baiknya Anda pahami terlebih dahulu apa itu kelenjar bartholin. Lengkapnya, kelenjar ini merupakan dua organ kecil pada kulit bagian bawah alat kelamin wanita. Fungsi dari kelenjar ini sendiri adalah untuk memproduksi cairan yang bermanfaat untuk membasahi daerah genital luar atau vulva.

Nah, jika saluran di sekitar kelenjar Bartholin tersumbat, maka lambat laun akan terjadilah penumpukkan cairan yang notabene merupakan awal mula terbentuknya kista. Karena seringkali berukuran kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit, banyak wanita yang kemudian tidak sadar bahwa dirinya tengah mengidap kista bartholin.  Dampaknya, kista akan semakin berkembang dan memicu berlebihnya produksi cairan saat berhubungan seks.

Penyebab

Para ahli meyakini bahwa penyebab utama kista Bartholin adalah karena adanya penumpukkan cairan. Hati-hati! Jika tidak segera ditangani, kista bisa terkena infeksi sehingga kemudian berkembang menjadi abses. Berikut beberapa jenis  bakteri yang bisa memicu infeksi:

  • Gonococcus, penyebab gonore
  • Chlamydia trachomatis, penyebab clamidia
  • Escherichia coli
  • Streptococcus pneumonia
  • Haemophilus influenzae
Gejala

Umumnya, kista bartholin yang tidak terinfeksi tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, jika sudah terinfeksi maka kista akan menunjukkan beberapa gejala medis, seperti:

  • Timbulnya benjolan yang lunak dan terasa nyeri di sekitar lubang vagina
  • Area sekitar lubang vagina terlihat membengkak dan berwarna kemerahan
  • Tidak nyaman saat berjalan maupun duduk
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual
  • Demam
Diagnosis

Untuk mendiagnosis kista bartholin, dokter umumnya  akan melakukan beberapa prosedur, seperti:

  • Mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan (termasuk riwayat hubungan seksual)
  • Melakukan pemeriksaan panggul.
  • Mengambil sampel sekresi dari vagina atau leher rahim untuk menguji ada/tidaknya risiko infeksi menular seksual.
  • Merekomendasikan tes massa (biopsi) untuk memeriksa sel kanker jika pasien sudah mengalami menopause atau berusia di atas 40 tahun.
Penanganan

Seringkali kista bartholin tidak memerlukan penanganan khusus -terutama jika tidak memicu timbulnya gejala atau komplikasi apapun. Namun, bila kista mulai membuat penderitanya tidak nyaman -atau ditakutkan berkembang menjadi abses, maka dokter bisa merekomendasikan beberapa langkah penanganan, yaitu:

  • Sitz bath. Singkatnya, cara ini mengharuskan pasien untuk berendamdalam bak mandi berisi air hangat (sitz bath). Dengan berendam setidaknya 2 kali selama 3-4 hari, kista dipercaya dapat mengempis dengan sendirinya.
  • Drainase (bedah). Prosedur bedah ini mungkin saja dibutuhkan jika kista yang diderita terbukti mengalami infeksi, atau ukurannya sudah terlampau besar.
  • Penggunaan kateter. Prosedur ini melibatkan penggunaan kateter yang dimasukkan ke dalam kista. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengeluaran cairan.
  • Marsupisasi. Lewat cara ini, kista akan dipotong sedemikian rupa sehingga cairan di dalamnya dapat dikeluarkan.
  • Aspirasi jarum. Jarum digunakan untuk menguras kista. Setelah cairan habis, maka rongga kista kemudian akan diisi oleh alkohol 70%. Tujuannya tidak lain adalah untuk meminimalisir risiko timbulnya infeksi.
  • Eksisi kelenjar. Jika kista terus muncul, maka dokter dapat menganjurkan metode eksisi kelenjar untek membuang kelenjar bartholin selamanya.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan kesehatan seputar organ intim Anda? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.