Bunda, Yuk Kenali Serba-Serbi Lidah Putih pada Bayi

lidah putih pada bayi
Lidah putih pada bayi biasanya disebabkan oleh susu dan infeksi jamur.  Nah, jika bayi mengalami hal ini, Bunda sebaiknya menjaga kebersihan mulut bayi sebelum dan sesudah menyusui.

GoDok – Pernahkah Bunda menjumpai adanya warna atau bercak putih pada lidah si kecil yang masih bayi? Tentunya saat melihat hal tersebut, Anda tentunya akan panik sekaligus bingung mengenai apa yang harus Anda lakukan. Nah, untuk mengatasi kebingungan tersebut, yuk simak penjelasan berikut, mengenai penyebab dan pengertian dari lidah putih pada bayi itu sendiri.

Mengapa lidah bayi bisa memiliki bercak putih?

Bercak putih pada lidah bayi, biasanya disebabkan oleh susu, baik ASI maupun susu formula yang diminum bayi. Bercak putih yang disebabkan oleh susu akan hilang dengan mudah dan setelah dibersihkan maka permukaan lidah bayi akan kembali normal yaitu berwarna merah muda. Nah, jika bayi mengalami hal ini, Bunda sebaiknya menjaga kebersihan mulut bayi sebelum dan sesudah menyusui. Hal ini bisa Anda lakukan dengan cara

– Memberi bayi minum dengan air putih setelah selesai menyusui

– Membersihkan mulut bayi dengan melilitkan sedikit kain pada jari kelingking ibu, celupkan ke dalam air hangat, lalu buka mulut bayi dan masukkan jari kelingking ibu ke dalam mulut untuk membersihkan bagian lidah bayi. Lakukan hal-hal tersebut dengan perlahan dan pastikan kehigienisan kain kassa yang Anda gunakan.

(Baca: Bunda, Perhatikan Hal Ini Ketika Membekukan ASI!)

Nah, selain karena susu, perlu Anda ketahui pula penyebab lidah dan mulut si bayi menjadi putih; yaitu infeksi jamur. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya oral thrush, yakni bercak pada lidah bayi yang tidak mudah untuk dihilangkan (menetap). Apabila Bunda memaksakan untuk membersihkan dengan cara yang dijabarkan sebelumnya, hal ini justru akan menyebabkan perdarahan pada mulut bayi.

Apa penyebab oral thrush?

Pada umumnya, oral thrush yang disebabkan oleh jamur Candida albicans yang ditularkan melalui vagina ibu yang terinfeksi selama persalinan (saat bayi baru lahir) atau melalui botol susu dan puting susu yang tidak bersih serta cara mencuci tangan yang tidak benar. Perlu Anda ketahui, bahwa jamur Candida albicans bersifat saprofit, sehingga jika daya tahan tubuh bayi turun, jamur tersebut dapat tumbuh secara cepat sehingga menimbulkan infeksi berupa oral thrush dan diare. Penyakit ini  dapat menjangkiti bayi pada usia 7-10 hari setelah persalinannya. Apabila penggunaan antibiotik tertentu pada usia di bawah satu tahun akan mengakibatkan sariawan atau oral thrush yang menetap.

Apa akibat dari oral thrush pada bayi?

Jika mengalami oral thrush, kemungkinan besar bayi Anda akan mengalami kesulitan saat makan dan menjadi rewel serta mudah marah. Selain itu, waspadai pula kemungkinan penularan penyakit ini dari bayi kepada Anda selama masa menyusui. Sebab, infeksi jamur bisa saja menular melalui interaksi bolak-balik antara payudara ibu dan mulut bayi. Jika payudara Anda terinfeksi jamur Candida, kemungkinan Anda akan mengalami gejala-gejala berikut:

  • Puting menjadi gatal, sensitif, dan berawarna merah
  • Terdapat serpihan kulit berwarna lebih terang pada daerah lingkaran gelap puting (areola)
  • Sakit yang menikam pada payudara
  • Sakit saat menyusui

(Baca: Bingung Kenapa Bayi Menangis? Mungkin Ini Penyebabnya)

Lalu, tindakan apa yang harus diambil?

Dalam beberapa kasus yang ringan, bercak putih atau oral trush pada lidah bayi yang disebabkan oleh infeksi akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, sebenarnya akan lebih baik jika Bunda berkonsultasi mengenai perawatannya pada dokter anak di klinik maupun rumah sakit. Jika tidak, Anda justru akan cenderung menularkan infeksi kepada bayi, dan begitu pula sebaliknya. Dokter mungkin akan memberikan resep berupa obat tetes atau salep anti-jamur ringan untuk bayi dan krim anti-jamur untuk payudara Anda. Nah, jika Anda seorang wanita karir dan biasa menggunakan pompa payudara, selalu bilas salah satu bagian yang bersentuhan langsung dengan payudara di dalam larutan cuka dan air. Selain itu, bilas pula puting Anda beserta dot yang biasa digunakan si kecil dalam larutan air dan cuka setiap harinya. Biarkan pula keduanya terkena udara kering guna mencegah pertumbuhan jamur Candida.

Semoga bermanfaat!

Comments are closed.