Kenali Faktor Risiko dan Langkah pencegahan Hepatitis B

pencegahan hepatitis B
Secara umum, penyakit Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B (HBV), yang menyebar dan menulari Anda melalui paparan terhadap darah atau cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi. 

GoDok Pencegahan hepatitis BHepatitis B merupakan penyakit yang cukup sering Anda dengar di lingkungan sekitar. Apalagi jika Anda memiliki balita dan sering membawanya secara rutin ke klinik atau puskesmas terdekat. Pasalnya, Hepatitis B adalah salah satu penyakit yang poster pencegahan serta langkah penanganannya banyak disebarkan oleh pemerintah. Sosialisasi seperti ini merupakan hal yang wajar, mengingat angka kasus Hepatitis semakin meningkat di Indonesia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2013 saja, tercatat sekitar 649.875 jiwa yang disinyalir menderita Hepatitis B di Indonesia. Angka ini tercatat menanjak dibandingkan data sebelumnya pada tahun 2007. Hal ini sebagian besar dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Hepatitis B, serta faktor risiko dan tindak pencegahannya.

Berikut Go Dok paparkan faktor risiko serta tindak pencegahan Hepatitis B yang penting untuk Anda ketahui 

Apa penyebab dan faktor risiko Hepatitis B?

Secara umum, penyakit Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B (HBV), yang menyebar dan menulari Anda melalui paparan terhadap darah atau cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Hepatitis B :

  • Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi virus Hepatitis B, tanpa menggunakan kondom. Hal ini menyebabkan pertukaran cairan antara Anda dan orang tersebut, sehingga menularkan virus itu sendiri.
  • Penggunaan jarum bersama orang yang telah terinfeksi virus Hepatitis B. Biasanya jarum ini digunakan untuk menyuntikkan obat, umum di kalangan para pemakai obat-obatan terlarang.
  • Berbagi pemakaian alat kebutuhan pribadi, seperti sikat gigi atau pencukur jenggot, dengan orang yang terinfeksi virus Hepatitis B
  • Membuat tato atau tindikan (pada hidung, pusar, telinga, lidah, dan mulut) dengan alat yang tidak disterilkan terlebih dahulu.

Selain keempat faktor risiko di atas, perlu diingat bahwa virus Hepatitis B dapat pula dibawa oleh seorang wanita yang tengah hamil. Akibatnya, wanita tersebut dapat menurunkan virus ini pada bayi yang dilahirkannya.

Perlu pula Anda ingat, bahwa virus Hepatitis B tidak dapat ditularkan melalui kontak kasual, seperti berciuman, berpelukan, bersin, batuk, dan berbagi makanan atau minuman dengan orang yang terinfeksi.

Lalu, apa saja tindak pencegahannya?

Tindak pencegahan Hepatitis B adalah pemberian vaksin Hepatitis B. Vaksin ini sudah tersedia sejak tahun 1982, dan sejak itu telah digunakan secara luas untuk mencegah infeksi virus Hepatitis B secara efektif. Rentetan vaksin komplit dapat meningkatkan antibodi hingga lebih dari 95% pada bayi, anak-anak, dan dewasa. Memang, vaksin ini sebenarnya wajib didapatkan setiap orang, terutama jika Anda merupakan individu yang berisiko tinggi terinfeksi Hepatitis B, yaitu :

  • Individu yang sering dan berulangkali menerima donor darah, seperti pasien dialisis, dan penerima transplantasi organ dalam.
  • Orang yang hidup di dalam penjara
  • Orang yang rutin menyuntikkan obat karena penyakitnya
  • Teman hidup dan mereka yang satu atap dengan penderita Hepatitis B
  • Orang yang memiliki banyak pasangan seksual, atau sering berganti pasangan seksual.
  • Petugas kesehatan, dokter, petugas medis, atau orang-orang yang sering terpapar darah dalam pekerjaan mereka, dan
  • Pelancong yang pergi ke banyak negara dan wilayah, harus menerima vaksin sebelum meninggalkan wilayah endemik virus Hepatitis B.

Selain vaksin, pencegahan hepatitis B dapat dilakukan dengan menghindari pemakaian jarum suntik secara komunal, atau yang tidak steril, dan menghindari pemakaian obat-obatan terlarang. Tak hanya itu, Anda juga bisa menghindari pemakaian pisau cukur dan sikat gigi bersama, memakai kondom saat berhubungan seksual, serta menggunakan sarung tangan plastik jika harus memegang darah.

Nah, itu dia faktor risiko serta langkah pencegahan hepatitis B yang harus Anda tahu. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Ingin tanya dokter gratis? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ pada aplikasi Go Dok untuk  dapatkan layanan chat dokter, GRATIS! Download aplikasinya di sini.