Kenali dan Waspadai Penyakit Kolesistitis!

Penyakit kolesistitis
Penyakit Kolesistitis adalah penyakit radang kandung empedu. Kandung empedu merupakan organ kecil di dekat hati yang berperan dalam mencerna makanan.

Go Dok- Penyakit Kolesistitis- Pernahkah Anda mendengar atau mengalami penyakit yang disebut kolesistitis? Bagaimanakah penyakit itu sebenarnya? Nah, patut Anda pahami dan waspadai bahwa penyakit kolesistitis dapat menyerang salah satu organ dalam tubuh Anda ini. Kolesistitis adalah penyakit radang kandung empedu. Kandung empedu merupakan organ kecil di dekat hati yang berperan dalam mencerna makanan. Prosesnya sendiri yaitu, organ kandung empedu yang berbentuk seperti buah pir kecil di sudut kanan atas perut dihubungkan oleh serangkaian saluran yang menuju ke hati, pankreas, dan duodenum atau bagian pertama dari usus kecil. Untuk membantu pencernaan, hati menghasilkan zat yang disebut cairan empedu yang mana keluar dari kantung empedu. Jika aliran cairan empedu tersebut terhambat, ia akan terjebak di dalam kantong empedu, menyebabkan pembengkakan, rasa sakit, dan kemungkinan infeksi. Nah, itu merupakan penyakit yang disebut kolesistitis.

Lalu, apa sih penyebab kolesistitis itu sendiri? Penyakit kolesistitis ini terjadi saat adanya peradangan dan rasa sakit pada kandung empedu.

Penyebab penyakit  Kolesistitis

1.  Batu empedu

Penyebab kolesistitis yang paling sering terjadi adalah terdapat batu empedu yang menempel di duktus kistik. Batu empedu ini dapat menghalangi cairan empedu yang keluar dari kantung empedu, sehingga terjadi penyumbatan. Penyumbatan oleh batu empedu ini disebut kolelitiasis. Hal inilah yang menyebabkan kantung empedu luka, bengkak, meradang hingga infeksi. Nah, batu empedu ini umumnya berasal dari penumpukan kolesterol dan garam empedu.

2.Tumor

Selain batu empedu, tumor juga merupakan salah satu penyebab kolesistitis. Mengapa? Tumor dapat menyumbat saluran empedu hingga cairan empedu tidak dapat keluar dan mengalir dari kantong empedu dengan baik. Hal itulah yang menyebabkan penumpukan pada saluran empedu sehingga terjadi pembengkakan dan peradangan. Dan biasanya tumor ini menyerang hati dan pankreas.

3. Infeksi

Infeksi yang dapat menjadi penyebab kolesistitis ini biasanya sudah menyebar ke berbagai anggota tubuh. Nah, faktor penyebab infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri Salmonella.

4. Terjadi sumbatan lain karena berbagai faktor

Selain 3 faktor di atas, kolesistitis juga dapat disebabkan oleh berbagai hal. Contohnya, usia diatas 40 tahun, jenis kelamin wanita, obesitas maupun penurunan berat badan secara drastis umumnya rentan terserang kolesistitis. Kemudian bisa juga karena kolesterol yang tinggi  menyebabkan berbagai penyakit dan menyebabkan adanya batu empedu. Riwayat penyakit kronis seperti tumor, sickle cell anemia, HIV/AIDS, dan lain-lain juga dapat menjadi penyebab kolesistitis.

Gejala Kolesistitis

Setelah mengetahui penyebabnya, apa sih gejalanya? Nah, sangat wajib bagi Anda untuk mengetahui gejala-gejala kolesistitis apa saja yang mungkin terjadi dan menyerang organ-organ dalam tubuh Anda. Gejala kolesistitis yang paling umum terjadi adalah nyeri pada perut kanan atas, namun kadang-kadang berpindah ke punggung atau bahu kanan. Selain itu, Anda mungkin akan merasakan mual atau muntah, demam, bertambah nyeri saat menghirup napas dalam-dalam, nyeri lebih dari 6 jam, terutama setelah makan dan sakit apabila dinding perut yang berada tepat diatas kantung empedu tersentuh. Patut Anda waspadai dan pahami gejala-gejala kolesistitis yang mungkin terjadi. Agar, dapat Anda lakuka pencegahan dan penyembuhan yang benar oleh dokter. Semangat!

Pengobatan dan perawatan bagi orang-orang yang mengalami penyakit kolesistitis akibat gejala dan penyebab yang ringan mungkin akan diberikan cairan dan antibiotik melalui pembuluh darah dan istirahat yang cukup. Berbeda dengan penderita kolesistitis dengan tingkat lebih parah, pengobatan yang dilakukan biasanya dengan operasi untuk membuang kantung empedu, yang disebut dengan kolesistektomi. Oleh karenanya, apabila Anda mengalami gejala dan penyakit ini, jangan lupa periksa ke dokter untuk penanganan yang tepat, ya!

Pencegahan sejak dini Yaitu dengan menjaga berat badan yang ideal, mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, menurunkan atau menaikkan berat badan secara sehat dan jangan lupa olahraga!

Jadi, bagaimana? Sudah paham dan kenal dengan penyakit kolesistitis di atas, bukan? Jangan meremehkan gejala atau penyakit apapun yang bisa terjadi, ya! Sayangi diri Anda dengan melakukan pencegahan dan pengobatan yang benar. Dan jangan lupa, konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat! Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.