Kenali dan Waspadai 6 Penyebab Pruritus

penyebab pruritus

Go Dok- Penyebab pruritus- Istilah ‘pruritus’ mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, kondisi medis yang ditandai dengan tembulnya rasa gatal –bisa disertai ruam- di seluruh tubuh ini bisa menimpa kapan saja dan siapa saja, termasuk Anda.

Yuk, jaga kesehatan dengan kenali dan waspadai 6 penyebab pruritus berikut ini!

1. Kulit kering

Penyebab pruritus yang pertama adalah kondisi kulit tubuh yang kelewat kering. Untuk itu, agar kulit tidak mudah kering, Anda dianjurkan untuk rajin mengunakan lotion dan memperhatikan asupan cairan harian. Selain itu, hindari pula paparan cuaca panas berlebih, penggunaan AC / heater dalam jangka waktu lama, dan kebiasaan terlalu sering mandi.

2. Iritasi & alergi

Selanjutnya, pruritus juga bisa disebabkan oleh iritasi dan alergi. Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu reaksi iritasi dan alergi ini, sebut saja penggunaan cuaca dingin, debu, penggunaan sabun atau produk kosmetik yang tidak sesuai, paparan zat kimia tertentu, hingga sengatan serangga. Jadi, hati-hati, ya!

3. Kelainan pada sistem saraf

Nyatanya, terganggunya kerja dan fungsi sistem saraf juga bisa memicu timbulnya rasa gatal dan ruam khas pruritus. Sistem saraf dapat terganggu karena beberapa faktor medis, seperti saraf yang terjepit karena cedera atau terjatuh, infeksi herpes zoster, multipile sclerosis, hingga riwayat penyakit diabetes mellitus.

4. Kehamilan

Penyebab pruritus yang lain dan jarang diketahui adalah kehamilan. Ya, selama mengandung si jabang bayi, ibu bisa saja merasakan gatal –bahkan melihat timbulnya ruam- pada tubuh. Namun, khas pruritus karena kehamilan adalah bahwa gatal umumnya muncul di bagian tubuh yang kulitnya mengalami peregangan, seperti payudara, perut, lengan, dan paha.

Tenang! Pruritus karena kehamilan bukanlah merupakan kondisi medis yang serius, dapat akan hilang dengan sendirinya setelah masa kehamilan usai.

5. Konsumsi obat-obatan

Tahukah Anda, bahwa pruritus juga bisa dipicu oleh konsumsi obat-obatan tertentu? Selain biasa dialami oleh mereka yang menyalahgunakan narkotika, pruritus juga umum menimpa individu yang sering mengonsumsi antibiotik, obat anti jamur, dan obat pereda rasa sakit. Nah, jika konsumsi obat medis tidak dapat dihindari, maka pastikan bahwa takaran dan dosisnya sudah Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Ini ditujukan untuk meminimalisir risiko timbulnya pruritus.

6. Riwayat penyakit internal

Penyebab pruritus yang terakhir adalah adanya riwayat beragam penyakit internal, seperti gangguan pada organ hati, anemia, limfoma, bahkan kanker. Mengingat adanya kemungkinan berbahaya ini, maka segera konsultasikan kesehatan Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat jika terbukti mengalami gejala-gejala khas pruritis.

Itu tadi 6 penyebab pruritus yang harus Anda kenali dan waspadai sejak dini. Ingat, jangan anggap remeh penyakit ini dan pastikan Anda mendapatkan penanganan medis yang tepat dan segera. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.