Kenali dan Waspadai 10 Gejala Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan

GoDok- Gejala keracunan makanan- Keracunan makanan kondisi medis yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan/minuman yang tidak higinies dan/atau lewat tanggal kadalaursa. Eits, jangan anggap remeh keracunan makanan! Karena jika Anda tidak tanggap akan gejala yang timbul, maka kondisi ini bisa saja merenggut nyawa penderita. Tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

Yuk, kenali dan waspadai 10 gejala keracunan makanan berikut ini!

1. Demam dan menggigil

Gejala keracunan makanan yang pertama adalah demam disertai dengan tubuh yang menggigil. Umumnya, dua kondisi ini terjadi karena tubuh sedang melakukan perlawanan internal terhadap masuknya jamur, bakteri, atau basil lainnya yang berasal dari makanan/minuman.

2. Diare

Ketika makanan/minuman yang terkontaminasi tanpa sengaja Anda konsumsi, maka saluran pencernaan akan menunjukkan beberapa gejala terganggunya fungsi dan cara kerjanya. Salah satu gejala yang paling mudah ditemui adalah diare.

Jangan anggap remeh! Jika diare tidak segera ditangani, maka penderita berisiko besar mengalami dehidrasi. Mengerikan!

3. Kram perut

Selain diare, korban keracunan makanan juga sering sekali mengeluhkan sakit dan nyeri khas kram perut. Jadi, jangan anggap remeh jika keluarga atau kerabat terdekat terlihat meringis sambil memegangi perutnya! Karena kondisi tadi bisa saja menandakan ada yang salah dengan sistem pencernaannya.

4. Mual dan muntah

Mual dan muntah -dua gejala yang paling umum diasosiasikan dengan keracunan makanan. Nah, ketika menemui seseorang dengan kondisi tadi, maka anjurkan ia agar terus menjaga asupan air minumnya. Lagi-lagi, hal ini ditujukan untuk meminimalisir risiko terjadinya dehidrasi.

5. Lemah dan lesu

Gejala keracunan makanan yang selanjutnya adalah badan yang terasa lemah dan lesu. Tidak mengherankan, sebab korban keracunan makanan biasanya akan kehilangan ion dan cairan tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.

6. Menurunnya selera makan

Jika tidak segera ditangani, keracunan makanan terbukti dapat membuat korbannya kehilangan selera makan. Tapi, jangan lengah dan membiarkan kondisi ini berlarut-larut! Anda tetap dianjurkan untuk terus menjaga asupan gizi dan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut, seperti bubur.

Selain itu, selama atau pasca mengalami keracunan makanan, ada baiknya Anda menghindari makanan berserat tinggi -seperti kacang-kacangan, gandum, dll- untuk sementara waktu. Alasannya tidak lain karena makanan tersebut cenderung susah diserap oleh sistem pencernaan yang notabene sedang mengalami gangguan.

7. Kebingungan

Jarang yang mengetahui bahwa keracunan makanan juga bisa membuat korbannya terlihat kebingungan, sulit menentukan arah, serta berbicara dengan cara menggumam. Jika sudah begitu, maka segera bawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat demi mendapatkan penanganan medis segera.

8. Pandangan kabur

Selain kebingungan, korban keracunan makanan juga kerapkali mengeluhkan pandangan yang terasa kabur dan tidak fokus. Mengerikan, bukan?

9. Dehidrasi parah

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, keracunan makanan yang tidak segera ditangani dapat membuat korbannya terkena dehidrasi. Jika sampai menginjak tahapan parah, maka korban biasanya akan menunjukkan beberapa gejala khas, seperti mulut kering, sakit kepala, sulit buang air kecil, serta bertambah cepatnya denyut jantung.

10. Kejang-kejang

Gejala keracunan makanan yang terakhir adalah kejang-kejang. Kondisi ini merupakan pertanda bahwa keracunan makanan sudah terlampau parah dan bisa mengancam nyawa korbannya.

Itu tadi 10 gejala keracunan makanan yang harus Anda kenali dan waspadai. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.