Katarak pada Bayi Asri Welas; Mengapa?

Katrak pada bayi
Pada kasus bayi yang menderita katarak, retina tersebut tidak menerima pantulan apapun, sehingga saraf penglihatan juga tidak mampu untuk mengirim sinyal ke otak dan kemampuan saraf tersebut pun semakin menurun.

GoDok- Katarak pada bayi- Penyakit katarak dikenal sebagai penyakit yang umumnya menyerang orang tua berusia 50 tahun ke atas. Namun, jangan salah sangka. Katarak juga dapat menyerang bayi yang masih berusia beberapa bulan saja, seperti kasus terdekat terjadi pada bayi selebriti Asri Welas.

Beberapa waktu lalu, Asri bercerita melalui media sosialnya bahwa putranya yang bernama Ibran mengidap penyakit katarak. Hal tersebut Asri temukan ketika ia melihat ke arah mata anaknya dan menemukan bintik putih pada bola matanya. Bagaimana penyakit tersebut dapat menyerang anak di usia dini?

Temukan fakta dari katarak pada bayi berdasarkan pemaparan khas Go Dok berikut!

Seperti dilansir dari abcnews.com, katarak pada bayi sebenarnya hal yang tidak wajar, namun juga tidak jarang terjadi. Dr. Michael Struck, dari University of Wisconsin mengungkapkan bahwa pada dasarnya, anak-anak terlahir dengan penglihatan yang belum sempurna. Penglihatan mereka akan semakin berkembang ketika pantulan dihantarkan dengan baik ke retina yang berada di belakang mata. Pada kasus bayi yang menderita katarak, retina tersebut tidak menerima pantulan apapun, sehingga saraf penglihatan juga tidak mampu untuk mengirim sinyal ke otak dan kemampuan saraf tersebut pun semakin menurun. Hal ini kemudian dapat menyebabkan kebutaan.

Sebanyak tiga dari 10.000 bayi memiliki resiko menderita katarak di bawah usia satu tahun. Meskipun katarak pada umumnya disebabkan oleh kondisi usia yang menua, namun dokter anak mengungkapkan bahwa katarak pada bayi disebabkan oleh perkembangan lensa mata yang tidak normal. Faktor genetik terkadang juga ditemukan sebagai pemicu terjadinya katarak.

Terdapat faktor-faktor lain yang bisa menjadi penyebab katarak pada bayi, yaitu…

  • Trauma
  • Diabetes
  • Keracunan
  • Penggunaan steroid
  • Komplikasi dari salah satu mata, seperti glaukoma
  • Virus tokso atau torso dari bulu hewan yang mengenai ibu hamil

Menurut American Association of Pediatric Opthalmology and Strabismus, keberadaan katarak juga dapat terlihat pada masa pertumbuhannya. Berikut gejala katarak yang dapat terlihat pada bayi penderita:

  1. Mata yang tidak berada segaris lurus. Hal ini paling mudah terlihat pada kondisi mata anak.
  2. Terdapat bintik merah atau putih jika diperiksa menggunakan senter
  3. Gerakan ritmis yang tidak disengaja.

Pada kasus anak dari Asri Welas, anaknya pun akhirnya menjalani serangkaian perawatan, termasuk operasi. Pada anak, ada kalanya opsi operasi mata tersebut merupakan jalan untuk dapat mengembalikan daya penglihatannya. Dr. Melanie Kazlas dari Rumah Sakit Anak di Boston mengungkapkan bahwa operasi katarak pada bayi penting untuk dilakukan. Karena, dalam masa pertumbuhannya, otak bayi harus dirangsang dengan penglihatan yang sehat.

Namun, berbeda dengan operasi katarak pada orang dewasa yang dapat pulih dalam waktu singkat, bayi yang menjalani operasi katarak masih harus menggunakan kacamata atau lensa kontak selama masa pemulihannya. Begitu juga yang terjadi pada bayi Asri Welas yang masih harus menggunakan kacamata +16 untuk dapat mengembalikan matanya ke kondisi yang sehat. Selain itu, penyembuhan katarak pada bayi melalui operasi juga masih harus dipantau lebih lanjut karena adanya kemungkinan serangan penyakit glaukoma setelah operasi katarak.

Itu tadi penjelasan mengenai katarak pada bayi, selalu perhatikan kesehatan buah hati Anda ya, Bunda!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.