Katarak; Klasifikasi, Gejala dan Penanganan

katarak

 

 

Dalam bahasa Indonesia sendiri, katarak kerap disebut ‘bular’. Keduanya mengacu pada kondisi medis yang ditandai dengan mengaburnya penglihatan seperti tertutup air terjun. Penyebabnya? Tidak lain karena mengeruhnya lensa mata sehingga sinar yang masuk ke menjadi terhalang.

Go Dok- Katarak- gangguan penglihatan yang bisa jadi sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Namun, seberapa dalam Anda mengenal kondisi medis yang satu ini? Yuk, kenali katarak lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut ini!

Mengenal katarak

Sejatinya, istilah ‘katarak’ berasal dari banyak bahasa. Sebut saja Yunani yang mengenal istilah ‘katarrhakies’, Inggris dengan istilah ‘cataract, dan Latin dengan istilah ‘cataracta’ –ketiga istilah tersebut memilki arti harfiah ‘air terjun’.

Dalam bahasa Indonesia sendiri, katarak kerap disebut ‘bular’. Keduanya mengacu pada kondisi medis yang ditandai dengan mengaburnya penglihatan seperti tertutup air terjun. Penyebabnya? Tidak lain karena mengeruhnya lensa mata sehingga sinar yang masuk ke mata menjadi terhalang.

Epidemiologi
  1. Penyebab utama kebutaan di Indonesia dan
  2. WHO menyebutkan 48% kasus kebutaan di dunia disebabkan oleh katarak.
  3. Di Indonesia sendiri, setidaknya 0,78% kasus kebutaan disebabkan oleh katarak (utamanya katarak senilis)
  4. Menurut hasil Riskesdas pada tahun 2013, terdapat 3 faktor yang menyebabkan penderita katarak tidak segera menjalani prosedur operasi. Faktor yang dimaksud meliputi ketidaktahuan bahwa dirinya menderita katarak (51,6%), ketiadaan biaya (11,6%), hingga takut akan prosedur operasi (8,1%).
Klasifikasi

Ternyata, penyakit ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Katarak Kongenital

Jenis ini umum sekali menimpa bayi yang baru lahir. Banyak faktor yang dapat menjadi pemicunya, sebut saja karena faktor genetik (diwariskan secara kromosom autosomal dominan), infeksi kongenital, atau karena bayi terlahir dari ibu yang menderita kondisi medis tertentu -semisal diabetes melitus.

2. Katarak juvenil

Dicirikan dengan konsistensi katarak yang lemberk seperti bubut, Pada jenis ini biasanya mulai terbentuk pada usia >3 bulan dan <9 tahun.

3. Katarak Degeneratif

Katarak degeneratif dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Primer, dibagi menjadi dua, yaitu katarak pre-senilis(kekeruhan lensa yang terjadi pada usia < 50 tahun) dan senilis (kekeruhan lensa yang terjadi pada usia ≥ 50 tahun).
  • Komplikata, merupakan katarak sekunder yang terjadi akibat penyakit intraokular pada fisiologi lensa(uveitis kronik, glaukoma, dll).

Lebih lanjut, katarak juga dapat diklasifikasikan berdasarkan maturitas/ stadium :

  • Katarak Imatur, ditandai dengan kekeruhan yang hanya mengenaisebagian lensa.
  • Katarak Matur, ditandai dengan kekeruhan pada seluruh lensa.
  • Katarak Hipermatur, jenis katarak yang berbahaya karena dapat menyebabkan uveitis.
Gejala

Gejala  yang paling umum adalah terganggunya penglihatan secara progresif, meliputi:

-Penurunan visus

-Silau

-Pandangan berkabut

-Ukuran kaca mata sering berubah

Faktor risiko

Nyatanya, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan seseorang rentan terkena, seperti:

1. Faktor Intrinsik, yaitu seiring dengan pertambahan usia, lensa akan mengalami penuaan.

2. Faktor Ekstrinsik, meliputi:

-Paparan sinar ultraviolet yang terbukti dapat meningkatkan jumlah radikal bebas pada lensa.

-Trauma pada mata yang daat memicu rusaknya  protein lensa .

-Penyakit/gangguan sistemik, seperti diabetes mellitus.

-Infeksi, seperti uveitis kronik.

Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasien, dokter dapat menganjurkan beberapa macam pemeriksaan, seperti slit lamp yang ditujukan untuk menilai ketebalan kornea & opasitas kornea, gambaran lensa, posisi lensa, dan integritas dari serat zonular; serta shadow test yang ditujukan untuk menilai maturitas katarak.

Penanganan

Berikut beragam bentuk penanganannya:

1. Intra Capsular Cataract Extraction(ICCE)

ICCE berupa tindakan pembedahan yang ditujukan untuk mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsulnya. Namun, tidak semua pasien  dapat menerima langkah pengobatan ini, karena ICCE tidak dianjurkan bagi pasien yang berusia kurang dari 40 tahun dan/atau menderita astigmatisme, glaukoma, uveitis, serta perdarahan.

2. Extra Capsular Cataract Extraction(ECCE)

Berbeda dengan ICCE, ECCE ditujukan untuk mengeluarkan isi lensa dengan memecah/merobek kapsul lensa anterior. Langkah ini umumnya dianjurkan bagi pasien yang berusia muda dan/atau menderita kelainan endotel, keratoplasti, serta implantasi lensa intra okular posterior.

3. Phacoemulsification

Phacoemulsification merupakan teknik ekstraksi lensa dengan cara memecah dan memindahkan kristal lensa; serta umumnya dianjurkan untuk pasien katarak kongenital, traumatik, dan senilis.

4. Small Incision Cataract Surgery(SICS)

Terakhir, SICS. Teknik yang hanya memerlukan sayatan kecil di sisi bola mata ini ditujukan untuk  melepas lensa mata yang keruh dan menggantinya denganlensa intraokular buatan. 

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.