Jantung Koroner; Gejala, Diagnosa dan Penanganan

jantung koroner

Jantung koroner terjadi saat pembuluh darah utama (arteri koroner) yang mengisi jantung dengan darah, oksigen dan nutrisi menjadi rusak; umumnya kerusakan ini disebabkan oleh timbunan plak (aterosklerosis).

GoDok- Jantung koronerpenyakit yang kerapkali jadi momok bagi masyarakat Indonesia. Lantas, apa sebenarnya pemicu jantung koroner; dan bagaimana cara menanganinya? Simak penjelasan lengkap Go Dok berikut ini!

Mengenal penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner terjadi saat pembuluh darah utama (arteri koroner) yang mengisi jantung dengan darah, oksigen dan nutrisi menjadi rusak; umumnya kerusakan ini disebabkan oleh timbunan plak (aterosklerosis).

Saat plak terbentuk, arteri coroner menjadi ‘sempit’ sehingga mengakibatkan aliran darah menuju jantung berkurang. Nah, kondisi inilah yang dipercaya para ahli sebagai dalang utama timbulnya beberapa keluhan, seperti nyeri dada (angina), sesak napas, atau gejala khas penyakit arteri koroner lainnya. Waspada! Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, penyumbatan tadi terbukti dapat menyebabkan serangan jantung mendadak.

Gejala

Berikut beberapa gejala yang umum ditemui:

  • Nyeri dada (angina). Umumnya, pasien akan mengeluhkan sensasi nyeri dan tertekan padadada bagian kiri atau tengah, leher, lengan, serta
  • Sesak napas. Hal ini terjadi karena jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Serangan jantung mendadak.
Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena jantung koroner:

  • Semakin bertambah usia, maka semakin meningkat pula risiko tersumbatnya arteri koroner.
  • Jenis kelamin. Jarang yang mengetahui bahwa pria lebih berisiko terkena penyakit ini dibanding wanita.
  • Riwayat keluarga.Waspada! Anda yang berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit jantung terbukti lebih berisiko menderita penyakit ini. Lengkapnya, risiko paling tinggi terjadi jika ayah atau saudara laki-laki Anda didiagnosis menderita penyakit jantung sebelum usia 55 tahun; atau jika ibu atau saudara Anda didiagnosis sebelum usia 65 tahun.
  • Kebiasaan merokok.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).Mengapa? Karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan arteri.
  • Kadar kolesterol darah tinggi.Kadar kolesterol tinggi dalam darah terbukti dapat meningkatkan risiko pembentukan plak.
  • Diabetes. Ya, penyakit ini sering disangkutpautkandengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.
  • Kegemukan atau obesitas.
  • Tidak aktif secara fisik.
Diagnosa

Untuk mendiagnosa kondisi pasien, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan pasien. Selain itu, dokter juga dapat menganjurkan beragam tes diagnostik, seperti:

  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Ekokardiogram
  • Kateterisasi jantung atau angiogram. Tes ini dutujukan untuk melihat aliran darah melalui jantung.
  • CT scan. Dalam prosedur ini, dokter akan menyarankan CT scan organ hati. Tujuannya tidak lain adalah untuk memeriksa ada atau tidaknya endapan kalsium di arteri.
Penanganan

Penanganan untuk penyakit ini biasanya melibatkan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Hindari konsumsi junk food
  • Berolahraga secara teratur
  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Mengurangi stres
  • Konsumsi makanan yang kaya akan Omega-3, seperti:
    • Ikan (salmon, herring, dan tuna) & minyak ikan.
    • Minyak rami dan biji rami.
    • Sumber makanan lain, seperti minyak canola, kedelai, dan minyak kedelai.

Jika dirasa perlu, dokter dapat pula meresepkan beberapa jenis obat-obatan untuk meredakan penyakit jantung koroner, seperti aspirin, beta blocker, ACE inhibitor,  dan nitrogliserin. Lantas, apa yang harus dilakukan jika kedua langkah tadi terbukti tidak berhasil? Maka, mau tidak mau pasien harus menjalani prosedur pembedahan, seperti:

  • Angioplasti dan pemasangan stent (revaskularisasi koroner perkutan)
  • Operasi bypassarteri koroner.
Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, maka penyakit jantung koroner dapat memicu beberapa komplikasi, seperti:

  • Gagal jantung.
  • Irama jantung abnormal (aritmia).

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.